Politik & Parlemen

Prabowo dan Megawati Kembali Bergandengan Tangan pada Hari Lahir Pancasila 2025 dan 2026

0
×

Prabowo dan Megawati Kembali Bergandengan Tangan pada Hari Lahir Pancasila 2025 dan 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026

jurnalistik.co.id – Presiden Prabowo Subianto kembali terekam bergandengan tangan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Lahir Pancasila. Momen itu bukan hanya terlihat sekali, melainkan dua kali, masing-masing pada upacara Hari Lahir Pancasila 2025 dan 2026. Kedua peristiwa tersebut sama-sama terjadi sesudah upacara yang digelar di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta.

Dalam laporan yang memuat foto-foto momen itu, Prabowo dan Megawati tampak berdiri berdekatan. Keduanya terlihat dalam situasi yang menunjukkan keakraban, dengan Prabowo memegang tangan kiri Megawati, sementara Megawati juga terlihat menggapai uluran tangan Prabowo. Peristiwa serupa itu kemudian kembali menjadi sorotan karena muncul dalam dua peringatan Hari Lahir Pancasila yang berurutan.

Momen pertama terjadi saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta Pusat, pada Senin (2/6/2025). Foto-foto yang diabadikan dan disebarkan oleh Sekretariat Presiden memperlihatkan jelas posisi keduanya. Prabowo tampak berdiri di sisi kiri Megawati sambil menggandeng tangan kiri Megawati. Di saat yang sama, Megawati juga terlihat merespons uluran tangan itu.

Foto yang beredar menggambarkan suasana tersebut tanpa perlu banyak penjelasan tambahan. Prabowo dan Megawati tampak berada di titik yang sama dalam rangkaian acara, sesaat setelah upacara selesai. Dari gambar yang dipublikasikan, terlihat bahwa gestur bergandengan tangan itu terjadi secara langsung dan bukan hanya sekilas. Momen itu kemudian menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dari dokumentasi upacara Hari Lahir Pancasila 2025.

Di sela momen tersebut, terjadi percakapan singkat antara Prabowo dan Megawati. Prabowo menyinggung soal kondisi tubuh Megawati dan mengatakan bahwa ia tampak lebih kurus. Prabowo menyebut diet yang dijalani Megawati mungkin berhasil. Ucapan itu disampaikan secara langsung kepada Megawati dalam suasana santai setelah upacara.

Prabowo mengatakan, “Ibu, agak kurus, Bu. Waduh, luar biasa. Ibu kurus. Diet ibu berhasil,” kepada Megawati. Kalimat itu menjadi bagian dari momen yang terekam dalam dokumentasi pertemuan keduanya. Tidak berhenti di situ, Megawati kemudian menanggapi komentar tersebut dengan jawaban singkat yang juga terekam dalam percakapan itu.

Menanggapi ucapan Prabowo, Megawati berseloroh bahwa dietnya memang berhasil. Ia menjawab, “Oh iya, berhasil,”. Respons itu menutup percakapan singkat di antara keduanya pada momen Hari Lahir Pancasila 2025. Percakapan pendek tersebut, bersama gestur bergandengan tangan, membuat peristiwa itu menjadi sorotan dalam dokumentasi yang dibagikan Sekretariat Presiden.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, momen serupa kembali terlihat. Dalam peringatan yang sama, Prabowo dan Megawati kembali bergandengan tangan. Kesamaan momen pada dua tahun berbeda itu membuat adegan tersebut disebut terulang kembali. Foto yang memperlihatkan keduanya pada 2025 dan 2026 menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi dalam konteks yang sama, yakni sesudah upacara Hari Lahir Pancasila.

Dengan demikian, dua peringatan Hari Lahir Pancasila berturut-turut memperlihatkan pemandangan yang mirip antara Prabowo dan Megawati. Pada 2025, gestur bergandengan tangan itu disertai percakapan singkat soal diet dan penampilan Megawati. Pada 2026, momen yang sama kembali muncul dalam dokumentasi acara, sehingga peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian publik melalui foto-foto yang tersebar.

Pengulangan momen itu dalam dua tahun berturut-turut ikut memberi kesan bahwa hubungan keduanya berada dalam suasana yang hangat dan terbuka di hadapan publik. Karena terjadi seusai upacara yang sama, perhatian publik pun lebih mudah tertuju pada gestur sederhana itu daripada rangkaian acara formalnya.

Dokumentasi yang memperlihatkan keduanya berdiri berdekatan, saling menyambut uluran tangan, dan terlibat percakapan singkat membuat peristiwa tersebut cepat menonjol di tengah sorotan peringatan Hari Lahir Pancasila. Dari situ, satu momen kecil dapat berubah menjadi bagian yang paling diingat dari rangkaian acara yang berlangsung resmi dan khidmat.