jurnalistik.co.id – PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi mengumumkan para pemenang Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) ke-19 untuk periode 2025-2026. Ajang ini disebut telah menjangkau anak-anak di hampir seluruh provinsi Indonesia, sekaligus memperlihatkan meningkatnya antusiasme peserta dalam menuangkan imajinasi serta kepedulian sosial dan lingkungan melalui karya seni.
Pencapaian tersebut diposisikan sebagai bagian dari transformasi TDCAC dalam empat tahun terakhir menjadi program edukasi berkelanjutan. Fokusnya diarahkan pada pengembangan pola pikir kreatif anak, sehingga kompetisi tidak berhenti pada proses lomba, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang berkesinambungan.
TAM menyebut para pemenang TDCAC ke-19 akan membawa karya terbaik Indonesia ke kompetisi global TDCAC di Jepang. Di sisi lain, kualitas karya dinilai tidak hanya dari aspek visual, melainkan juga kemampuan peserta dalam menghadirkan ide yang orisinal serta empatik terhadap isu sosial dan lingkungan.
Komitmen pendidikan dan penguatan ekosistem
President Director PT TAM Takuya Yokohama menyampaikan harapan agar karya yang dihasilkan semakin relevan sebagai solusi terhadap tantangan sosial masyarakat serta menjadi inspirasi bagi masa depan yang lebih baik untuk semua. Dalam keterangan resminya, TAM juga menegaskan pengusungan tema “Inspire the World with Your Dream”.
“Mengusung tema Inspire the World with Your Dream , TDCAC ke-19 merupakan kontribusi dalam mewujudkan pilar pendidikan Toyota Berbagi Ilmu melalui program pendidikan inklusif serta pengembangan pemikiran kreatif dan berkelanjutan bagi anak Indonesia,” kata Takuya Yokohama dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Dalam program ini, Toyota Indonesia mengajak generasi muda mengembangkan ide kreatif terkait solusi mobilitas masa depan. Tantangan sosial dan lingkungan didorong untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan desain yang kreatif, solutif, dan berpotensi dikembangkan sebagai solusi mobilitas, sejalan dengan visi Creating Mobility for All dan misi Producing Happiness for All.
TDCAC juga dikembangkan sebagai platform pembelajaran kreatif jangka panjang, sejalan transformasi program sejak TDCAC ke-16. Penguatan ekosistem pendukung turut dilakukan, termasuk melalui pelatihan Project Based Learning (PjBL) dengan framework CITA di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkaya peran guru di daerah. Program ini disebut melengkapi jangkauan kegiatan dari wilayah barat Indonesia seperti Aceh hingga titik selatan, Rote.
Untuk memperluas partisipasi yang lebih inklusif, Toyota turut melibatkan sekolah, dinas pendidikan, komunitas pelanggan, serta jaringan diler yang jumlahnya terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Keikutsertaan yang lebih luas tersebut juga tercermin pada sebaran peserta.
TDCAC ke-19 jaring lebih dari 7.500 karya dari 36 provinsi
TDCAC ke-19 berhasil menjaring lebih dari 7.500 karya dari 36 provinsi di Indonesia. Pada gelaran sebelumnya, TDCAC ke-18 diikuti peserta dari lebih dari 30 provinsi, sedangkan TDCAC ke-17 diikuti peserta dari 29 provinsi.
Seluruh karya melalui proses kurasi bertahap: mulai dari seleksi ide, penyaringan menjadi 300 karya terbaik, hingga penentuan 10 besar di setiap kategori, sebelum akhirnya dipilih tiga pemenang utama. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan kualitas karya, orisinalitas, keunikan ide, serta kemampuan peserta menunjukkan empati terhadap isu sosial dan menerjemahkannya menjadi visi mobilitas masa depan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Vice President Director PT TAM Jap Ernando Demily menilai transformasi TDCAC sejalan dengan semangat Toyota Ada Untuk Indonesia. “Sejalan dengan semangat Toyota Ada Untuk Indonesia, transformasi TDCAC mencerminkan komitmen untuk membuka ruang berkarya yang lebih inklusif bagi anak-anak dari berbagai daerah. Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan pendidikan turut meningkatkan kualitas peserta dan memperkaya wawasan guru sebagai pihak yang dekat dengan anak didik,” ujarnya.
Pemenang berdasarkan kategori usia
Untuk kategori 1 (di bawah 8 tahun), pemenang pertama adalah Muhammad Ninoor Firdaus (5) dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan karya berjudul “Mobil Penolong Orang & Hewan yang Terkena Rabies”. Pemenang kedua, Arashya Darmaya (6) dari Bengkulu, Bengkulu, merancang “Mobil Pengubah Kebisingan Menjadi Kenyamanan”. Sedangkan pemenang ketiga, Afsheena Qaireen Zivana (4) dari Jakarta Barat, Daerah Khusus Jakarta, menghadirkan “Mobil Lumba-Lumba Penakluk Banjir”.
Pada kategori 2 (usia 8—11 tahun), pemenang pertama adalah Khalif Arziqi Nasution (11) dari Surabaya, Jawa Timur, dengan “Toyota Hair-House Car”. Pemenang kedua, Aqueena Dphilosophia Nofianda (10) dari Bengkulu, Bengkulu, menciptakan “Mobil Filter Kata-Kata Kasar”. Pemenang ketiga, Shaqilla Sakina A. Putri (11) dari Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuat “Mobil Mural Sahabat Disabilitas”.
Untuk kategori 3 (usia 12—15 tahun), pemenang pertama adalah Evan Radithya Nio (15) dari Jakarta Utara, Jakarta Utara, dengan “Flood Rescue Car”. Pemenang kedua, Livia Titania Putri (12) dari Bandung, Jawa Barat, mengusung “The Driven Sanctuary”. Pemenang ketiga, Aisyah Dzakira Khansa (13) dari Denpasar, Bali, merancang “The Smart Stroller Car: Mobil Penerjemah Tangisan Bayi”.












