Daerah

Relokasi RPH Surabaya Tak Pengaruhi Jumlah Pelanggan Meski Sempat Ditolak dan Didemo

1
×

Relokasi RPH Surabaya Tak Pengaruhi Jumlah Pelanggan Meski Sempat Ditolak dan Didemo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sempat Ditolak dan Didemo, Rencana Relokasi RPH Surabaya Tak Pengaruhi Jumlah Pelanggan

jurnalistik.co.id – SURABAYA — Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya dari Pegirian ke Tambak Oso Wilangun tak disebut mengganggu minat pelanggan yang memakai jasa pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1447 H. Di tengah penolakan dan demonstrasi yang sempat muncul dari kalangan pedagang, aktivitas pemotongan di RPH Pegirian tetap berjalan seperti biasa.

Direktur utama perseroda RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, mengatakan pemindahan aktivitas pemotongan sapi itu tetap akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan rencana yang disampaikan, proses relokasi dimulai pada 1 Juni 2026.

Fajar menjelaskan alasan pemindahan tidak dilakukan terburu-buru. Menurut dia, fasilitas di lokasi baru masih membutuhkan penyelesaian sebelum operasional dipindahkan sepenuhnya.

“Kenapa menunggu setelah Idul Adha, karena di Tambak Oso Wilangun masih ada beberapa sarana prasarana yang harus diselesaikan. Jadi saya tidak ingin buru-buru pindah, sementara di sana belum selesai. Makanya kita selesaikan, alhamdulillah ada waktu sampai dengan akhir Mei ini,” ucap Fajar, Rabu (27/5/2026).

Ia juga menegaskan, penolakan yang sempat disuarakan para pedagang tidak memengaruhi jumlah pelanggan jasa potong hewan kurban di RPH. Menurut dia, sebagian besar pelanggan tetap melanjutkan penggunaan layanan tersebut dan menyesuaikan dengan lokasi baru nanti.

“Alhamdulillah mayoritas menyatakan tidak keberatan. Jadi sebenarnya perpindahan TPA saya bersyukur karena pelanggan-pelanggan tetap kami tidak pindah atau tidak lari, tapi tetap menyesuaikan dengan lokasi RPH yang baru di Tambak Oso Wilangun,” paparnya.

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, tercatat 180 hewan kurban dipotong di RPH Pegirian, Surabaya. Penyembelihan dilakukan mulai Rabu (27/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026), sebelum hari tasyrik tiba.

Fajar mengatakan pihaknya masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memotong hewan kurban di RPH Surabaya. Pendaftaran terakhir dibuka sampai Kamis (28/5/2026), sedangkan slot pemotongan pada Jumat dan Sabtu masih tersedia.

“Untuk itu kami RPH Surabaya masih ingin memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin memotong di RPH Surabaya, kita berikan pendaftaran terakhir buka sampai dengan hari besok, Kamis (28/5/2026) dan masih ada slot di hari Jumat dan Sabtu,” ucap Fajar.

Ia menambahkan, tahun ini RPH Surabaya tidak menjual hewan kurban. Layanan yang disediakan adalah jasa potong, kemas, dan kirim dengan tarif Rp 2,8 juta. Sementara itu, jasa potong dan lepas tulang dikenakan biaya Rp 2 juta.

“Kemudian potong daging lepas tulang, artinya potong karkas masih besar-besar dan masih memungkinkan panitia mencacah, menimbang dan mengemasi serta membagikan,” katanya.

Di tengah rencana perpindahan itu, aktivitas layanan kurban tetap berjalan normal di Pegirian. Jumlah hewan yang dipotong, jadwal layanan, serta tarif jasa disebut masih mengikuti ketentuan yang sudah berjalan, sambil menunggu operasional di Tambak Oso Wilangun benar-benar siap.

Relokasi RPH Surabaya sendiri sempat menjadi sorotan karena dinilai sejumlah pihak dapat memengaruhi mata pencarian ribuan warga yang terkait di dalamnya. Namun, dari penjelasan manajemen, proses pemindahan akan tetap dilanjutkan setelah seluruh sarana dan prasarana di lokasi baru selesai.

Dengan skema seperti itu, manajemen RPH tampak berupaya menjaga agar proses transisi tidak mengganggu layanan yang sudah berjalan untuk masyarakat. Fokus utamanya kini bukan sekadar memindahkan aktivitas pemotongan, melainkan memastikan perpindahan berlangsung rapi dan tidak menimbulkan hambatan bagi pelanggan yang selama ini bergantung pada layanan tersebut.

Di sisi lain, rencana relokasi juga menunjukkan bahwa operasional RPH masih berada pada fase penyesuaian. Selama fasilitas di lokasi baru belum tuntas, Pegirian tetap menjadi titik layanan utama untuk musim kurban tahun ini. Karena itu, pembukaan pendaftaran hingga Kamis serta ketersediaan slot pada Jumat dan Sabtu menjadi penanda bahwa pelayanan masih terus dibuka sambil menunggu kesiapan penuh di Tambak Oso Wilangun.