Peristiwa

Tamu PENAS XVII Terus Berdatangan, Gusnar Sambut dengan Mopotilolo

×

Tamu PENAS XVII Terus Berdatangan, Gusnar Sambut dengan Mopotilolo

Sebarkan artikel ini
Tamu PENAS XVII Terus Berdatangan, Gusnar Sambut dengan Mopotilolo
Ilustrasi: Tamu PENAS XVII Terus Berdatangan, Gusnar Sambut dengan Mopotilolo

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut kedatangan sejumlah tamu kehormatan yang akan mengikuti rangkaian PENAS XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo. Penyambutan dilakukan melalui prosesi adat mopotilolo di Bandara Djalaluddin pada Selasa, 23/6/2026.

Prosesi adat itu berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan masyarakat Gorontalo kepada para tamu kehormatan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di daerah tersebut. Kedatangan para tamu menjadi bagian dari agenda yang mempertemukan berbagai unsur pemangku kepentingan selama pelaksanaan PENAS XVII.

Tamu kehormatan yang hadir di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti. Gusnar juga menyambut Bupati Jeneponto Paris Yasir dan Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra di lokasi kedatangan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sebelumnya telah pernah berkunjung ke Gorontalo juga disambut oleh Gubernur. Kehadiran berbagai pejabat tinggi ini mempertegas kedudukan Gorontalo sebagai tuan rumah rangkaian kegiatan PENAS XVII.

Penyambutan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim dan Bupati Gorontalo. Kehadiran unsur pendamping menambah kesan kesiapan penyelenggaraan serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai tata prosesi adat.

Mopotilolo merupakan tradisi adat Gorontalo yang diperuntukkan bagi pejabat tinggi dan tamu kehormatan. Upacara adat ini dipimpin oleh para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa sebagai representasi lima wilayah adat Gorontalo.

Setibanya di ruang VIP, rombongan mengikuti rangkaian adat yang diawali dengan mopodungga lo uyilumo, yaitu jamuan makan dan minum. Tahap ini menjadi pembuka sebelum prosesi berlanjut ke bagian-bagian yang menegaskan nilai penghormatan dan penerimaan tuan rumah.

Setelah jamuan tersebut, prosesi dilanjutkan dengan penyampaian petuah adat. Melalui tahapan ini, para tamu menerima arahan yang menekankan makna kebersamaan dan penghormatan dalam perhelatan resmi di Gorontalo.

Rangkaian kemudian diteruskan dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran kegiatan selama para tamu berada di Gorontalo. Doa bersama tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh agenda tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai ikhtiar kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Prosesi adat mopotilolo ditutup dengan mongabi, yakni pernyataan resmi tokoh adat yang menandakan tamu telah diterima dan memperoleh restu untuk berada di Gorontalo. Dengan demikian, rangkaian penyambutan berakhir pada momen penerimaan yang bersifat simbolik dan meneguhkan keberlangsungan agenda selama di daerah.

Secara keseluruhan, suasana penyambutan berlangsung penuh kekeluargaan dan sarat nilai budaya daerah. Kehadiran Gusnar Ismail bersama jajaran pendamping memperlihatkan kesinambungan antara tata krama adat dan penyelenggaraan kegiatan tingkat nasional melalui PENAS XVII.

Rangkaian kedatangan para tamu kehormatan di Bandara Djalaluddin menjadi pintu awal bagi perjalanan agenda PENAS XVII di Gorontalo. Dari prosesi adat hingga doa bersama, seluruh tahapan menunjukkan penghormatan yang dijaga secara serius serta memberi ruang bagi hubungan yang semakin erat antar-tamu dan tuan rumah.

Prosesi ini menjadi penanda bahwa penyambutan tamu kehormatan tidak hanya berlangsung sebagai agenda seremonial, melainkan juga sebagai ruang saling mengenal antara pemerintah daerah dan para pejabat yang datang untuk rangkaian PENAS XVII. Setiap tahapan disusun agar makna penghormatan dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam alur adat yang berlangsung di Bandara Djalaluddin, rombongan diarahkan mengikuti urutan penerimaan yang dimulai dari jamuan, lalu beralih ke penyampaian petuah. Arahan adat tersebut menekankan pentingnya kebersamaan, sekaligus menjadi panduan sikap selama para tamu berada di Gorontalo.

Setelah rangkaian penerimaan selesai, doa bersama menjadi bagian yang memperkuat harapan agar kegiatan berjalan lancar selama seluruh perhelatan. Penutupnya berupa mongabi yang menegaskan restu tokoh adat, sehingga hubungan simbolik antara tuan rumah dan tamu kehormatan dapat berlangsung sepanjang agenda PENAS XVII.