jurnalistik.co.id – Kecerdasan buatan (AI) sering dipakai untuk menjawab berbagai pertanyaan, dengan jawaban yang biasanya bertumpu pada data, analisis, dan informasi yang beredar di internet. Menjelang perayaan pesta bola World Cup 2026, pertanyaan yang sama kemudian diajukan kepada beberapa chatbot AI populer untuk melihat konsistensi prediksinya.
Enam chatbot AI, satu pertanyaan
Pada pengujian ini, pertanyaan diajukan kepada enam chatbot AI berbeda, yakni ChatGPT, Perplexity, Grok, DeepSeek, Claude, dan Gemini. Pertanyaannya sederhana dan dibuat spesifik: “Berikan prediksi dua tim yang akan masuk Final Piala Dunia 2026, dan siapa yang akan jadi juaranya?”
Hasilnya menunjukkan bahwa jawaban para AI tidak selalu seragam meski pertanyaannya sama. Dari enam chatbot yang diuji, terdapat empat AI yang menunjuk tim yang sama untuk menjadi juara, sementara dua lainnya memilih arah yang berbeda.
Empat AI menjagokan Spanyol
Empat dari enam AI yang diuji memprediksi Spanyol akan menjadi juara Piala Dunia 2026. ChatGPT, Perplexity, Grok, serta DeepSeek sama-sama mengarahkan prediksi pada skenario final yang mempertemukan Spanyol dan Perancis.
ChatGPT memprediksi final akan mempertemukan Spanyol vs Perancis, dengan Spanyol keluar sebagai juara. AI buatan OpenAI tersebut menilai Spanyol masih menjadi favorit berkat status juara Euro 2024, kombinasi pemain muda dan senior, serta performa yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Perplexity menghasilkan prediksi yang hampir identik dengan ChatGPT. Chatbot berbasis mesin pencari AI itu juga memproyeksikan final Spanyol vs Perancis, dengan peluang juara terbesar dimiliki Spanyol.
Grok, AI milik xAI, turut menjagokan Spanyol. Menurut Grok, final kemungkinan mempertemukan Spanyol melawan Perancis, dan Spanyol memiliki peluang terbesar mengangkat trofi berdasarkan performa terkini serta hasil simulasi dari berbagai lembaga analisis.
DeepSeek juga menjagokan Spanyol sebagai kampiun. AI asal China itu memprediksi final akan mempertemukan Spanyol dan Perancis, dengan “La Furia Roja” keluar sebagai juara berkat keseimbangan skuad, regenerasi pemain yang berjalan baik, serta performa yang konsisten dalam beberapa turnamen terakhir.
Gemini dan Claude condong ke Prancis
Berlainan dengan empat AI sebelumnya, Gemini dan Claude memilih kekuatan Perancis sebagai rujukan utama. Dari dua chatbot tersebut, arah prediksinya mengarah pada Perancis sebagai juara Piala Dunia 2026.
Gemini memprediksi Perancis akan menjadi juara Piala Dunia 2026. Meski begitu, Gemini tetap mengakui Argentina sebagai salah satu kandidat kuat.
Sementara itu, Claude juga masuk dalam kelompok yang “lebih percaya kepada kekuatan Perancis.” Pada bagian informasi yang tersedia dalam teks sumber, tidak ada rincian tambahan spesifik dari Claude selain pilihan yang menjagokan Perancis.
Dengan demikian, pengujian pada enam chatbot AI memperlihatkan pola yang cukup jelas: mayoritas memilih Spanyol untuk menjadi juara dengan final lawan Perancis, sedangkan dua lainnya menempatkan Perancis sebagai pemenang turnamen. Perbedaan tersebut menjadi gambaran bahwa meski pertanyaannya sama, cara masing-masing AI mengolah data dan menyusun proyeksi bisa menghasilkan kesimpulan yang tidak seragam.
Perbedaan jawaban di antara keenam chatbot tersebut juga memperlihatkan bahwa proses menyusun proyeksi tidak selalu mengikuti pola yang sama. Saat pertanyaan dirumuskan dengan konteks yang identik, sebagian AI cenderung menegaskan satu skenario final yang berulang, sementara sebagian lainnya justru memilih pemenang yang berbeda meski tetap mengacu pada data dan penalaran yang mereka rangkum.
Dari sisi konsistensi, empat chatbot yang menjagokan Spanyol menyusun narasi yang relatif selaras: finalnya diproyeksikan mempertemukan Spanyol dan Perancis, lalu Spanyol ditempatkan sebagai pihak yang paling berpeluang meraih trofi. Sebaliknya, Gemini dan Claude condong pada Perancis, dengan Gemini tetap menyebut Argentina sebagai kandidat yang layak diperhitungkan, sementara Claude tidak menambahkan penjelasan rinci lain selain pilihan tersebut.












