jurnalistik.co.id – Aktor asal serial BBC River City, Iain Robertson, dinyatakan bersalah atas pemerkosaan terhadap seorang perempuan serta melakukan penyerangan pada dua perempuan lainnya. Keputusan itu diumumkan setelah persidangan di High Court, Glasgow.
Pria berusia 45 tahun tersebut berperan sebagai Stevie O’Hara dalam sinetron BBC. Di pengadilan, juri menyimpulkan Robertson bersalah atas lima dakwaan, yang mencakup domestic abuse, terhadap para perempuan yang terjadi pada rentang 2004 hingga 2019.
Hakim Lady Drummond menunda penjatuhan hukuman hingga 23 Juli, dengan mempertimbangkan laporan latar belakang. Robertson sempat menjalani masa tahanan dengan status jaminan (bail), namun saat diperintahkan ditahan, ia tidak menunjukkan ekspresi apa pun.
Selain dinyatakan bersalah, Robertson juga dimasukkan ke dalam daftar pelaku kejahatan seksual (sex offenders list). Kesaksian korban berupa rekaman telah diperdengarkan dalam persidangan, lalu menjadi salah satu dasar pertimbangan juri dalam mengambil kesimpulan.
Vonis pemerkosaan
Dalam persidangan, para saksi menggambarkan Robertson dengan sejumlah karakterisasi, termasuk disebut sebagai “violent” dan “controlling”. Jaksa menilai bahwa hubungan yang terjalin memberi ruang bagi tindakan kekerasan seksual yang dilakukan korban dalam masa tertentu.
Juri menyimpulkan Robertson memperkosa korban dalam satu kesempatan pada periode antara 2018 dan 2019. Selain pemerkosaan tersebut, Robertson juga melakukan penyerangan seksual terpisah terhadap perempuan yang sama.
Kasus berawal dari kedekatan korban dan Robertson karena sama-sama bekerja di River City. Korban mengatakan ia tidak ingin apa pun yang bersifat seksual terjadi, namun ia meyakini Robertson tetap menginginkan kedekatan itu.
Menurut keterangan korban, hubungan mereka kemudian berubah menjadi intim. Namun kemudian korban mengingat bahwa ia kemudian meminta agar hubungan itu kembali menjadi lebih bersifat “platonic”.
Saat ditanya jaksa penuntut John Keenan KC mengenai respons Robertson, korban mengatakan ia “agreed”. Korban menambahkan, “It was a long back and forth. Iain was convinced I was in denial about having feelings for him and in denial about what I wanted. “I do not think he believed me.””
Korban juga menyatakan ia merasa “boundaries were being ignored”. Pada saat insiden, ia berada di rumah Robertson di Tradeston, Glasgow. Korban merencanakan untuk tidur di sofa, tetapi Robertson diduga mengatakan bahwa ia boleh ikut ke ranjang karena “nothing would happen”.
Namun, di persidangan korban menyampaikan bahwa Robertson justru “had sex” dengan dirinya. Korban mengatakan, “I was lying down, I was very limp and he went on top of me,” lalu menegaskan bahwa ia tidak menyetujui kejadian tersebut dan tidak ingin tindakan itu terjadi.
Korban mengaku tidak mengatakan apa pun kepada Robertson saat itu, tetapi ia menilai bahwa ia tidak berpartisipasi dan tetap tidak menginginkan apa yang terjadi. Dalam rangkaian keterangan lain, korban juga memaparkan insiden berbeda di Glasgow.
Dalam insiden berikutnya, korban mengklaim Robertson tampak kesal karena “sexual aspect ending” dan kemudian menendang sebuah meja hingga sebuah vas pecah. Pengadilan juga mendengar bahwa Robertson kemudian masuk ke tempat tidur perempuan itu.
Korban kemudian menceritakan bahwa ia masuk ke ranjang tersebut juga untuk tidur. Ia menjelaskan bahwa aktor itu diduga menariknya ke atas badan Robertson sebelum akhirnya kembali melakukan hubungan seksual. Korban menyatakan bahwa ia tidak menginginkan tindakan tersebut dan ditinggalkan dengan perasaan “very numb”.
Korban juga menggambarkan adanya kejadian lebih awal ketika Robertson melakukan tindakan seksual padanya, dan ia “just waited for it to be over”.
Robertson mengajukan pembelaan khusus bahwa segala sesuatu dengan korban itu bersifat consensual. Namun, selain pemerkosaan, ia juga dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam sebuah rangkaian perilaku yang bersifat melecehkan terhadap korban.
Peristiwa lain yang dinilai dalam persidangan
Untuk memperkuat tuduhan terkait pemerkosaan, jaksa menghadirkan bukti mengenai insiden seksual lain yang melibatkan perempuan kedua. Robertson diduga melakukan paksaan kepada perempuan itu pada sebuah pertemuan dengan orang lain di Lake District pada September 2007.
Dalam perkara tersebut, juri tidak perlu memberikan putusan atas tuduhan tersebut. Namun, Robertson tetap dinyatakan bersalah atas penyerangan (assault) terhadap perempuan tersebut, yang di antaranya melibatkan tindakan menuangkan anggur (wine) pada perempuan itu serta pada pekerjaan kuliah (university course work) miliknya.
Dalam bagian lain, Robertson juga dinilai melakukan kekerasan terhadap perempuan ketiga, yang saat itu merupakan rekan sesama aktor. Korban menggambarkan adanya pertengkaran pada tahun 2014, ketika Robertson “lunged” kepadanya.
Korban mengatakan ia “cowering” dengan kedua tangan dan lengan terangkat di atas kepala, lalu menuturkan, “I thought he was going to hit me.”
Korban juga menjelaskan bahwa Robertson mengiriminya panggilan telepon dan pesan suara secara “obsessive” jumlahnya, serta mengirimkan kotak camilan Graze ke teater tempat perempuan itu tampil.
Robertson dinyatakan bersalah atas satu dakwaan assault yang melibatkan perempuan tersebut, dan dibebaskan dari satu dakwaan lainnya. Selain itu, ia juga dinyatakan bersalah atas ancaman serta perilaku yang bersifat melecehkan terhadap perempuan itu.
Adapun terhadap perempuan keempat, Robertson akhirnya dinyatakan tidak bersalah atas keterlibatan dalam perilaku melecehkan.
Pidato penuntut dan pembelaan Robertson
Dalam pidato penutup, Keenan menyatakan bahwa juri mendengar keterangan yang “strong and overwhelming” dari para perempuan terkait pengalaman mereka. Keenan juga menyebut terdapat “common theme” bahwa Robertson memperlakukan para perempuan itu secara “controlling, humiliating and demeaning”.
Keenan menilai bukti dari Robertson sendiri dalam persidangan sebagai “wholly incredible and unreliable”. Di sisi lain, Robertson kepada juri mengatakan ia “no angel”, tetapi tetap menolak semua dakwaan yang diajukan terhadapnya.
Sementara itu, pihak pembela yang diwakili Gary Allan KC menyampaikan bahwa Robertson telah “frozen out by the acting profession” sejak tuduhan-tuduhan tersebut muncul.
Dengan putusan ini, Robertson kini menghadapi konsekuensi hukum atas rangkaian tindakan yang dinilai melecehkan dan kekerasan seksual. Penjadwalan putusan hukuman pada 23 Juli menandai tahap berikutnya dalam proses pengadilan terhadap dirinya.












