Daerah

Pramono Percepat Skema Rp 2,7 Triliun, LRT Diperpanjang ke Dukuh Atas dan Dinilai Akan Mengubah Pola Transportasi Jakarta

×

Pramono Percepat Skema Rp 2,7 Triliun, LRT Diperpanjang ke Dukuh Atas dan Dinilai Akan Mengubah Pola Transportasi Jakarta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pramono Siapkan Rp 2,7 Triliun Perpanjang LRT hingga Dukuh Atas, Klaim Transportasi Jakarta Bakal Berubah

jurnalistik.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tengah menyiapkan anggaran untuk memperluas jaringan LRT Jakarta, dengan target proses yang direncanakan sejalan kalender pembangunan berikutnya.

Menurutnya, nilai anggaran yang disiapkan sekitar Rp 2,7 triliun untuk memperpanjang jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Pramono menilai langkah itu akan membuat transportasi umum di Jakarta semakin terkoneksi dan membentuk perubahan yang lebih nyata pada pola perjalanan warga.

Pramono menyampaikan hal tersebut saat meninjau kesiapan operasional LRT Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ia menekankan bahwa perpanjangan jalur bukan sekadar penambahan rute, melainkan penataan konektivitas antarmoda yang lebih terhubung.

“Maka kalau ini selesai, tersambung dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai 12,2 kilometer, 11 stasiun, budget -nya kurang lebih Rp 11,5 triliun. Kalau kemudian sampai Dukuh Atas tambah 2 kilometer lagi, tidak ada pembebasan lahan sehingga tidak ada handicap untuk menunggu pembebasan lahan. Langsung bisa dibangun kurang lebih Rp 2,7 triliun,” kata Pramono dalam penjelasannya.

Dari uraian tersebut, Pramono menggambarkan dua tahapan pengembangan: koneksi Kelapa Gading–Manggarai dengan panjang 12,2 kilometer dan 11 stasiun, serta perpanjangan tambahan sekitar 2 kilometer menuju Dukuh Atas. Ia juga menyoroti faktor tidak adanya pembebasan lahan pada tahap lanjutan yang, menurutnya, membantu percepatan pelaksanaan proyek.

Jalur tambahan sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027 dan rampung pada 2028. Dengan jadwal itu, Pramono berharap proyek dapat berjalan sesuai target yang sudah ditetapkan.

Pramono mengatakan, penguatan rute Manggarai–Dukuh Atas menjadi penting karena akan menghubungkan LRT dengan moda transportasi lain di kawasan Dukuh Atas yang selama ini berfungsi sebagai pusat transit. Moda yang disebutnya antara lain LRT, MRT, KRL hingga Transjakarta.

“Dan itulah yang saya katakan menjadi milestone baru, menjadi sesuatu yang baru untuk perubahan transportasi yang ada di Jakarta,” ujarnya. Ia menilai, tersambungnya layanan pada titik transit tersebut berpotensi memperbaiki kemudahan perpindahan rute bagi pengguna transportasi umum.

Ia lalu memberikan contoh skenario perjalanan yang dapat dilakukan warga setelah jalur tersambung. Menurut Pramono, warga dari Pondok Labu yang ingin menuju Kelapa Gading, Jakarta Utara, dapat menggunakan MRT lalu berganti ke LRT.

“Kalau itu terjadi, kita bisa membayangkan teman-teman yang dari Pondok Labu, Jakarta Selatan, ingin makan di Kelapa Gading, waktunya di bawah satu jam. Karena dari Pondok Labu naik MRT kemudian ganti naik LRT, kurang lebih satu jam lah,” kata Pramono.

Dalam pandangannya, perkiraan durasi perjalanan itu menggambarkan dampak konektivitas yang lebih ringkas antarwilayah. Ia mengaitkannya dengan tujuan menghadirkan sistem transportasi yang lebih nyaman dan mudah dipahami oleh pengguna harian.

Pramono juga menyebut konektivitas transportasi di Jakarta akan semakin lengkap jika rute MRT dari utara ke selatan hingga Kota Tua juga selesai dibangun. Ia memandang penyelesaian tahapan lanjutan pada koridor tersebut akan melengkapi gambaran integrasi yang sedang diupayakan.

“Maka dengan demikian konektivitas di Jakarta akan menjadi semakin baik dan mudah-mudahan ini akan memberikan gambaran bahwa Jakarta transportasinya menjadi lebih nyaman,” ucapnya. Ia menempatkan perpanjangan LRT sebagai bagian dari rangkaian pembenahan agar arus perpindahan antarmoda menjadi lebih efektif.

Pramono menambahkan bahwa pembangunan jalur Manggarai-Dukuh Atas menggunakan dana APBD DKI Jakarta. Ia menyatakan telah meminta jajarannya agar proyek bisa selesai sesuai target pada 2028.

“Saya tadi juga sudah minta kepada ibu asisten keuangan untuk pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028 dengan anggaran Rp 2,7 triliun, dan sudah dianggarkan di anggaran yang sekarang kurang lebih Rp 611 miliar,” tutur Pramono.

Dengan rencana anggaran dan tahapan waktu yang disebutkan tersebut, Pramono menegaskan bahwa perpanjangan LRT ke Dukuh Atas diposisikan sebagai terobosan konektivitas. Ia mengharapkan rute lanjutan tersebut memperkuat fungsi Dukuh Atas sebagai simpul transit dan membantu warga berpindah moda tanpa hambatan berarti.