jurnalistik.co.id – Markas Besar (Mabes) TNI menggelar serah terima jabatan (sertijab) Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II di Aula Gatot Soebroto, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).
Upacara sertijab tersebut dipimpin Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon sebagai perwakilan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Peralihan jabatan di dua posisi strategis
Dalam rotasi jabatan yang dilaksanakan, Marsekal Madya TNI Arif Widianto menyerahkan jabatan Dansesko TNI kepada Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis.
Pada saat yang sama, posisi Pangkogabwilhan II yang sebelumnya dijabat Khairil Lubis diserahkan kepada Marsekal Muda TNI Muzafar.
Melalui amanat Panglima TNI yang dibacakan Richard, pergantian pejabat dijelaskan sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pembinaan organisasi di lingkungan TNI.
Panglima TNI menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan diperlukan untuk menjaga kesinambungan pengabdian, sekaligus memastikan organisasi tetap siap menghadapi perkembangan situasi strategis.
Amanat Panglima TNI soal kesinambungan pengabdian
Dalam amanat tersebut, Richard membacakan penegasan Panglima TNI yang disampaikan melalui siaran pers Puspen TNI. Kutipan yang dibacakan berbunyi: “Serah terima Jabatan merupakan bagian dari kaderisasi TNI untuk memperkuat kepemimpinan dan kesinambungan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucap Richard membacakan amanat Panglima TNI, dikutip dari siaran pers Puspen TNI, Kamis (18/6/2026).
Lebih lanjut, Panglima TNI menilai kesiapsiagaan operasional dan kualitas kepemimpinan sebagai faktor penting dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Indonesia.
Penekanan itu disampaikan di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, sesuai dengan substansi amanat yang dibacakan dalam pelaksanaan sertijab.
Bagian dari pembinaan organisasi TNI
Sertijab yang berlangsung di Aula Gatot Soebroto tersebut juga dimaknai sebagai pergantian pucuk pimpinan pada dua jabatan strategis TNI.
Adapun dua jabatan itu meliputi lembaga pendidikan tertinggi TNI dan komando gabungan yang membawahi wilayah pertahanan Indonesia bagian tengah dan timur.
Dengan demikian, rangkaian serah terima jabatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan organisasi, termasuk upaya mempertahankan arah kepemimpinan serta kesinambungan pengabdian di lingkungan TNI.
Pelaksanaan sertijab pada (17/6/2026) di Jakarta Timur menegaskan peralihan peran pada jabatan pendidikan dan komando gabungan melalui mekanisme yang telah ditentukan dalam rotasi.
Dalam konteks tersebut, kehadiran Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon sebagai perwakilan Panglima TNI menjadi bagian dari pengukuhan proses administrasi dan pembinaan organisasi.
Setelah pengalihan jabatan, posisi yang semula dijabat Khairil Lubis pada Pangkogabwilhan II kemudian diserahkan kepada Muzafar.
Pada jabatan Dansesko TNI, pergantian juga dilakukan dari Arif Widianto ke M. Khairil Lubis sebagaimana tercantum dalam rotasi sertijab yang berlangsung.
Keseluruhan rangkaian kegiatan sertijab tersebut pada intinya menegaskan bahwa pembinaan kepemimpinan dilakukan melalui kaderisasi, regenerasi, serta penegasan kesiapsiagaan operasional.
Dengan kerangka tersebut, organisasi di lingkungan TNI diarahkan agar tetap siap menghadapi perkembangan situasi strategis, sekaligus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
Dalam rangkaian upacara serah terima jabatan itu, penyerahan dilakukan secara beriringan pada dua posisi yang berhubungan dengan fungsi pendidikan staf dan komando gabungan. Perwakilan Panglima TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon, hadir untuk memastikan proses pergantian pejabat berjalan sesuai ketentuan serta menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan organisasi.
Arah pembinaan kepemimpinan yang disampaikan juga menempatkan regenerasi sebagai kelanjutan dari proses kaderisasi. Pergantian pejabat pada lingkungan TNI dipandang berperan menyiapkan kesinambungan pengabdian, sekaligus memperkuat kepemimpinan agar organisasi tetap memiliki kualitas dan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis.
Dengan dua jabatan yang berganti dalam satu agenda sertijab, rangkaian kegiatan menegaskan bahwa kesinambungan peran kepemimpinan tidak berhenti pada pergantian administratif. Nilai penting yang ditekankan adalah kesiapan pimpinan untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Indonesia, melalui penguatan kualitas kepemimpinan dan kesinambungan dalam pembinaan organisasi.












