Olahraga

Portugal vs RD Kongo: Joao Neves Terpilih Man of the Match karena Perannya yang Krusial

×

Portugal vs RD Kongo: Joao Neves Terpilih Man of the Match karena Perannya yang Krusial

Sebarkan artikel ini
Man of The Match Portugal Vs RD Kongo: Peran Penting Joao Neves Bola 18 Juni 2026
Ilustrasi: Man of The Match Portugal Vs RD Kongo: Peran Penting Joao Neves

jurnalistik.co.id – Joao Neves resmi terpilih sebagai man of the match pada laga Portugal vs RD Kongo di Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Houston, Houston, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor 1-1.

Joao Neves menjadi pembeda bagi Portugal setelah mencetak gol pertama pada menit ke-6. Ia melakukan sundulan keras yang memanfaatkan assist dari Neto.

RD Kongo lalu menyamakan kedudukan lewat Yoane Wissa pada menit 45+5′. Gol tersebut lahir dengan cara yang serupa, sekaligus mengunci hasil akhir 1-1 untuk kedua tim.

Portugal sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali mencatat peluang. Namun, sejumlah kesempatan tidak berbuah maksimal karena penyelesaian akhir yang tidak efektif.

Peran Joao Neves menurut rilis FIFA

Dalam rilis FIFA, Joao Neves disebut membuat perbedaan bagi Portugal lewat kontribusi langsung dan pengaruhnya di lini tengah. “Joao Neves membuat perbedaan bagi Portugal dengan gol sundulan yang luar biasa serta perannya dalam mengatur permainan dari lini tengah,” tulis FIFA dalam rilisnya.

Menurut catatan Fotmob, Joao Neves menjadi salah satu pemain Portugal dengan jumlah sentuhan bola terbanyak pada laga melawan RD Kongo, yaitu 96 kali. Berposisi sebagai gelandang tengah, pemain Paris Saint-Germain tersebut juga memiliki daya jelajah yang cukup tinggi ke sejumlah posisi.

Di lini tengah, Joao Neves memegang kendali bersama rekan duetnya, Vitinha. Mobilitas yang dimilikinya turut menghasilkan gol penting melalui sundulan akurat yang membuat Lionel Mpasi mati langkah.

Selain gol, akurasi umpan Joao Neves juga tercatat tinggi, mencapai 98 persen. Sementara itu, akurasi bola panjangnya mencapai 80 persen.

Kontribusi Joao Neves tidak berhenti pada aspek serangan. Ia juga sempat melakukan satu tekel penting serta dua kali memenangi duel di lapangan selama pertandingan berlangsung.

Berdasarkan rangkaian statistik tersebut, Joao Neves dinilai sebagai pemain dengan rating tertinggi pada laga ini, yaitu 8,1. Prestasi ini sejalan dengan penilaian FIFA yang menyoroti kombinasi gol sundulan dan perannya dalam mengatur permainan dari lini tengah.

Nasib Cristiano Ronaldo di laga yang sama

Jika Joao Neves tampil menonjol melawan RD Kongo, hasil berbeda justru dialami Cristiano Ronaldo. Ia kesulitan sepanjang laga meski dipercaya mengisi lini depan Portugal dan bermain penuh selama 90 menit dalam pertandingan tersebut.

Dengan demikian, man of the match jatuh kepada Joao Neves karena kontribusinya yang menyatu antara gol pembuka pada menit ke-6, kendali di lini tengah, serta efektivitas umpan dan aktivitas defensif di sepanjang laga hingga skor 1-1 akhirnya tercatat sebagai hasil akhir.

Gol cepat pada menit ke-6 membuat Portugal langsung mengubah tempo sejak awal. Setelah unggul, tim tetap menjaga ritme permainan, sementara RD Kongo terus mencari celah hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit 45+5′. Hasil 1-1 ini sekaligus menggambarkan bahwa laga berjalan dalam tensi yang seimbang, meski Portugal sempat menciptakan beberapa peluang untuk menambah keunggulan.

Di tengah usaha kedua tim menguasai ruang, Joao Neves tampil sebagai poros yang membuat distribusi bola Portugal lebih terarah. FIFA menekankan perannya dalam mengatur permainan dari lini tengah, dan catatan laga turut memperlihatkan bahwa ia tidak hanya terlibat saat serangan, tetapi juga berkontribusi melalui kerja sama dengan Vitinha serta dampak langsung yang berujung pada gol sundulan. Dengan sentuhan bola mencapai 96 kali, pengaruhnya terasa dalam aliran permainan.

Menariknya, performa Joao Neves juga terlihat dari kualitas umpan: akurasi umpan mencapai 98 persen, sedangkan bola panjangnya tercatat 80 persen. Ia pun tidak sekadar menjadi figur ofensif, sebab sempat melakukan satu tekel penting dan dua kali memenangkan duel selama pertandingan. Penilaian rating tertinggi, 8,1, menegaskan bahwa kontribusinya menyeluruh—mulai dari momen penentu di menit ke-6 hingga aktivitas defensif—yang pada akhirnya membawa Portugal bertahan sampai skor akhir 1-1, sementara Cristiano Ronaldo tetap kesulitan meski bermain penuh 90 menit.