Olahraga

Spanyol vs Argentina 0-0: Scaloni Turunkan Paredes Saat Babak Kedua, Peluang Minim

×

Spanyol vs Argentina 0-0: Scaloni Turunkan Paredes Saat Babak Kedua, Peluang Minim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: LIVE Spanyol Vs Argentina 0-0: Scaloni Masukkan Paredes Usai Babak Pertama Minim Peluang

jurnalistik.co.id – Spanyol dan Argentina masih belum menemukan pemenang saat memasuki babak kedua dalam laga yang berakhir dengan skor 0-0.

Pertandingan itu digelar di Stadion MetLife, Amerika Serikat, dengan waktu tayang Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Memasuki babak kedua, pelatih Argentina Lionel Scaloni melakukan perubahan lebih dulu. Timnya langsung merombak susunan pemain setelah menutup 45 menit pertama tanpa mencatat satu pun percobaan tembakan.

Untuk laga babak kedua, Scaloni memasukkan Leandro Paredes. Ia menggantikan Nicolas Gonzalez saat pertandingan kembali dimulai.

Perubahan tersebut menjadi langkah kedua yang dilakukan La Albiceleste pada laga ini. Sebelumnya, Nicolas Otamendi masuk menggantikan Lisandro Martinez yang mengalami cedera menjelang turun minum.

Dengan memasukkan Paredes, Argentina berharap lini tengahnya bisa berfungsi lebih baik. Tim juga menginginkan Lionel Messi dan Julian Alvarez mendapatkan suplai bola yang lebih sering dari sektor tengah.

Catatan babak pertama memperlihatkan bahwa Argentina mengalami kesulitan untuk membangun serangan yang mengarah ke gawang. Sepanjang durasi 45 menit, mereka tidak mampu melepaskan tembakan sama sekali.

Sementara itu, Spanyol tampil dengan inisiatif lebih besar. La Furia Roja mencatat empat percobaan tembakan pada babak pertama, dan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang yang dijaga Emiliano Martinez.

Dominasi Spanyol juga tampak dari kendali tempo pertandingan. Kendati demikian, penguasaan bola dan peluang yang lebih banyak belum cukup untuk memecah kebuntuan hingga turun minum.

Skor setelah jeda tetap sama, 0-0, sehingga laga memasuki fase kedua dengan daya tarik besar: siapa pun yang pertama menemukan gol dapat mengubah arah pertandingan.

Bagi Argentina, pergantian yang dilakukan di awal babak kedua menjadi respons langsung terhadap minimnya ancaman yang mereka bangun di paruh pertama. Tanpa satu pun tembakan yang tercatat, kebutuhan untuk memperbaiki alur permainan terlihat jelas.

Masuknya Paredes diarahkan untuk memberi tambahan kekuatan di lini tengah. Selain itu, perubahan ini juga dibaca sebagai cara untuk memperluas dukungan kepada lini depan agar Messi dan Alvarez lebih sering terhubung dengan bola.

Di sisi lain, Spanyol datang dengan modal statistik yang menguntungkan. Dengan empat percobaan tembakan dan tiga yang mengarah ke gawang, Spanyol sudah menunjukkan bahwa serangan mereka punya kualitas dalam membuat bola masuk area berbahaya.

Namun, seperti yang tercermin dari hasil akhir babak pertama, semua ancaman tersebut masih belum mampu menghasilkan gol. Spanyol tetap menguasai tempo, tetapi penyelesaian akhir belum menemukan momentumnya untuk menembus pertahanan Argentina.

Karena itu, babak kedua menjadi titik penentuan dari dua cerita yang berbeda. Argentina datang dengan dorongan memperbaiki efektivitas setelah 45 menit tanpa tembakan, sedangkan Spanyol membawa tekanan melalui dominasi tempo dan peluang yang sudah mereka ciptakan.

Dengan skor yang masih imbang 0-0, keputusan Scaloni memasukkan Paredes memberi sinyal bahwa Argentina tidak ingin pertandingan berlanjut dengan pola yang sama seperti di babak pertama.

Pergantian yang terangkai—Paredes menggantikan Nicolas Gonzalez—ditambah penyesuaian sebelumnya akibat cedera Lisandro Martinez, menambah dinamika susunan pemain sejak menit awal babak kedua.

Sejauh ini, kedua tim sama-sama belum mengubah papan skor, tetapi arah laga berpeluang berubah seiring evaluasi yang dilakukan masing-masing pelatih di jeda.

Spanyol dan Argentina akan melanjutkan pertarungan dengan satu tujuan yang sama: mengakhiri kebuntuan 0-0 dan menentukan siapa yang lebih dulu mencetak gol pada fase akhir pertandingan.

Setelah laga berjalan tanpa tembakan pada paruh pertama, Argentina mencoba mengubah dinamika permainan dengan membangun serangan lebih terarah dari tengah. Masuknya Paredes menjadi bagian dari upaya itu, agar transisi bola ke depan tidak terputus begitu saja.

Bagi Spanyol, kendali tempo yang sudah terlihat sejak awal masih menjadi senjata utama di babak kedua. Meski peluang terus mengarah ke area berbahaya, penyelesaian akhir belum menemukan celah untuk menembus pertahanan La Albiceleste, sehingga setiap kesempatan terasa seperti ujian berulang.

Dengan skor tetap 0-0, pertandingan memasuki fase yang makin menuntut ketelitian dari kedua kubu. Baik Argentina maupun Spanyol sama-sama berada di situasi “satu gol mengubah segalanya”, sehingga keputusan taktis pada setiap fase permainan akan menentukan arah pertemuan hingga peluit akhir.