jurnalistik.co.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menambah armada bus mulai Kamis (2/7/2026) pada tiga rute layanan. Langkah ini diarahkan untuk mendukung perjalanan pelanggan agar lebih nyaman sekaligus menurunkan kepadatan pada jam-jam sibuk.
Informasi penambahan armada tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @infotije dan kemudian dikutip Kompas.com. Dalam unggahannya, Transjakarta menekankan penambahan armada difokuskan pada rute yang mobilitas penumpangnya tergolong tinggi.
“Sahabat TiJe, untuk mendukung perjalanan yang lebih nyaman, Transjakarta menambah armada pada rute-rute berikut. Yuk, simak informasinya!” tulis Transjakarta pada unggahan itu.
Secara keseluruhan, jumlah armada yang ditambahkan mencapai 25 unit. Rincian penambahan armada terbagi ke tiga koridor, dengan komposisi yang berbeda pada masing-masing rute.
Rincian penambahan armada di tiga rute
Pada rute 9D Pasar Minggu–Tanah Abang, Transjakarta menambah 9 bus. Penambahan ini diharapkan membantu melancarkan arus perjalanan di koridor yang menghubungkan kawasan selatan menuju pusat kota.
Untuk rute 1P Senen–Blok M, penambahan armada sebanyak 6 bus. Rute ini menghubungkan kawasan Senen dengan Blok M yang menjadi salah satu pusat perkantoran sekaligus titik transit transportasi.
Sementara itu, rute 7F Kampung Rambutan–Juanda via Cempaka Putih ditambah 10 bus. Transjakarta menyebut rute tersebut menghubungkan Kampung Rambutan hingga Juanda melalui Cempaka Putih, yang dikenal sebagai salah satu jalur favorit masyarakat menuju area pusat pemerintahan dan kawasan bisnis Jakarta.
Dengan adanya tambahan armada pada tiga rute itu, Transjakarta berharap waktu tunggu (headway) bus menjadi lebih singkat. Perubahan headway tersebut diharapkan berdampak langsung pada pengalaman perjalanan pelanggan, terutama ketika permintaan penumpang biasanya meningkat.
Transjakarta menempatkan manfaat penambahan armada pada konteks jam keberangkatan maupun jam pulang kerja. Pada periode tersebut, peningkatan jumlah kendaraan dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan di titik-titik pemberangkatan dan persinggahan.
Penambahan 25 bus juga dimaksudkan agar perjalanan pelanggan bisa berlangsung lebih nyaman dan efisien. Ketika kapasitas angkut bertambah di rute yang ramai, ruang gerak perjalanan diharapkan tidak lagi terlalu terbebani oleh kepadatan.
Transjakarta menyampaikan bahwa rute-rute yang menerima penambahan armada menghubungkan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Dengan karakter tersebut, arus penumpang di rute-rute dimaksud cenderung mengalami peningkatan pada waktu-waktu tertentu.
Untuk rute 9D, keterhubungan dari wilayah selatan ke pusat kota membuat koridor ini penting bagi mobilitas harian. Penambahan bus di rute tersebut diarahkan agar perjalanan pengguna yang menempuh jalur ini bisa lebih tertata, terutama saat pergerakan pagi menuju area pusat kota.
Di sisi rute 1P, hubungan Senen–Blok M mempertemukan kebutuhan perjalanan dari kawasan hunian maupun pusat aktivitas lain. Karena Blok M berfungsi sebagai pusat perkantoran dan transit, penambahan armada pada rute ini diharapkan membantu mengakomodasi pergerakan yang berasal dari aktivitas kerja dan perpindahan antar moda.
Untuk rute 7F, koneksi Kampung Rambutan hingga Juanda melalui Cempaka Putih menempatkan koridor ini sebagai salah satu pilihan mobilitas yang sering digunakan masyarakat. Transjakarta menyebut jalur ini dekat dengan area tujuan yang aktif, sehingga penambahan armada dipandang dapat menurunkan gangguan kepadatan selama perjalanan.
Transjakarta juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan penambahan armada tersebut. Penggunaan yang dioptimalkan diharapkan ikut mendukung kelancaran layanan dan memperbaiki kualitas perjalanan pengguna pada rute-rute yang ditambah.
Penambahan armada ini diposisikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan angkutan umum di Jakarta. Upaya tersebut dilakukan seiring tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik.
Dengan penambahan 25 armada di rute 9D, 1P, dan 7F, Transjakarta berupaya memberikan respons terhadap kebutuhan perjalanan yang meningkat di koridor-koridor prioritas. Harapannya, headway yang lebih singkat dan kapasitas yang lebih memadai dapat membantu pelanggan menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.












