Olahraga

Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi dan Follower-nya Melejit

2
×

Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi dan Follower-nya Melejit

Sebarkan artikel ini
Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi dan Follower-nya Langsung Melejit Bola 16 Juni 2026
Ilustrasi: Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi dan Follower-nya Langsung Melejit

jurnalistik.co.id – Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia setelah tampil gemilang saat membantu Tanjung Verde menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) tengah malam. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menjadi sosok utama di balik hasil mengejutkan yang diraih Tanjung Verde dalam debut mereka di turnamen tersebut.

Dalam pertandingan itu, Vozinha tampil luar biasa menghadang berbagai serangan Spanyol sepanjang laga. Ia mencatatkan tujuh penyelamatan penting yang membuat tim lawan frustrasi dan tidak mampu menembus gawangnya.

Hasil imbang tanpa gol tersebut membuat perhatian langsung tertuju pada kiper berpengalaman yang disebut tampil gemilang. Atas penampilannya, Vozinha bahkan terpilih sebagai pemain terbaik atau man of the match.

Julukan yang melekat sejak kecil

Di luar performanya di lapangan, cerita menarik datang dari nama yang ia gunakan. Meski dikenal luas dengan sebutan Vozinha, itu ternyata bukan nama aslinya.

Nama lengkap kiper tersebut adalah Josimar José Évora Dias. Dalam wawancara bersama FIFA, Vozinha mengungkapkan bahwa julukan Vozinha diberikan oleh kakek dan neneknya yang membesarkannya sejak kecil.

Menurut Vozinha, saat itu ayahnya bertugas di militer, sementara ibunya bekerja sehingga ia lebih banyak diasuh oleh kedua kakek-neneknya. Dari keseharian itulah nama Vozinha kemudian melekat dan terus dipakai hingga ia dewasa.

Ia pun menjelaskan bahwa keputusan memakai nama Vozinha bukan semata soal kebiasaan, melainkan berangkat dari kondisi yang pernah ia hadapi saat memulai karier profesional. Ia memulai karier profesional di Angola bersama klub Progresso.

Ketika berada di lingkungan klub, Vozinha sempat menghadapi situasi unik karena ada penjaga gawang lain yang juga bernama Josimar. Ia tidak ingin menggunakan identitas ganda di jersey, sehingga memilih jalur yang sudah membuatnya dikenali banyak orang.

“Saya tidak ingin memakai nama Josimar II di jersey. Semua orang di Tanjung Verde mengenal saya sebagai Vozinha, jadi saya memutuskan tetap menggunakan nama itu,” kata Vozinha kepada FIFA.

Menahan tangis setelah peluit akhir

Setelah laga berakhir, kamera menyorot Vozinha yang tampak emosional. Ia beberapa kali terlihat menahan air mata saat dipeluk rekan-rekannya.

Dalam wawancara dengan FOX Sports, Vozinha mengatakan momen tersebut merupakan puncak dari perjuangan panjang yang ia jalani sepanjang hidupnya. Ia menilai apa yang terjadi di Piala Dunia 2026 bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil perjalanan yang telah ia lewati bertahun-tahun.

“Saya bekerja sepanjang hidup untuk momen ini, untuk mimpi ini. Banyak generasi sebelumnya juga memimpikan hal yang sama, tetapi mereka tidak berhasil mencapainya,” ujar Vozinha.

Vozinha juga menyampaikan rasa syukurnya karena akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan. Ia menegaskan, keberadaan mereka di turnamen dan cara bermain yang ditunjukkan tim adalah konsekuensi dari kerja keras.

“Kami berada di sini karena bekerja sangat keras. Kami pantas berada di sini dan bermain melawan salah satu tim nasional terbaik di dunia,” ungkapnya.

Di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juni 2026, Tanjung Verde memang mengawali petualangan mereka dengan hasil yang tidak mudah ditebak. Namun, di balik skor 0-0 yang menjadi penanda laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026, Vozinha hadir sebagai nama yang menjelaskan mengapa pertandingan itu bisa berjalan seperti yang terjadi: ia membuat Spanyol kesulitan menemukan celah, lewat tujuh penyelamatan yang kian menegaskan kendali ada di tangannya.