Hukum & Kriminal

Profil Muhammad Nas, Jenderal Ahli Telik Sandi yang Menenangkan Massa di Markas Brimob Kwitang

0
×

Profil Muhammad Nas, Jenderal Ahli Telik Sandi yang Menenangkan Massa di Markas Brimob Kwitang

Sebarkan artikel ini
Profil Muhammad Nas, Jenderal Ahli Telik Sandi yang Redamkan Massa di Markas Brimob Kwitang
Ilustrasi: Profil Muhammad Nas, Jenderal Ahli Telik Sandi yang Redamkan Massa di Markas Brimob Kwitang

jurnalistik.co.id – Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas tampil perdana sebagai Juru Bicara TNI di Balai Wartawan, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa (9/6/2026).

Peliputan mengenai kemunculannya sebagai juru bicara itu dimuat pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 05:24 WIB.

Sebelum dipercaya menjalankan peran tersebut, Muhammad Nas menjabat sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Asintel Kaskostrad) sejak Maret 2025.

Penampilan perdana di Balai Wartawan

Dalam kesempatan itu, Muhammad Nas memperkenalkan diri sebagai juru bicara TNI di ruang yang menjadi rujukan berbagai pihak untuk mendapatkan penjelasan resmi.

Penetapan posisi tersebut menandai fase baru dalam tugasnya di lingkungan TNI, setelah periode sebelumnya yang ia jalani di fungsi intelijen pada struktur Kaskostrad.

Menenangkan massa di Markas Brimob Kwitang

Di luar agenda resminya sebagai juru bicara, Muhammad Nas sempat menjadi sorotan karena berperan dalam meredam situasi saat massa menggelar aksi unjuk rasa di Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Pada saat itu, Muhammad Nas menemui pendemo bersama Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Anton Asrar.

Pertemuan dengan massa dilakukan setelah insiden yang memicu gelombang aksi terjadi di lokasi terkait, ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Dalam rangkaian situasi tersebut, peran komunikasi lapangan ditunjukkan melalui langkah menemui massa secara langsung, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di tengah kerumunan.

Latar belakang kelahiran dan pendidikan

Muhammad Nas lahir di Nagari Gadut, Agam, Sumatera Barat, pada 8 Juni 1975.

Ia tercatat sebagai abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1998.

Rekam jejak di korps Infanteri Kostrad dan spesialisasi intelijen

Menurut profil yang diberitakan, Muhammad Nas dikenal memiliki rekam jejak di korps Infanteri Kostrad.

Dalam profil tersebut juga disebutkan bahwa ia memiliki spesialisasi mendalam di bidang intelijen militer.

Karakter penugasan dan latar keilmuannya itu kemudian sejalan dengan jabatan yang sebelumnya ia emban sebagai Asintel Kaskostrad sejak Maret 2025 sebelum tampil sebagai Juru Bicara TNI di Balai Wartawan Mabes TNI.

Dengan rangkaian peran yang pernah dijalani—mulai dari fungsi intelijen hingga keterlibatan komunikasi lapangan pada situasi yang mendapat perhatian publik—Muhammad Nas dipotret sebagai figur yang menekankan pendekatan penanganan melalui langkah-langkah yang menenangkan.

Perjalanan karier yang dirinci dalam pemberitaan juga menempatkan pendidikan di Akmil 1998 serta asal-usulnya dari Nagari Gadut, Agam, sebagai bagian dari identitas yang menyertai perjalanan tugasnya di lingkungan militer.

Seluruh informasi tersebut menjadi gambaran ringkas mengenai sosok Muhammad Nas, yang pada awal Juni 2026 tampil perdana sebagai Kapuspen TNI dalam kapasitas juru bicara.

Dalam agenda tersebut, Kapuspen TNI mempertegas bahwa informasi resmi akan disampaikan melalui kanal juru bicara, sehingga pertanyaan wartawan dapat dijawab dengan rujukan yang sama.

Pergantian penugasan yang ia jalani terlihat dari rentang sejak Maret 2025, ketika ia mengemban tugas intelijen di Kaskostrad, hingga akhirnya dipercaya memimpin komunikasi publik pada awal Juni 2026.

Sorotan publik pada momen di Kwitang muncul karena rangkaian aksi terkait insiden kematian Affan Kurniawan; setelah situasi bergolak, pertemuan dilakukan dengan Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Anton Asrar, untuk menurunkan tensi.

Di sisi lain, pemberitaan juga menempatkan identitas kelahiran dan pendidikan sebagai bagian dari latar yang membentuk cara pandangnya. Akmil 1998, rekam jejak di korps Infanteri Kostrad, serta spesialisasi intelijen digambarkan berjalan beriringan dengan pola penugasan yang menenangkan.

Keterangan mengenai penampilan perdananya kemudian dimuat pada Rabu 10 Juni 2026 pukul 05:24 WIB, menunjukkan bahwa momen tersebut segera menarik perhatian setelah acara di Balai Wartawan.