Pendidikan

Tak Harus Kerja Kantoran: Mentor Karier Bagikan 4 Tips Mulai Jadi Freelancer Seusai Lulus

×

Tak Harus Kerja Kantoran: Mentor Karier Bagikan 4 Tips Mulai Jadi Freelancer Seusai Lulus

Sebarkan artikel ini
Tak Harus Kerja Kantoran, Mentor Karier Ungkap 4 Tips Memulai Jadi Freelancer Setelah Lulus Lifestyle 19 Juni 2026
Ilustrasi: Tak Harus Kerja Kantoran, Mentor Karier Ungkap 4 Tips Memulai Jadi Freelancer Setelah Lulus

jurnalistik.co.id – Bagi sebagian fresh graduate, menunggu panggilan kerja tidak selalu menjadi satu-satunya jalan untuk memulai karier. Banyak anak muda memilih terjun ke dunia freelance karena dianggap bisa memberi pengalaman, memperluas relasi, sekaligus menguji kemampuan yang dimiliki di ranah profesional.

Meski begitu, memasuki pekerjaan freelance juga bukan perkara yang instan. Persaingan tetap ada, dan lulusan baru perlu mampu menunjukkan kemampuan serta profesionalisme agar bisa dipercaya oleh klien.

Dalam konteks tersebut, mentor karier sekaligus founder Qualifin.id, Muhammad Ghithrif Gustomo Putra, membagikan panduan yang dapat dilakukan fresh graduate untuk memulai karier sebagai freelancer.

Bangun personal branding di Linked In

Salah satu langkah yang disebut perlu dilakukan sejak dini adalah membangun personal branding di platform profesional. Ghithrif menekankan bahwa kehadiran digital yang baik membantu calon klien maupun perusahaan mengenali kemampuan serta minat seseorang.

“Kalau saranku, fresh graduate dari sekarang harus aktif di Linked In, bangun personal branding yang kamu inginkan,” tutur Ghithrif saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

Personal branding, menurut Ghithrif, tidak hanya berhenti pada membuat profil. Upaya ini dapat dilakukan dengan memperbarui profil secara rutin, menampilkan pengalaman organisasi, mengunggah hasil karya, hingga membagikan pandangan terkait bidang yang diminati.

Bagi freelancer pemula, personal branding juga berfungsi sebagai cara untuk menunjukkan kompetensi saat belum memiliki banyak pengalaman kerja. Dengan konsistensi dalam membangun citra profesional, peluang untuk mendapatkan perhatian dari pihak yang membutuhkan jasa dinilai akan semakin besar.

Lewat pendekatan ini, fresh graduate dapat membuat identitas profesionalnya lebih mudah ditemukan dan dipahami. Saat potensi klien melihat jejak yang relevan, proses saling mengenali menjadi lebih cepat, termasuk ketika seseorang mencoba menawarkan layanan yang sesuai dengan minatnya.

Manfaatkan platform freelance untuk mencari peluang

Selain membangun profil, fresh graduate juga perlu mengetahui tempat yang tepat untuk mencari proyek. Saat ini, terdapat berbagai platform yang mempertemukan freelancer dengan klien dari berbagai negara dan industri.

Ghithrif menyebut bahwa untuk mencari peluang, bisa memanfaatkan aplikasi Fiverr atau Upwork. Di dua platform tersebut, menurutnya, banyak peluang freelance dari berbagai bidang yang dapat dicocokkan dengan kemampuan masing-masing.

Pada praktiknya, platform freelance memungkinkan lulusan baru menemukan proyek sesuai kompetensi yang dimiliki. Ragam kesempatan yang disebut mencakup desain grafis, penulisan, penerjemahan, pemasaran digital, pengembangan perangkat lunak, hingga layanan administrasi.

Dengan keberadaan platform seperti ini, fresh graduate tidak hanya berpeluang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dapat membangun portofolio secara bertahap. Portofolio yang berkembang dapat menjadi bukti keterampilan, sekaligus bahan yang memperkuat personal branding yang sebelumnya dibangun.

Karena proyek yang masuk dapat disesuaikan dengan bidang kemampuan, freelancer pemula cenderung lebih mudah memulai dari area yang masih relevan dengan pengalaman dan minatnya. Proses bertahap tersebut juga membantu seseorang menyesuaikan gaya kerja sekaligus mengasah cara berinteraksi dengan kebutuhan klien.

Dalam pandangan Ghithrif, langkah-langkah tersebut saling terkait: personal branding memudahkan orang lain mengenali kapasitas, sementara platform freelance memberi ruang untuk menemukan kesempatan. Keduanya dapat menjadi fondasi agar fresh graduate lebih siap menghadapi tuntutan profesionalisme yang muncul ketika bekerja sama dengan klien.

Di sisi lain, personal branding yang dibangun sejak awal juga menuntut perhatian pada cara seseorang “menceritakan” dirinya secara profesional. Informasi yang disajikan bisa membantu pihak lain memahami minat dan kemampuan yang dimiliki, bukan sekadar menampilkan nama atau jabatan.

Selain profil yang diperbarui, fresh graduate dapat menata jejak digital dengan menonjolkan pengalaman organisasi serta karya yang pernah dikerjakan. Ketika konten yang dibagikan konsisten dengan bidang yang diminati, identitas profesional menjadi lebih jelas dan mudah dihubungkan dengan kebutuhan klien.

Untuk tahap berikutnya, proyek yang ditemukan lewat platform seperti Fiverr atau Upwork dapat diperlakukan sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguat portofolio. Proses yang bertahap membuat freelancer pemula tetap berada pada ranah yang relevan, sambil menyesuaikan cara bekerja dan memperkuat kepercayaan saat mulai menjalin kerja sama dengan klien.