Daerah

Sapi Kurban di Bogor Mengamuk Saat Diturunkan dari Pick Up, Kabur hingga Masuk Gorong-gorong

0
×

Sapi Kurban di Bogor Mengamuk Saat Diturunkan dari Pick Up, Kabur hingga Masuk Gorong-gorong

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sapi Kurban di Bogor Ngamuk Saat Diturunkan dari Pick Up, Kabur hingga Masuk Gorong-gorong

jurnalistik.co.id – Seekor sapi kurban membuat warga Desa Kalisuren, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, panik setelah berontak saat hendak diturunkan dari mobil pikap. Hewan itu kemudian kabur, menyeberangi jalan utama kawasan Bomang, dan berakhir terjebak di dalam gorong-gorong.

Peristiwa tersebut memicu laporan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bogor. Tim rescue dari sektor Parung pun dikerahkan untuk melakukan pertolongan darurat setelah menerima informasi dari warga pada pukul 04.20 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan kejadian berlangsung pada Rabu pagi. Menurut dia, tim dari Sektor Parung langsung bergerak setelah menerima laporan bahwa sapi kurban tiba-tiba berontak dan lepas kendali.

Insiden bermula ketika sapi itu hendak diturunkan dari mobil pikap di dekat sebuah musala di Perumahan Bumi Indah Pesona, Blok D40 Nomor 28, Jalan Delima Raya, Desa Kalisuren. Saat proses penurunan berlangsung, sapi mendadak memberontak. Warga yang panik kemudian melepas tali yang mengikat tanduk hewan tersebut.

Setelah itu, sapi langsung kabur dan melintasi jalan utama kawasan Bomang. Hewan kurban tersebut disebut berlari sekitar 500 meter dari lokasi musala sebelum akhirnya masuk ke gorong-gorong dan tidak bisa keluar sendiri.

Karena situasi dinilai rawan dan sapi tak mampu naik ke atas, warga segera menghubungi tim Disdamkar Rescue Parung. Laporan itu ditindaklanjuti cepat oleh petugas yang kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Tim rescue yang dikerahkan berjumlah empat personel. Mereka datang dengan menggunakan dua sepeda motor dan membawa sejumlah perlengkapan penyelamatan, di antaranya tali karmantel, tali webbing, helm, sarung tangan, dan senter.

Proses evakuasi berlangsung hingga akhirnya sapi berhasil diamankan sekitar pukul 06.10 WIB. Setelah hewan itu dikeluarkan dari gorong-gorong, situasi di lokasi dinyatakan kembali kondusif.

Yudi mengatakan sapi tersebut berhasil dievakuasi oleh tim rescue yang bertugas di lapangan. Ia menegaskan kondisi di lokasi sudah kembali tenang setelah penanganan selesai dilakukan.

Peristiwa sapi kurban yang lepas kendali ini menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di pagi hari dan sempat membuat suasana di kawasan perumahan tersebut tegang. Namun, berkat respons cepat warga dan petugas, hewan kurban itu akhirnya bisa diselamatkan tanpa menimbulkan gangguan lanjutan di lokasi.

Situasi yang semula tampak biasa saat proses penurunan hewan kurban berubah menjadi kejadian yang membuat warga ikut sigap. Dalam kondisi seperti itu, konsentrasi dan kehati-hatian menjadi penting karena satu gerakan panik dari hewan dapat memicu risiko yang lebih besar, terutama ketika lokasi berada di area jalan yang masih dilalui aktivitas warga.

Warga di sekitar lokasi juga terlihat berupaya menenangkan keadaan sambil menunggu bantuan datang. Meski sapi sempat berlari cukup jauh dari titik awal, penanganan tetap diarahkan agar hewan tersebut tidak semakin bergerak liar dan justru menimbulkan hambatan baru di sekitar kawasan pemukiman. Kehadiran petugas rescue kemudian menjadi titik penting untuk mengendalikan situasi.

Proses evakuasi di gorong-gorong pun tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Petugas harus memastikan kondisi aman sebelum menarik atau mengeluarkan hewan dari tempat sempit tersebut. Dengan perlengkapan penyelamatan yang dibawa, tim bekerja untuk menyesuaikan penanganan agar sapi dapat dikeluarkan tanpa memperburuk keadaan di lapangan.

Setelah hewan kurban itu berhasil diamankan, perhatian warga pun perlahan beralih dari kepanikan menuju rasa lega. Kejadian yang berlangsung sejak dini hari itu pada akhirnya bisa diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa proses pemindahan hewan kurban tetap membutuhkan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.