Bisnis & Ekonomi

Saham SpaceX Turun Hampir 5 Persen, Reli Tiga Hari Terhenti

×

Saham SpaceX Turun Hampir 5 Persen, Reli Tiga Hari Terhenti

Sebarkan artikel ini
Saham SpaceX Turun Hampir 5 Persen, Reli Tiga Hari Terhenti Money 18 Juni 2026
Ilustrasi: Saham SpaceX Turun Hampir 5 Persen, Reli Tiga Hari Terhenti

jurnalistik.co.id – Saham SpaceX akhirnya mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa. Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), saham perusahaan antariksa dan kecerdasan buatan milik Elon Musk itu ditutup melemah 4,95 persen menjadi 191,82 dollar AS per saham.

Koreksi tersebut mengakhiri reli tiga hari berturut-turut yang sebelumnya mendorong valuasi SpaceX masuk ke jajaran perusahaan paling bernilai di dunia. Sejak penawaran umum perdana saham (IPO), harga saham SpaceX tercatat sempat melonjak sekitar 58 persen di atas harga penawarannya.

Kenaikan SpaceX juga terlihat dari capaian berurutan yang menggeser posisi sejumlah pesaing. Sehari setelah SpaceX berhasil melampaui Amazon, saham perusahaan tersebut tercatat berada pada puncak valuasi yang membuatnya menjadi salah satu yang terbesar.

Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), valuasi SpaceX bahkan sempat melampaui Microsoft. Namun, pada Rabu, pasar justru mencatat penurunan sehingga euforia yang terbentuk pada awal perdagangan mulai menghadapi ujian awal.

Ujian euforia investor ritel

Menurut data Vanda Research, penurunan harga saham SpaceX menjadi salah satu indikator awal terkait keberlanjutan antusiasme investor ritel yang selama beberapa hari terakhir menjadi pendorong kenaikan. Dalam laporan yang diterbitkan Rabu, Vanda menyebut minat investor ritel terhadap SpaceX masih berada pada level yang sangat tinggi.

Vanda juga menuliskan, “SpaceX kini menjadi saham yang paling banyak dibeli investor ritel selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Pembelian bersih pada sesi sebelumnya mencapai 144,6 juta dollar AS,”

Secara total, investor ritel mencatat pembelian bersih saham SpaceX senilai 369,8 juta dollar AS dalam tiga hari perdagangan terakhir. Sebagai perbandingan, pembelian bersih investor ritel terhadap ETF Nasdaq QQQ selama periode yang sama hanya mencapai 100 juta dollar AS, sedangkan Nvidia sebesar 88,2 juta dollar AS.

Lebih lanjut, Vanda menyebut volume pembelian saham SpaceX oleh investor ritel sekitar empat kali lebih besar dibandingkan dua instrumen investasi yang selama ini menjadi favorit investor individu tersebut. Perbedaan besaran pembelian ini membantu menjelaskan mengapa pergerakan harga SpaceX terasa responsif terhadap permintaan di pasar.

Pasokan terbatas dan menanti periode lock-up berakhir

Lonjakan harga saham SpaceX juga dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah saham yang tersedia di pasar. Hanya sekitar 4,2 persen dari total saham perusahaan yang dapat diperdagangkan sejak hari pertama pencatatan, sehingga pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap lonjakan permintaan.

Meskipun demikian, pasar juga mulai mencermati potensi tekanan yang dapat muncul ketika pasokan saham bertambah dalam beberapa bulan mendatang. Ketika periode penguncian saham (lock-up) berakhir, para pemegang saham internal akan memiliki kesempatan untuk menjual saham mereka ke pasar.

Sentimen opsi mulai melemah

Di sisi lain, sentimen di pasar opsi juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Menurut Bloomberg, perdagangan kontrak opsi saham SpaceX yang baru dibuka pada Selasa mencatat volume lebih dari 1,7 juta kontrak.

Pada awal perdagangan, transaksi didominasi kontrak call yang mencerminkan optimisme terhadap kenaikan harga saham. Namun hingga penutupan pasar, kontrak put yang digunakan investor untuk melindungi portofolio atau berspekulasi terhadap penurunan harga mencakup sekitar 44 persen dari total transaksi.

Peningkatan porsi kontrak put itu mengindikasikan sebagian pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi koreksi harga. Kendati demikian, saham SpaceX masih berada jauh di atas level IPO, sehingga perubahan komposisi transaksi opsi menjadi sinyal yang lebih bersifat peringatan ketimbang pembalikan penuh sejak awal melantai.