Olahraga

Brendon McCullum: Ben Stokes adalah sahabat baik, bantah kabar retak hubungan

×

Brendon McCullum: Ben Stokes adalah sahabat baik, bantah kabar retak hubungan

Sebarkan artikel ini
McCullum confused by stories of rift as Stokes returns
Ilustrasi: Brendon McCullum says Ben Stokes is a good friend and denies suggestions of a rift

jurnalistik.co.id – Pelatih kepala Inggris, Brendon McCullum, menegaskan hubungan dengan kapten Ben Stokes tetap berjalan baik. Ia membantah kabar yang menyebut ada “rift” atau keretakan di antara keduanya, seraya menyatakan mereka sama sekali tak tahu dari mana rumor itu berasal.

McCullum menyebut dirinya dan Stokes masih “good friends”, dan menegaskan pasangan itu “have no idea” mengapa cerita soal retak hubungan muncul. Keduanya juga baru kembali dipertemukan pada Selasa untuk laga Uji Coba (Test) penentuan Inggris yang krusial melawan Selandia Baru.

“McCullum confused by stories of rift as Stokes returns,” demikian konteks yang mengiringi kabar kembalinya Stokes. Pada laga ini, Stokes kembali tampil sebagai kapten setelah sebelumnya absen dari Test kedua.

Stokes melewatkan Test kedua menyusul sebuah insiden di sebuah klub malam di London. Setelah itu, Inggris juga menjalani investigasi terkait pelanggaran “team’s midnight curfew” yang diberlakukan setelah kemenangan pada Test pertama di Lord’s.

Dalam uraian yang disampaikan, McCullum dan Stokes sebelumnya juga telah membantah bahwa relasi mereka renggang. Penyangkalan itu dilakukan saat Inggris kalah telak 4-1 dalam rangka Ashes di Australia, sekaligus ketika Stokes tidak berada di skuad.

Di Trent Bridge, dua hari sebelum Test ketiga menghadapi Selandia Baru, McCullum menjelaskan bahwa pada Selasa pagi ia sempat berbicara langsung (face-to-face) dengan Stokes. Ia mengungkapkan dialog mereka dengan kalimat yang ia kutipkan kembali.

“I said: ‘Do you know where this has come from, the conversations around our relationship over the last six months?’” kata McCullum. Stokes kemudian menjawab, “He said: ‘No, I have no idea.’”

Setelah percakapan itu, McCullum menambahkan, “I said to him: ‘As far I’m concerned, I consider you a good friend.’” Dengan kalimat itu, McCullum menekankan bahwa ia tak melihat ada masalah dalam relasi yang selama ini terbangun.

Penjelasan mengenai absen Stokes juga terkait investigasi yang melibatkan pelanggaran jam malam. Stokes dan pelempar cepat Gus Atkinson dinyatakan tidak tersedia untuk kekalahan berat di Test kedua, usai adanya pelanggaran curfew setelah kemenangan pertama di Lord’s.

Dalam kasus itu, dijelaskan bahwa keduanya berada di lokasi saat seorang anggota staf keamanan Inggris diserang oleh seorang pemain rugby dari Saracens. Meski begitu, Stokes dan Atkinson pada akhirnya dinyatakan “cleared to rejoin the England team” untuk Test ketiga.

Inggris kemudian melakukan “five changes” untuk tim pada Test kedua, namun untuk Test ketiga mereka kembali mengarah ke susunan yang lebih dekat dengan XI yang memenangi Test pertama. Stokes dan Atkinson masuk sebagai bagian dari “four changes” untuk laga ketiga.

Pemulangan juga terjadi pada Spinner Shoaib Bashir dan penjaga gawang Jamie Smith, yang sebelumnya menjalani masa cuti ayah (paternity leave). Ollie Robinson juga sebelumnya menjadi “man of the match” di Lord’s, tetapi ia absen pada laga di The Oval karena masalah lutut.

Robinson disebut tetap fit, namun tetap tidak masuk skuad karena Jofra Archer mempertahankan tempatnya. Sementara itu, James Rew, Jordan Cox, Matthew Fisher, dan Sonny Baker menjadi empat pemain yang dikeluarkan (omitted) dari skuad.

Sebagai gambaran, daftar England XI untuk Test ketiga melawan Selandia Baru adalah: Ben Duckett, Emilio Gay, Jacob Bethell, Joe Root, Harry Brook, Jamie Smith, Ben Stokes (captain), Gus Atkinson, Jofra Archer, Josh Tongue, Shoaib Bashir.

Bersamaan dengan kembalinya Stokes, McCullum juga menyoroti perubahan penilaiannya setelah sebelumnya sempat mengungkap rasa khawatir. Dua hari sebelum Test kedua di The Oval, ia menggelar konferensi media yang disebut bernuansa muram (somber) karena ia berkali-kali menyampaikan “worry” dan “concern” terhadap Stokes.

Namun kemudian muncul penjelasan lanjutan dari pihak Durham. Ryan Campbell, pelatih kepala county Durham, menyebut Stokes berada dalam “good spirits”. Sementara itu, chief executive Durham, Tim Bostock, menyatakan ia “bemused” terhadap komentar McCullum.

