Bisnis & Ekonomi

PPh Penulis Dipangkas Jadi 1,5%, Dee Lestari Sebut Hari Berbahagia

0
×

PPh Penulis Dipangkas Jadi 1,5%, Dee Lestari Sebut Hari Berbahagia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PPh Penulis Jadi 1,5%, Dee Lestari: Hari Berbahagia - Gaya Hidup

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Penulis Dee Lestari menyambut positif keputusan pemerintah yang resmi memangkas tarif pajak penghasilan atau PPh bagi para penulis. Kebijakan itu mengubah skema pajak royalti yang sebelumnya dapat terakumulasi hingga 6% menjadi PPh Final sebesar 1,5%.

Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Dee menggambarkan kabar tersebut sebagai momen yang layak dirayakan. Ia mengatakan informasi itu diterimanya saat sedang dalam perjalanan istirahat, lalu langsung disambut dengan rasa gembira.

“Berita ini sampai ketika kami tengah melakukan perjalanan rihat. Seketika kami rayakan dengan suka cita. Hari berbahagia para penulis,” tulis Dee dalam akun Instagram-nya, dikutip Selasa (26/5).

Unggahan itu memperlihatkan betapa keputusan tersebut memiliki arti besar bagi kalangan penulis. Bagi Dee, pemangkasan tarif PPh bukan sekadar perubahan angka, melainkan kabar yang memberi rasa lega setelah proses yang panjang.

Selama ini, isu pajak penulis disebut telah menjadi pembahasan yang terus bergulir dalam waktu lama. Dee mengungkap bahwa perjuangan untuk mendorong kebijakan tersebut sudah berlangsung selama sembilan tahun melalui beragam forum diskusi dan pertemuan.

“9 tahun sejak isu dan diskusi pajak penulis digulirkan. Berbagai pertemuan dan FGD telah berlangsung. Kadang optimis, kadang minim harapan, tapi aspirasi itu tak pernah padam,” tulis Dee dalam unggahannya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembahasan mengenai pajak penulis tidak muncul dalam waktu singkat. Ada rangkaian dialog, forum, dan pertukaran pandangan yang berjalan cukup panjang sebelum keputusan pemangkasan tarif akhirnya diumumkan secara resmi.

Dalam nada yang hangat, Dee menempatkan kebijakan tersebut sebagai kemenangan kecil yang penting bagi para penulis. Kalimat “hari berbahagia para penulis” yang ia tulis menggambarkan respons emosional atas keputusan yang dinilai berpihak pada dunia kepenulisan.

Skema baru dengan PPh Final 1,5% itu menjadi sorotan karena memberi perubahan langsung pada beban pajak royalti yang selama ini dikenakan kepada penulis. Kebijakan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang pembahasan yang menurut Dee telah berjalan hampir satu dekade.

Di tengah ucapan syukur itu, Dee juga menegaskan bahwa aspirasi para penulis tidak pernah benar-benar padam. Meski sempat ada fase penuh optimisme dan masa dengan harapan yang menipis, hasil akhirnya tetap menjadi penanda bahwa perjuangan kolektif para penulis membuahkan hasil.

Bagi kalangan penulis, keputusan ini tidak hanya berdampak pada angka pajak, tetapi juga pada pengakuan atas posisi mereka dalam ekosistem kreatif. Reaksi Dee menjadi salah satu penanda bahwa kebijakan tersebut diterima sebagai kabar yang dinanti, sekaligus dirasakan sebagai langkah maju setelah proses panjang yang penuh diskusi.

Dengan pemangkasan PPh menjadi 1,5%, para penulis kini memasuki babak baru yang dinilai lebih ringan dibanding skema sebelumnya. Respons Dee Lestari memperlihatkan bahwa perubahan itu dibaca sebagai momentum penting, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi banyak penulis yang selama ini mengikuti isu tersebut dengan cermat.

Perubahan kebijakan itu juga bisa dibaca sebagai bentuk pengakuan bahwa beban pajak bagi penulis selama ini menjadi perhatian yang tidak kecil. Ketika sebuah isu terus dibicarakan dalam forum demi forum selama bertahun-tahun, hasil akhirnya tentu terasa lebih dari sekadar penyesuaian administrasi. Dalam konteks itu, pemangkasan tarif PPh memberi sinyal bahwa suara para penulis akhirnya mendapatkan ruang yang lebih nyata dalam pengambilan keputusan.

Respons Dee yang penuh syukur memperlihatkan bahwa kabar tersebut tidak hadir sebagai informasi teknis semata, melainkan sebagai jawaban atas harapan yang lama dipelihara. Karena itu, perayaan yang ia tunjukkan terasa wajar, sebab keputusan tersebut datang setelah perjalanan panjang yang diwarnai optimisme, keraguan, dan kesabaran. Bagi banyak penulis, momen seperti ini sering kali menjadi penegasan bahwa perjuangan kolektif tidak selalu langsung terlihat hasilnya, tetapi tetap dapat berujung pada perubahan yang berarti.

Di sisi lain, keputusan dengan skema PPh Final 1,5% juga menghadirkan ruang baru bagi para penulis untuk memandang profesi mereka dengan beban yang lebih ringan. Tanpa harus menambah persoalan baru, kebijakan itu setidaknya memberi kesan bahwa ekosistem kepenulisan mulai memperoleh perhatian yang lebih proporsional. Itulah sebabnya kabar ini kemudian terasa hangat, karena menyentuh aspek yang sangat dekat dengan keseharian para penulis dan kerja kreatif yang mereka jalankan.