Peristiwa

ASN Ogan Ilir, Riyanti Ardila, buka suara setelah viral maki kurir paket dan sebut miskin

0
×

ASN Ogan Ilir, Riyanti Ardila, buka suara setelah viral maki kurir paket dan sebut miskin

Sebarkan artikel ini
ASN Ogan Ilir Buka Suara Usai Viral Maki Kurir Paket dan Sebut Miskin Regional 13 Juni 2026
Ilustrasi: ASN Ogan Ilir Buka Suara Usai Viral Maki Kurir Paket dan Sebut Miskin

jurnalistik.co.id – Riyanti Ardila, ASN Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, membuka suara setelah percakapan WhatsApp-nya dengan seorang kurir paket viral di media sosial. Dalam percakapan yang beredar, Riyanti diduga melontarkan kata-kata yang menyinggung dan merendahkan kurir tersebut.

Riyanti merupakan aparatur sipil negara atau ASN Pemkab Ogan Ilir. Ia menjadi sorotan setelah komunikasi dengan kurir paket bernama Bayu viral, terutama karena adanya ucapan yang disebut memaki dan menyebut soal kemiskinan.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis (11/6/2026) pagi. Awalnya, percakapan berlangsung ketika Riyanti menanyakan alamat kantor perusahaan jasa pengiriman barang.

Namun, komunikasi melalui WhatsApp tersebut kemudian berujung pada selisih paham. Tangkapan percakapan dan video yang beredar memperlihatkan respons Riyanti yang bernada merendahkan kepada Bayu.

Dalam tangkapan video yang diterima TribunSumsel.com dan Sripoku.com pada Jumat (12/6/2026), Riyanti terdengar dan terlihat melontarkan ucapan bernada merendahkan. “Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***,” kata Riyanti dalam tangkapan video tersebut.

Bukan hanya pesan tertulis, beredar pula rekaman suara yang diduga berisi ucapan Riyanti. Pada rekaman tersebut, Riyanti menyinggung statusnya sebagai PNS dan mengaitkannya dengan pembahasan kemiskinan.

Rekaman suara itu memuat kalimat, “Saya begini-begini PNS ya. Kalau kurir ya kurir aja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya,” ucap Riyanti. Ucapan tersebut kemudian ikut menjadi perhatian publik setelah percakapan viral.

Riyanti kemudian mengaku memberikan penjelasan setelah percakapannya dengan Bayu menyebar luas. Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa dipermainkan, sehingga muncul respons yang kemudian beredar di masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Riyanti mengakui adanya percakapan tersebut. Meski demikian, ia menyebut ada pihak yang memviralkan komunikasi antara dirinya dan kurir paket itu.

Riyanti juga menegaskan adanya konteks yang menurutnya berbeda dari penyebaran yang terjadi. Penjelasan yang disampaikan Riyanti disertai pengakuan bahwa percakapan WhatsApp yang menjadi sorotan benar berasal dari dirinya, meski ia menilai proses penyebarannya melibatkan pihak tertentu.

Viralnya percakapan ini membuat nama Riyanti dan Bayu menjadi perbincangan publik, khususnya terkait pilihan kata dalam komunikasi yang terjadi pada Kamis (11/6/2026) pagi. Hingga akhirnya, Riyanti memilih untuk buka suara dan merespons dugaan adanya pemakian serta penyebutan soal kemiskinan yang muncul dalam percakapan beredar.

Dengan penjelasan yang ia sampaikan, Riyanti berupaya meluruskan posisi dirinya terkait percakapan yang viral di media sosial. Ia tetap mengakui isi percakapan, namun mempertanyakan pihak yang menyebarkan dan menyatakan bahwa dirinya merasa dipermainkan.

Komunikasi WhatsApp yang awalnya berisi permintaan alamat kemudian berkembang menjadi sorotan luas karena cara penyampaian yang dinilai tidak pantas. Setelah percakapan itu beredar, publik menyoroti respons Riyanti kepada Bayu, baik dari sisi pilihan kata maupun nada yang tertangkap dalam materi yang diposting.

Rangkaian kejadian ini disebut berlangsung di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis (11/6/2026) pagi. Dari percakapan yang disertakan dalam tangkapan, Riyanti menanyakan alamat kantor perusahaan jasa pengiriman barang, lalu hubungan komunikasi diklaim beralih menjadi selisih paham. Dalam materi yang diterima TribunSumsel.com dan Sripoku.com pada Jumat (12/6/2026), Riyanti terdengar melontarkan ucapan bernada merendahkan, termasuk kaitan antara status PNS dan pembahasan kemiskinan pada rekaman suara yang ikut viral.

Setelah percakapan itu menyebar, Riyanti mengaku memberikan penjelasan terkait konteks yang menurutnya berbeda. Ia menyatakan percakapan WhatsApp yang menjadi sorotan memang berasal darinya, tetapi ia mempertanyakan adanya pihak yang memviralkan dan membuat pesan tersebut dipahami berbeda dari situasi awal. Riyanti juga menegaskan bahwa dirinya merasa dipermainkan, sehingga kemudian muncul respons yang akhirnya ikut menjadi perhatian.