Hukum & Kriminal

KPK Selesaikan Penggeledahan Kantor Bupati Sukoharjo Lima Jam, Tiga Koper Hitam Diamankan

×

KPK Selesaikan Penggeledahan Kantor Bupati Sukoharjo Lima Jam, Tiga Koper Hitam Diamankan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: KPK Geledah Kantor Bupati Sukoharjo Selama 5 Jam, Tiga Koper Diamankan

jurnalistik.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penggeledahan di kantor Bupati Sukoharjo, yang dikaitkan dengan Etik Suryani, pada Selasa (14/7/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan, tim penyidik KPK keluar dari ruangan Etik sekitar pukul 14.37 WIB. Dalam proses tersebut, penyidik membawa tiga koper berwarna hitam dan dibawa secara terpisah oleh masing-masing penyidik.

Setelah keluar dari ruangan, dua koper lebih dulu dimasukkan ke dalam mobil jenis Innova berwarna hitam yang terparkir di bagian depan kendaraan Satsamapta Polres Sukoharjo. Sementara itu, satu koper lainnya dibawa masuk ke dalam Innova hitam yang berada di bagian belakang mobil dinas Bupati.

Setelah tiga koper tersebut dimasukkan ke dua mobil, seluruh tim penyidik kemudian ikut masuk ke dalam kendaraan masing-masing. Dua rombongan kendaraan ini kemudian bergerak meninggalkan lokasi dengan diiringi mobil Satsamapta Polres Sukoharjo.

Perjalanan keluar lokasi terekam pada pukul 14.39 WIB. Dari urutan waktu yang terlihat, tahap pemindahan koper dilakukan sebelum kendaraan berangkat, sehingga proses penggeledahan dapat disimpulkan sudah melewati bagian akhir di dalam kantor.

Di kantor Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, membenarkan adanya penggeledahan oleh KPK tersebut. Haris menyampaikan bahwa penggeledahan mulai dilakukan sekitar pukul 09.00 atau pukul 10.00 WIB, dan berlangsung selama lima jam.

Haris juga menyebut dirinya menjadi saksi selama penggeledahan, termasuk ketika KPK melakukan pencopotan segel di dua ruangan. Dua ruangan yang dimaksudnya ialah ruang rapat dan ruang kantor Bupati Sukoharjo.

Selain pada dua ruangan itu, Haris menuturkan terdapat stiker KPK di ruangan lain yang juga telah dicopot. Ia menegaskan pengamatannya terfokus pada area yang menjadi tanggung jawabnya saat mendampingi tim di kantor.

“Setahu saya tadi saya dampingi di sini di ruang Bupati, ruang Setda, A1, sama Kabag Umum,” ujar Haris, Selasa (13/7/2026). Saat ditanya mengenai penggeledahan di lokasi lain seperti DPUPR, Haris menyatakan tidak mengetahui hal tersebut.

“Kalau saya itu ndak tahu. Hanya karena saya yang dituakan di sini, saya tadi menemui tim KPK di sini, stand by di sini. Yang diambil itu tadi yang dibuka Bupati, Setda, A1 sama Kabag Umum,” jelas Haris. Pernyataan tersebut menunjukkan fokus informasi yang ia dapatkan berasal dari ruangan-ruangan yang dibuka selama pendampingannya.

Dengan berakhirnya rangkaian keluar-masuk kendaraan pada sekitar pukul 14.39 WIB, rangkaian penggeledahan yang berlangsung sekitar lima jam itu kemudian ditutup pada tahap pemindahan barang bukti yang dibawa dalam tiga koper hitam. Haris menegaskan bahwa dirinya tidak mengonfirmasi detail pada area di luar ruang yang ia dampingi, sehingga informasi yang disampaikan tetap berada pada batas pengamatannya di lingkungan kantor Bupati.

Di sela proses tersebut, suasana di lingkungan kantor tampak terkonsentrasi pada aktivitas tim yang melakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik di ruang-ruang yang dibuka. Sejumlah perangkat pengawasan dan prosedur penandaan juga terlihat menyertai langkah-langkah KPK selama rangkaian berlangsung.

Haris menegaskan, pencopotan segel yang ia saksikan terjadi pada dua lokasi kerja yang dipersiapkan untuk pemeriksaan, yakni ruang rapat dan ruang kantor Bupati Sukoharjo. Ia menyebut tahapan itu menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan yang berjalan berurutan selama beberapa jam.

Selain dua ruangan tersebut, ia juga menguraikan bahwa masih ada penanda terkait KPK di ruang lain yang ikut dicopot. Namun, ia kembali membatasi penjelasannya pada area yang menjadi wilayah pendampingannya, sehingga informasi di luar lokasi yang ia jaga tidak ia ketahui secara langsung.

Secara keseluruhan, waktu yang terlihat di lapangan menunjukkan bahwa tahap pemindahan tiga koper hitam berlangsung menjelang rombongan kendaraan meninggalkan lokasi. Setelah semua koper telah berada di kendaraan, barulah seluruh anggota tim masuk dan rangkaian penggeledahan dianggap berakhir pada fase pemindahan barang bukti tersebut.