Hukum & Kriminal

Satgas Damai Cartenz: KKB Bakusip pimpinan M. Mbalingga diduga pelaku pembakaran dan penembakan pilot AMA

×

Satgas Damai Cartenz: KKB Bakusip pimpinan M. Mbalingga diduga pelaku pembakaran dan penembakan pilot AMA

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Satgas Damai Cartenz Sebut KKB Bakusip Pelaku Pembakaran dan Penembakan Pilot AMA Kelompok Baru

jurnalistik.co.id – Satgas Ops Damai Cartenz menyatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga merupakan pelaku pembakaran pesawat sekaligus penembakan terhadap pilot pesawat PK RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026. Satgas kemudian melakukan rangkaian penyelidikan untuk menelusuri siapa pelaku di balik aksi tersebut.

Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menjelaskan bahwa sejak penembakan berlangsung, pihaknya langsung memulai serangkaian proses, termasuk pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.

Dari penyelidikan sementara, Era menyampaikan adanya kesimpulan awal yang mengerucut pada KKB Bakusip. “Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga,” kata Era Adinata, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Era, temuan awal itu juga didukung oleh jejak pernyataan yang muncul di sejumlah unggahan media sosial. Ia menyebut, dalam unggahan tersebut, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo. “Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” ujarnya.

Meski demikian, hubungan antara Bakusip dan Elkius Kobak masih menjadi bagian yang terus didalami oleh penyidik. Era menegaskan proses verifikasi terhadap keterkaitan kedua kelompok masih berjalan.

Era juga menyoroti dinamika pernyataan setelah kejadian. Ia mengatakan sesaat setelah peristiwa terjadi, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. “Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa,” ungkap Era.

Selain penelusuran pernyataan, Satgas turut mengandalkan dokumentasi di lapangan. Era menyebut mereka memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar.

Ia menambahkan, hasil identifikasi terhadap sosok pada dokumentasi tersebut memastikan pelaku adalah M. Mbalingga. “Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” kata Era.

Menurut uraian Satgas, KKB yang disebut Bakusip digolongkan sebagai kelompok baru. Era menyampaikan bahwa persenjataan kelompok tersebut masih terus diidentifikasi oleh tim Ops Damai Cartenz 2026.

Lebih jauh, aparat menjelaskan dugaan motif penyerangan yang sedang ditelusuri. Era menyebut bahwa kelompok ini sebelumnya pernah menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

Namun, Era menegaskan bahwa motif pasti penyerangan belum berhenti pada kesimpulan awal. “Namun demikian, aparat menegaskan bahwa motif pasti penyerangan masih terus didalami melalui proses penyidikan yang sedang berlangsung,” kata Era.

Dengan demikian, meski Satgas telah menyampaikan kesimpulan sementara terkait pelaku, proses penyidikan tetap berlanjut, termasuk pendalaman keterkaitan Bakusip dengan Elkius Kobak serta penggalian lebih lanjut mengenai motif dan seluruh rangkaian peristiwa di Bandara Ipdeheik pada 2 Juli 2026.

Era Adinata juga menekankan bahwa penyidikan tidak berhenti pada penentuan pelaku secara cepat. Satgas terus menguji temuan yang terkumpul melalui tahapan klarifikasi, penelusuran keterkaitan informasi, dan sinkronisasi keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui kondisi di lokasi kejadian.

Dalam waktu yang sama, aparat tetap menaruh perhatian pada detail pendukung penyelidikan, mulai dari bukti dokumentasi yang diperoleh di lapangan hingga penelusuran jejak pernyataan yang beredar di media sosial. Dari rangkaian bahan itulah, verifikasi keterlibatan M. Mbalingga dilakukan, sembari hubungan Bakusip dengan Elkius Kobak terus didalami.

Era menambahkan bahwa pengusutan juga mencakup aspek lain yang masih belum tuntas, seperti identifikasi persenjataan dan penajaman dugaan motif penyerangan. Ancaman yang pernah disampaikan kelompok terhadap aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka klaim menjadi salah satu pijakan, namun proses pendalaman tetap berjalan sampai hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dalam penyidikan.