jurnalistik.co.id – Di tengah rimbunnya hutan Pegunungan Qinling di China barat, seekor panda raksasa dengan warna bulu yang tak lazim menarik perhatian sekaligus menjadi bahan kajian penting bagi para ilmuwan.
Hewan tersebut bernama Qi Zai. Tidak seperti mayoritas panda raksasa yang dikenal dengan pola hitam-putih, Qi Zai memiliki bulu coklat muda dan putih yang sangat jarang ditemukan.
Kombinasi warna itu membuatnya dijuluki “panda coklat” sekaligus dikenal sebagai satu-satunya panda raksasa cokelat yang hidup di penangkaran saat ini.
Warna langka dan kaitan genetik
Para peneliti mengaitkan kemunculan warna coklat pada Qi Zai dengan mutasi genetik langka yang memengaruhi produksi pigmen bulu. Temuan tersebut memberi pemahaman baru tentang variasi genetik dalam spesies panda raksasa.
“Penelitian terhadap Qi Zai membantu kami memahami mekanisme biologis di balik variasi warna panda,” kata peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), dikutip dari Xinhua (19/5/2026).
Selain warna bulunya, nama Qi Zai juga memiliki makna khusus. Qi Zai berarti putra ketujuh, dan ia disebut sebagai panda jantan.
Kisah bermula dari penemuan bayi yang lemah
Kisah Qi Zai bermula pada 1 November 2009, ketika staf konservasi menemukan seekor anak panda yang sangat lemah di Cagar Alam Nasional Foping.
Usia anak panda itu diperkirakan sekitar dua bulan, dengan berat kira-kira 2 kilogram. Dalam penelusuran saat itu, tim konservasi menilai kondisi bayi panda tersebut membutuhkan penanganan intensif sejak awal.
Liang Qihui, seorang staf senior di kawasan konservasi tersebut, mengenang momen penemuan itu. Ia mengatakan, anak panda ditemukan setelah induknya pergi ke hutan.
“Anak panda kecil itu memiliki bercak bulu coklat dan terlihat sangat lemah,” kenangnya.
Berita Terkait
Untuk melindungi Qi Zai, tim konservasi kemudian membawanya ke pusat penelitian satwa liar di Shaanxi agar mendapatkan perawatan intensif. Pada awalnya, kondisi Qi Zai masih rapuh, tetapi setelah memperoleh perawatan medis dan susu panda dari pusat penelitian, ia secara bertahap pulih dan tumbuh sehat.
Perjalanan pemulihan inilah yang kemudian membuat Qi Zai menjadi figur penting, bukan hanya karena kelangkaan warnanya, tetapi juga karena karakteristik biologisnya yang menjadi pembahasan dalam studi variasi warna panda.
Qi Zai di Qinling dan arti kawasan bagi keanekaragaman hayati
Qi Zai berasal dari subspesies panda Qinling yang hidup di Shaanxi dan dikenal memiliki karakteristik genetik yang khas. Pegunungan Qinling dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati paling penting di China.
Pegunungan ini menjadi batas geografis alami antara China utara dan selatan. Dengan posisi tersebut, Qinling sekaligus menyediakan habitat bagi beragam spesies langka.
Selain panda raksasa, kawasan Qinling juga dihuni oleh monyet hidung pesek emas, takin, serta burung ibis jambul yang pernah berada di ambang kepunahan. Keberadaan spesies-spesies tersebut menegaskan pentingnya Qinling sebagai ruang hidup yang dilindungi.
Restorasi ekologi dan perlindungan ekologi di Pegunungan Qinling juga disebut berkontribusi pada meningkatnya populasi hewan yang dilindungi, termasuk burung ibis jambul. Pada saat yang sama, pariwisata ekologi serta perkembangan industri hijau lainnya disebut tumbuh pesat.
Penampakan di pangkalan penelitian dan penangkaran
Qi Zai telah beberapa kali terlihat dalam berbagai dokumentasi di Basis Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa Qinling. Pencatatan visual juga menunjukkan bagaimana panda ini beraktivitas di habitat penangkaran.
Misalnya, pada 7 September 2018, Qi Zai tampak sedang memakan bambu di pangkalan tersebut di Provinsi Shaanxi, China barat laut. Foto lain juga memperlihatkan Qi Zai pada 3 Desember 2019 di Xi’an, Provinsi Shaanxi.
Dalam berbagai momen itu, warna bulu coklat muda dan putihnya tetap menjadi ciri paling menonjol. Keunikan inilah yang membuat Qi Zai terus mendapat perhatian, baik dari pengunjung maupun dari kalangan peneliti yang ingin memahami lebih jauh variasi genetik pada panda raksasa.
Hingga kini, Qi Zai berdiri sebagai contoh bagaimana satu individu dapat membuka jendela pengetahuan baru tentang mekanisme biologis di balik perbedaan warna. Pada saat yang sama, ia juga menjadi simbol daya tarik emosional bagi para pengunjung yang datang untuk melihat langsung panda langka tersebut.












