Daerah

Rusa Viral Makan Sampah Plastik, Pemkot Solo Siapkan Konsep Penangkaran Baru di Taman Sriwedari

1
×

Rusa Viral Makan Sampah Plastik, Pemkot Solo Siapkan Konsep Penangkaran Baru di Taman Sriwedari

Sebarkan artikel ini
Viral Rusa Makan Sampah, Pemkot Solo Siapkan Konsep Penangkaran Baru Taman Sriwedari Regional 7 Juni 2026
Ilustrasi: Viral Rusa Makan Sampah, Pemkot Solo Siapkan Konsep Penangkaran Baru Taman Sriwedari

jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan penataan kawasan rusa di Taman Sriwedari setelah viral unggahan seekor rusa yang terlihat memakan sampah plastik di area wisata tersebut.

Penataan itu direncanakan mencakup konsep penangkaran untuk mengatur mobilitas rusa, sekaligus perbaikan fasilitas pendukung di lokasi agar risiko serupa tidak terulang.

Wali Kota Solo lewat peninjauan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyebutkan terdapat 31 ekor rusa yang saat ini perlu ditangani melalui konsep penangkaran.

Penangkaran untuk 31 rusa

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan hasil peninjauan menunjukkan 31 ekor rusa membutuhkan penanganan dengan pendekatan penangkaran.

“Banyak masukan ya dari kondisi yang ada ini, termasuk perlunya ada penangkaran supaya tidak bisa bebas berjalan ke mana-mana sehingga bisa tetap nyaman,” kata Astrid, Sabtu (6/6/2026).

Astrid juga menegaskan, penataan yang dilakukan tidak mengubah kondisi kesehatan rusa secara negatif. Menurutnya, seluruh rusa tetap dalam kondisi sehat dan tetap mendapat pakan yang layak.

“Tapi secara umum kita pastikan semuanya sehat, semuanya ada tempat untuk beristirahat, ada tempat untuk makan ya, untuk pangan yang kita juga siapkan. Pakan diberikan sekali sehari, kemudian ada penambahan volume pakan juga ya, yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Mobilitas dibatasi, ruang hidup tetap disediakan

Dalam konsep yang disiapkan, Astrid menyatakan penangkaran tidak bertujuan menghilangkan ruang gerak alami rusa, melainkan membatasi mobilitas agar tidak keluar ke area yang berisiko.

“Kami beri ruang untuk mereka hidup secara bebas. Hanya saja kan mungkin lebih dibatasi dari sisi mobilitasnya tidak sampai ke mana-mana,” katanya.

Rusa, dalam skema ini, tetap ditempatkan dalam satu kawasan khusus yang masih memungkinkan pengunjung berinteraksi dan memberi makan.

“Jadi ada satu ruang khusus kalau dalam konsep penangkaran itu, masih dalam satu kawasan di mana masyarakat masih bisa memberikan makan, tapi di sisi lain hewan ini juga tidak bisa keluar wilayah penangkaran sehingga tidak ada risiko-risiko seperti kemarin ya, sampai ke tempat sampah dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dengan demikian, penataan diarahkan untuk menjaga kenyamanan serta menekan potensi rusa mengakses area yang memunculkan risiko, seperti tempat sampah.

Tempat sampah diganti model tertutup

Selain menata area penangkaran, Pemkot Solo juga membenahi fasilitas pendukung di Taman Sriwedari.

Salah satu yang akan dilakukan adalah mengganti tempat sampah yang terbuka dengan model tertutup untuk mengurangi peluang rusa menjangkau sampah.

“Ada standarisasi tempat sampah yang tidak terbuka, kemudian tidak gampang dijangkau oleh hewan-hewan dalam hal ini rusa gitu ya, supaya lebih higienis, lebih bersih,” kata Astrid.

Astrid turut mengimbau pengunjung agar menjaga kebersihan kawasan wisata dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Awal penataan setelah rusa terekam memakan sampah plastik

Langkah penataan ini dilakukan setelah foto seekor rusa yang tampak mengorek dan memakan sampah plastik di Taman Sriwedari viral di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram @diantarasolo pada Jumat (5/6/2026) dan memicu beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan pengelolaan rusa di kawasan wisata tersebut.

Menanggapi respons publik itu, Pemkot Solo menyampaikan bahwa konsep penanganan disusun tidak hanya untuk mengatur akses rusa ke area berisiko, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan pakan dan tempat istirahat.

Dengan kombinasi penataan penangkaran dan pembenahan fasilitas pendukung, pemerintah menargetkan suasana di Taman Sriwedari tetap nyaman bagi pengunjung serta lebih aman bagi rusa, khususnya terkait interaksi rusa dengan sampah.