Teknologi

53.000 Booking Cathay Pacific Terdampak Akses Tak Sah di Amadeus (Ags 2023–Sep 2026)

×

53.000 Booking Cathay Pacific Terdampak Akses Tak Sah di Amadeus (Ags 2023–Sep 2026)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cathay Pacific Alami Kebocoran Data - Teknologi

jurnalistik.co.id – Cathay Pacific Airways menyatakan sekitar 53.000 daftar booking terdampak akses tak sah terhadap data reservasi yang disimpan oleh Amadeus IT Group. Perusahaan juga menegaskan insiden ini tidak berdampak pada sistem maupun operasi mereka.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat, maskapai penerbangan asal Hong Kong itu menyebut insiden terjadi dalam rentang Agustus 2023 hingga September 2026. Cathay menuturkan pihaknya masuk ke daftar maskapai penerbangan global yang semakin panjang yang mengalami dampak kebocoran data melalui salah satu penyedia layanan besar.

Cathay merinci bahwa akses tidak sah tersebut mengenai data yang terkait dengan proses pemesanan. Sebanyak kira-kira 53.000 catatan disebut terpengaruh, dan sebagian besar di antaranya memuat informasi dasar perjalanan.

Menurut keterangan Cathay, sebagian besar catatan yang terdampak berisi nomor referensi pemesanan, nama penumpang, serta rincian penerbangan. Informasi semacam ini, kata maskapai, merupakan bagian dari data reservasi yang disimpan pada sistem milik Amadeus IT Group.

Selain itu, Cathay juga menyampaikan bahwa tidak semua catatan memiliki jenis informasi yang sama. Ada sebagian kecil daftar booking yang berpotensi memuat data kontak serta informasi dokumen perjalanan.

Maskapai menjelaskan bahwa pada sebagian kecil catatan tersebut, informasi yang mungkin ikut terpapar mencakup alamat email, nomor telepon, serta informasi dokumen perjalanan. Pernyataan ini menekankan adanya variasi tingkat data yang ada di masing-masing catatan booking yang terdampak.

Cathay menegaskan bahwa insiden sedang diselidiki. Perusahaan menyatakan proses pemeriksaan dilakukan untuk memahami ruang lingkup akses tidak sah serta memastikan detail dampaknya sesuai dengan temuan yang ada.

Dalam kaitan dengan operasional, Cathay menyampaikan bahwa insiden ini tidak berdampak pada sistem maupun kegiatan operasional perusahaan. Pernyataan tersebut menempatkan fokus pada dampak pada data reservasi, tanpa menyebut gangguan layanan atau perubahan proses operasi sehari-hari.

Dengan demikian, isu yang disampaikan Cathay lebih merujuk pada informasi yang tersimpan dalam pencatatan pemesanan penerbangan, serta kemungkinan keterpaparan data tertentu di sebagian kecil catatan. Rentang waktu Agustus 2023 hingga September 2026 disebut sebagai periode ketika akses tidak sah terhadap data reservasi terjadi.

Maskapai juga memilih menyampaikan rincian ringkas mengenai jenis data yang umumnya ada pada catatan booking. Nomor referensi pemesanan, nama penumpang, dan rincian penerbangan disebut sebagai mayoritas dari data yang terdampak, sementara data kontak dan informasi dokumen perjalanan disebut hanya berpotensi muncul pada sebagian kecil daftar.

Sejauh ini, Cathay menyebut bahwa penyelidikan masih berjalan. Perusahaan juga menegaskan kembali bahwa, meski terdapat dampak pada catatan reservasi, sistem dan operasi mereka dinyatakan tetap aman.

Pernyataan Cathay memperlihatkan bagaimana kebocoran data pada penyedia layanan reservasi dapat memengaruhi sejumlah besar daftar pemesanan pada periode tertentu. Dengan jumlah sekitar 53.000 catatan yang disebut terdampak, maskapai menempatkan informasi yang dimuat pada booking sebagai komponen utama yang menjadi perhatian dalam insiden ini.

Cathay menyebut akses tidak sah itu terkait data yang secara khusus digunakan dalam tahap pemesanan, yang kemudian tersimpan dalam basis reservasi yang dikelola Amadeus IT Group. Dengan kata lain, rincian yang tercatat dalam proses booking menjadi bagian yang dipersoalkan dalam insiden tersebut.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa penyebaran informasi tidak bersifat seragam pada semua catatan yang disebut terdampak. Umumnya, catatan berisi informasi inti seperti nomor referensi pemesanan, nama penumpang, dan rincian penerbangan. Namun pada sebagian kecil daftar, peluang terpaparnya data kontak serta informasi dokumen perjalanan disebut lebih relevan, sehingga tingkat jenis data yang beredar dapat berbeda antar booking.

Sejalan dengan itu, Cathay menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung untuk memahami ruang lingkup akses tidak sah dan menilai temuan yang berkaitan dengan catatan reservasi yang terpengaruh. Dalam pernyataan yang sama, maskapai menekankan bahwa kejadian ini tidak membawa dampak terhadap sistem maupun operasi perusahaan, serta mengarahkan perhatian pada potensi keterpaparan data selama periode yang disebutkan, yaitu dari Agustus 2023 hingga September 2026.