Peristiwa

Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Dilaporkan Hilang di Air Terjun, Rekan Kerja Ikut Menyisir Pegunungan Arfak

×

Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Dilaporkan Hilang di Air Terjun, Rekan Kerja Ikut Menyisir Pegunungan Arfak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Hilang di Air Terjun, Rekan Kerja Ikut Sisir Pegunungan Arfak

jurnalistik.co.id – Operasi pencarian presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang dilaporkan hilang setelah diduga hanyut di lokasi Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, terus dioptimalkan. Hingga pencarian hari kedua pada Minggu (19/7/2026) sore, keberadaan korban belum ditemukan.

Yanto Idorway dilaporkan hanyut terseret arus sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Papua Barat. Insiden itu terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, saat korban bersama dua rekannya berada di lokasi wisata tersebut.

Menurut keterangan yang dihimpun tim terkait, ketika tiga wisatawan berkunjung ke Air Terjun Memti dan mencoba menyeberangi sungai, Yanto terpeleset lalu terseret arus. Setelah kejadian, dua rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan sekaligus melakukan pencarian mandiri, tetapi hasilnya tidak membuahkan temuan.

Laporan kecelakaan kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari pada pukul 20.30 WIT dari Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak, Haerun. Respon awal dilakukan dengan keberangkatan tim rescue pada pukul 20.52 WIT menggunakan satu unit rescue car, dengan waktu tempuh jalur darat sekitar lima hingga enam jam.

Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, menyampaikan bahwa kejadian berlangsung pada pukul 14.00 WIT saat tiga wisatawan berada di Air Terjun Memti. “Berdasarkan informasi yang kami terima, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIT ketika tiga wisatawan berkunjung ke Air Terjun Memti. Saat menyeberangi sungai, korban terpeleset lalu terseret arus,” ujar Yefri Sabaruddin dalam keterangan tertulisnya.

Pencarian hari kedua dimulai Minggu pagi pukul 07.30 WIT, diawali briefing bersama unsur gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, dan Kodim Pegaf. Setelah briefing, tim melanjutkan perjalanan menuju titik akhir pemberhentian kendaraan operasional.

Dari titik tersebut, pencarian masih membutuhkan upaya ekstra karena personel harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer melalui medan pegunungan yang terjal untuk mencapai titik kejadian perkara (TKP). Kondisi medan yang berat dan berubah-ubah menjadi tantangan utama selama proses penyisiran berlangsung.

Di tengah keterlibatan tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan pihak keluarga, rekan kerja Yanto dari TVRI Papua Barat juga memilih turun langsung menyusuri kawasan pegunungan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan solidaritas setelah informasi mengenai kehilangan sahabat mereka beredar.

Di antara rekan kerja yang terlibat adalah Jefri Arizona dan Apriliani Kmur. Keduanya memutuskan bergabung bersama tim pencarian sejak hari kedua, berdasar ikatan persahabatan yang telah lama terjalin erat dengan Yanto, baik di lingkungan kerja maupun di luar kantor.

“Saya dengan April ikut dalam tim pencarian karena Yanto ini kan sahabat dekat di kantor. Bukan hanya di kantor, tapi juga di luar. Kebetulan keluarga mengajak kami ikut dalam tim pencarian, jadi kami memutuskan untuk turun langsung membantu pencarian,” ujar Jefri Arizona di lokasi pencarian pada Minggu (19/7/2026), dikutip dari RRI.co.id.

Jefri juga mengungkapkan bahwa akses menuju area air terjun dan jalur menuju TKP menguras fisik. Tim menghadapi jalur berbukit, jalan setapak yang licin, serta perubahan cuaca khas pegunungan yang dinamis, sehingga proses pencarian memerlukan kesiapan kondisi tubuh dan kehati-hatian saat bergerak.

“Untuk informasi sekarang, pencarian masih harus dilanjutkan besok pagi karena situasi cuaca dan medan yang sangat ekstrem. Untuk mencapai lokasi kejadian juga membutuhkan tenaga yang luar biasa. Medannya benar-benar menguras tenaga,” tambah Jefri.

Sampai saat pencarian hari kedua berlanjut, tim terus melakukan penyisiran di area-area yang dinilai memungkinkan. Namun, hingga Minggu (19/7/2026) sore, hasil yang ditunggu belum juga muncul, sehingga proses pencarian masih harus diteruskan pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan.