jurnalistik.co.id – Anak sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Mahidol, berpulang pada Kamis (11/6/2026) malam dalam usia 47 tahun. Kabar duka itu diumumkan pihak Istana Kerajaan Thailand melalui pengumuman resmi pada Jumat (12/6/2026).
Menurut pernyataan istana, putri tersebut meninggal dunia setelah mengalami koma selama hampir empat tahun. Sebelum akhirnya wafat, kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha disebut terus memburuk.
Kondisi putri kerajaan itu dinyatakan memburuk akibat sejumlah komplikasi kesehatan. Pihak istana menyebut, “Kondisinya memburuk akibat infeksi intra-abdomen, kolitis, tekanan darah rendah, aritmia, dan gangguan pembekuan darah,” dalam pernyataan resminya.
Sebelum periode koma hampir empat tahun tersebut, Putri Bajrakitiyabha dilarikan ke rumah sakit pada Desember 2022. Saat itu, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat kondisi jantung ketika sedang berkunjung ke Provinsi Nakhon Ratchasima di timur laut Thailand.
Setelah kejadian tersebut, putri kemudian langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju ibu kota Bangkok untuk menjalani perawatan medis intensif. Rangkaian perawatan itu berlangsung hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pada 11 Juni 2026 malam.
Profil singkat Putri Bajrakitiyabha Mahidol
Putri Bajrakitiyabha lahir pada 7 Desember 1978 dari hubungan Vajiralongkorn yang saat itu masih menjadi putra mahkota dengan istri pertamanya, Putri Soamsawali. Dalam struktur kerajaan, ia merupakan salah satu dari tiga anak Raja Vajiralongkorn yang memiliki gelar formal.
Berdasarkan konstitusi Thailand, putri tersebut juga memenuhi syarat untuk naik takhta. Penegasan kesesuaian tersebut menjadi bagian dari kedudukannya di lingkungan kerajaan, sekaligus menempatkannya sebagai figur yang memiliki peran dan kepentingan publik.
Selain menjalankan kehidupan kerajaan, Putri Bajrakitiyabha juga dikenal aktif dalam ruang publik. Di masyarakat Thailand, ia dikenang karena perannya dalam kegiatan publik, karier diplomatik, serta upayanya untuk meningkatkan taraf hidup narapidana perempuan.
Latar pendidikan dan karier
Mengenai latar belakang pendidikannya, Putri Bajrakitiyabha menempuh pendidikan hukum di Cornell University. Ia kemudian meraih gelar magister dan doktor, sebelum meniti karier profesional.
Setelah menyelesaikan studi, ia merintis karier sebagai pengacara di Kantor Jaksa Agung Thailand pada periode 2006 hingga 2011. Langkah karier tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya di bidang profesional sebelum publik semakin mengenal dirinya melalui peran-peran yang lebih luas.
Kabar duka ini datang setelah Ibu Suri Thailand meninggal dunia pada usia 93 tahun pada Oktober tahun lalu. Dengan berpulangnya Putri Bajrakitiyabha, keluarga kerajaan kembali kehilangan satu figur penting yang selama ini menonjol melalui aktivitas publik, kedudukan formal, serta kontribusinya dalam berbagai ranah kehidupan di Thailand.
Dalam pengumuman istana, perjalanan kesehatan Putri Bajrakitiyabha digambarkan berlangsung dalam jangka panjang sebelum kabar duka ini diumumkan. Ia disebut mengalami koma hampir empat tahun, dengan kondisi yang secara bertahap menurun. Perincian yang disampaikan pihak kerajaan juga menyoroti bahwa sejumlah gangguan medis hadir secara bersamaan, sehingga proses pemulihan tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Di Desember 2022, Putri Bajrakitiyabha sempat dibawa ke rumah sakit setelah insiden yang terjadi secara mendadak ketika ia sedang berkunjung di Provinsi Nakhon Ratchasima. Saat itu, hilangnya kesadaran dikaitkan dengan kondisi jantung. Setelah penanganan awal, ia kemudian diterbangkan menggunakan helikopter ke Bangkok untuk menjalani perawatan intensif, yang berlangsung dalam rangkaian medis hingga akhir hayat pada 11 Juni 2026 malam.
Menjelang akhir perawatan, pihak istana menjelaskan bahwa memburuknya kondisi dipicu oleh infeksi di bagian dalam perut, kolitis, disertai tekanan darah yang rendah, aritmia, serta adanya gangguan pada pembekuan darah. Dengan kombinasi komplikasi tersebut, keadaan tubuhnya terus mengalami penurunan. Dalam konteks itu, pengumuman resmi juga menegaskan bahwa periode penurunan kesehatan telah lama terjadi sebelum wafat diumumkan.
Dari sisi peran keluarga kerajaan, Putri Bajrakitiyabha dikenal memiliki kedudukan formal dan juga memenuhi syarat menurut ketentuan konstitusi. Selain berada dalam struktur tiga anak Raja Vajiralongkorn yang memiliki gelar resmi, ia aktif hadir di ruang publik. Ia dikenang karena keterlibatannya dalam kegiatan masyarakat, jejak karier diplomatik, serta upaya meningkatkan taraf hidup narapidana perempuan. Latar pendidikan hukum yang ia tempuh di Cornell University, termasuk magister dan doktor, kemudian berlanjut pada pengalaman profesional sebagai pengacara di Kantor Jaksa Agung Thailand selama 2006 hingga 2011.