Di Trent Bridge, McCullum menegaskan penilaian terbarunya. Ia menyampaikan: “My assessment was that I was slightly concerned, worried, now my assessment is that he looks great and is ready to go.”

McCullum menambahkan, “He looks fantastic, he looks ready to go, he’s enthusiastic about the week and obviously from our point of view it’s nice to have the band back together.” Ia juga menyebut momen “band is back together” sebagai bagian dari minggu yang penting bagi tim.

“It’s been a real privilege for me over the past four years to work in intimate detail and as a partnership alongside Ben,” ujarnya. Ia kemudian merangkum bahwa ikatan itu terasa kuat, “I look back on that fondly about how tight we were as a group and how tight we were as a pair. Anything outside of that, it’s not really up to us. Ben and I are tight.”

Menurut laporan pada Selasa, Inggris menjalani latihan di Nottingham. Latihan tersebut dimulai dengan Stokes dan McCullum yang saling berpelukan. Keduanya juga terlibat dalam diskusi dengan selector Marcus North, sebelum Inggris akhirnya menamai susunan tim pada hari yang sama.

Selama absen dari skuad Inggris, Stokes disebut memainkan dua hari pertandingan County Championship untuk Durham melawan Northamptonshire. Stokes, yang berusia 35 tahun, mencetak 95 di Chester-le-Street dan skor itu disebut menjadi yang tertinggi baginya dalam kriket sejak Juli tahun lalu.

McCullum menilai penampilan Stokes. “I thought he batted brilliantly,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa Stokes sempat mengirim pesan singkat kepadanya: “He actually texted me saying, ‘have you seen the highlights?’”

McCullum lalu menjelaskan balasan yang ia berikan. “I said I had, and he said, ‘I’m back’.” Dengan itu, McCullum menggambarkan kesiapan Stokes untuk kembali.

Di luar isu personal, Inggris juga menghadapi tekanan hasil di lapangan. Setelah dua pertandingan, Inggris berada pada kedudukan 1-1 melawan Selandia Baru. Dalam sembilan Test terakhir, Inggris hanya menang dua kali, sehingga risiko tersendat lagi tetap ada.

Jika Inggris kalah dalam seri melawan Kiwis, itu akan menjadi kekalahan kandang seri setidaknya tiga Test untuk kedua kalinya sejak 2014. Catatan sejarah menyebut Inggris juga pernah kalah dari Selandia Baru pada 2021, serta kalah dari Afrika Selatan 14 tahun lalu.

Dalam konteks kepemimpinan, McCullum menyampaikan pandangannya. “Anyone can lead when it’s easy,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ukuran kepemimpinan sebenarnya terlihat saat kondisi sulit, “The true account of a leader or leadership group is to be able to lead when times are difficult.”

Ia lalu mengaitkan refleksinya pada pengalaman bersama Eoin Morgan setelah Piala Dunia 2015. “I remember talking to Eoin Morgan after 2015 World Cup, and you know how close I am with him,” kata McCullum. Ia mengutip momen ketika Morgan mendatanginya dengan pertanyaan, “He came to me and asked me, ‘What do you think I should do?’”

McCullum kemudian mengutip jawabannya sendiri: “I said, ‘Tough times don’t last, but tough blokes do’.” Ia menutup pemikirannya dengan mengingat bahwa prinsip yang sama juga berlaku untuk situasi Inggris sekarang.

McCullum kembali menyinggung isu “midnight curfew” setelah sebelumnya mengakui adanya “ambiguity” dalam beberapa bagian setelah kekalahan di The Oval. Ia menyebut curfew itu diperkenalkan setelah sejumlah kontroversi di luar lapangan selama Ashes.

Ia menjelaskan bahwa meski insiden Stokes dan Atkinson terjadi setelah Test pertama usai, Inggris tetap menyatakan curfew tersebut masih berlaku. Dalam versi penjelasan berikutnya, Key mengatakan Atkinson mengaku tidak mengetahui pemberlakuan curfew saat itu.

McCullum menyatakan, “It’s very well documented now the point around not just the curfew but our standards around protocols and all those sorts of things.” Ia menambahkan bahwa tim tetap ingin suasana menyenangkan, namun batasnya harus jelas, “Time and place is important to be able to enjoy yourself and we’ll always try to encourage that.”

Ia menutup dengan penekanan bahwa koreksi perlu dilakukan bila ada pelanggaran. “But excess is not what we’re after and when mistakes are made you need to make sure you iron them out and then we move forward as a team. That’s where we’re at at the moment.”

Dengan Stokes kembali sebagai kapten dan “band back together,” pekan ini menjadi penentu bagi Inggris. Suasana latihan pada Selasa disebut lebih ringan, termasuk momen ketika Stokes menemui McCullum sebelum tim masuk ke agenda utama.

Namun, tekanan akan berubah menjadi lebih berat bila Inggris kembali gagal pada Test penentuan tersebut. Inggris kini perlu hasil yang memihak karena mereka tengah berhadapan langsung dengan laga yang menentukan seri melawan Selandia Baru.