jurnalistik.co.id – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) Provinsi Gorontalo periode 2026–2030 resmi dilantik pada Senin, 20/7/2026. Pelantikan berlangsung di Hotel Eljie Syariah, Kota Gorontalo.
Ketua Umum APWNU, KH Imam Subali, memimpin prosesi pelantikan tersebut. Acara turut dihadiri Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Masran Rauf selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi atas pelantikan DPW APWNU. Ia berharap pengurus baru dapat menjadi momentum dalam pengelolaan sektor pertambangan di daerah.
Gubernur menitipkan pesan agar APWNU berperan mempercepat solusi terkait legalitas. Menurutnya, persatuan menjadi kunci agar upaya penataan sektor dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Gubernur juga menegaskan fungsi APWNU sebagai jembatan bagi para penambang rakyat. Masran Rauf menyampaikan pesan tersebut secara langsung saat membacakan sambutan.
“APWNU harus menjadi jembatan yang mempersatukan para penambang rakyat. Bantu pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya legalitas formal, transisi dari Wilayah Pertambangan Rakyat menuju Izin Pertambangan Rakyat, agar aktivitas ekonomi warga memiliki payung hukum yang sah dan bebas dari rasa cemas,” ucap Masran.
Gubernur selanjutnya mengingatkan bahwa penambang rakyat perlu diposisikan sebagai tuan rumah di tanah mereka sendiri. Arahan ini selaras dengan kebutuhan peningkatan kapasitas agar aktivitas penambangan dapat berlangsung lebih tertib dan berkelanjutan.
DPW APWNU, lanjutnya, diharapkan mampu memberdayakan penambang tradisional dari berbagai aspek. Poin yang ditekankan mencakup keselamatan kerja, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, hingga akses permodalan bagi pelaku di lapangan.
Berita Terkait
Gubernur menekankan komitmen agar sektor pertambangan benar-benar membawa dampak perbaikan kualitas hidup. Ia menilai penguatan tata kelola yang baik akan mencegah konflik sosial sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin sektor ini menaikkan taraf hidup masyarakat secara bermartabat, bukan justru memicu konflik sosial. Saya menuntut komitmen penuh dari APWNU untuk mengawal praktik tambang yang ramah lingkungan, kurangi pencemaran zat kimia berbahaya, dan lakukan reklamasi wilayah pascatambang demi keberlangsungan alam Gorontalo,” kata Masran.
Dalam arahannya, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menempatkan DPW APWNU sebagai mitra strategis. Harapannya, asosiasi dapat membantu pemerintah daerah mengelola potensi pertambangan secara tertib dan bijaksana.
Melalui sinergi tersebut, kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat secara nyata. Pemerintah menilai kontribusi yang terarah akan menjadi penopang bagi kemajuan yang lebih luas, sejalan dengan kebutuhan pembangunan Nusantara.
Prosesi pelantikan DPW APWNU Provinsi Gorontalo periode 2026–2030 di Hotel Eljie Syariah menjadi penanda dimulainya masa kerja pengurus baru. Sejumlah pihak yang hadir menyepakati pentingnya penguatan peran organisasi dalam mengawal tata kelola pertambangan rakyat.
Di bawah kepemimpinan pengurus periode berjalan, APWNU diharapkan meneruskan agenda pemberdayaan sekaligus pendampingan di level masyarakat. Penekanan legalitas formal, transisi menuju Izin Pertambangan Rakyat, serta edukasi untuk mengurangi kekhawatiran warga menjadi bagian dari fokus yang disampaikan dalam acara pelantikan.
Selain itu, dorongan peningkatan keselamatan kerja dan penggunaan teknologi ramah lingkungan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah berharap pengurus mampu mendorong praktik yang lebih baik di lapangan, termasuk upaya reklamasi wilayah pascatambang agar alam Gorontalo tetap terjaga.
Dengan tersusunnya pengurus DPW APWNU periode 2026–2030, Pemerintah Provinsi Gorontalo menaruh harapan pada tersedianya kerja sama yang semakin solid. Pada akhirnya, keseimbangan antara pengelolaan potensi pertambangan dan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat terwujud melalui langkah yang tertib, bijaksana, dan berkomitmen.








