Peristiwa

Transportasi dan Stok BBM Dipastikan Aman Jelang PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

0
×

Transportasi dan Stok BBM Dipastikan Aman Jelang PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kesiapan Transportasi dan Stok BBM Dipastikan Aman Jelang PENAS
Ilustrasi: Kesiapan Transportasi dan Stok BBM Dipastikan Aman Jelang PENAS

jurnalistik.co.id – Kesiapan transportasi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dinyatakan aman dalam rapat Forkopimda yang dipimpin Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Aula Rumah Jabatannya pada Rabu (10/6/2026).

Rapat itu menjadi perhatian utama mengingat ribuan peserta akan datang dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga aspek mobilitas dan ketersediaan energi menjadi fokus pembahasan sejak tahap persiapan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, menyampaikan bahwa pemerintah terus mematangkan berbagai aspek pendukung pelaksanaan PENAS. Menurutnya, selain kesiapan lokasi kegiatan yang berjalan sesuai rencana, kelancaran mobilitas peserta juga menjadi bagian yang diperhatikan secara serius dalam rapat Forkopimda.

Jamal menyebut bahwa Kementerian Perhubungan telah memberikan dukungan penuh untuk menjamin kelancaran transportasi peserta menuju Gorontalo. Dukungan tersebut, kata dia, mencakup penyesuaian jadwal kapal laut, penambahan penerbangan, serta penyediaan armada bus selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, untuk laut maupun udara mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan. Penambahan penerbangan dan penyesuaian jadwal kapal dilakukan untuk memastikan seluruh peserta dapat hadir dan kembali sesuai kebutuhan,” ujar Jamal.

Selain memastikan akses keberangkatan, penyesuaian juga dilakukan agar kepulangan peserta dapat berlangsung selaras dengan waktu berakhirnya kegiatan. Dalam penjelasannya, Jamal menerangkan bahwa pemerintah menyiapkan penerbangan tambahan pada 18 dan 19 Juni untuk mengakomodasi peserta dari wilayah Jawa, Sumatera, dan daerah lainnya.

Untuk peserta dari Kalimantan Utara yang menggunakan transportasi laut, Jamal juga menyampaikan adanya penyesuaian jadwal kepulangan. Langkah itu diarahkan agar waktu kepulangan mereka sesuai dengan waktu berakhirnya kegiatan PENAS di Gorontalo.

Di luar aspek transportasi, pemerintah daerah bersama Pertamina memastikan ketersediaan BBM selama pelaksanaan PENAS tetap aman. Jamal menjelaskan bahwa perhitungan kebutuhan pasokan dilakukan dengan mempertimbangkan tambahan konsumsi dari ribuan peserta yang datang menggunakan kendaraan darat.

“Untuk saat ini stok BBM aman, namun kami tetap mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama pelaksanaan PENAS. Pertamina juga telah menyatakan kesiapan memberikan perhatian khusus agar pasokan tetap terjaga,” kata Jamal.

Pernyataan Jamal menegaskan bahwa meski kondisi stok saat ini dinilai aman, pengawasan dan antisipasi tetap dilakukan untuk merespons kemungkinan peningkatan kebutuhan selama masa pelaksanaan. Dengan perencanaan yang mempertimbangkan pola mobilitas peserta, pemenuhan kebutuhan BBM diharapkan tidak mengalami hambatan.

Sebagai langkah antisipasi di lapangan, sejumlah SPBU di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo akan beroperasi selama 24 jam selama pelaksanaan PENAS. Kebijakan ini ditempatkan sebagai penguat agar distribusi BBM berjalan lancar sekaligus memberi kenyamanan bagi peserta maupun masyarakat.

Jamal juga menekankan bahwa upaya tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan persiapan mobilitas yang telah dibahas bersama Kementerian Perhubungan. Dengan penyesuaian jadwal laut, penambahan penerbangan, serta penyediaan armada bus, pelaksanaan PENAS diharapkan berjalan terarah dari sisi transportasi.

Pada saat yang sama, jaminan ketersediaan BBM yang didukung Pertamina dan pengoperasian SPBU selama 24 jam menjadi bagian dari strategi yang sama: menjaga agar kebutuhan energi selama masa kegiatan tetap terakomodasi.

Rapat Forkopimda yang dipimpin Gusnar Ismail pada 10/6/2026 itu, dengan demikian, menegaskan arah persiapan yang menyatukan aspek lokasi, mobilitas, dan suplai BBM. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan kelancaran mobilitas ribuan peserta dan mendukung jalannya PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Dalam rapat tersebut, koordinasi lintas pihak juga ditegaskan sebagai kunci, mulai dari pengaturan akses menuju lokasi hingga pengelolaan kebutuhan selama hari pelaksanaan. Pemerintah memandang bahwa kesiapan layanan transportasi dan suplai energi harus bergerak seiring dengan arus kedatangan peserta dari berbagai wilayah.

Penegasan tentang pemantauan kebutuhan BBM turut menjadi perhatian, karena pola mobilitas peserta diperkirakan memunculkan lonjakan konsumsi pada periode kegiatan. Dengan langkah penghitungan pasokan yang mempertimbangkan tambahan penggunaan kendaraan darat, pemerintah berharap distribusi di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan.

Selain itu, pengoperasian SPBU selama 24 jam selama PENAS dimaksudkan untuk menjaga ritme distribusi saat aktivitas masyarakat meningkat di sekitar waktu keberangkatan maupun kepulangan peserta. Langkah ini juga diposisikan sebagai upaya memberi kepastian layanan bagi peserta sekaligus mendukung kelancaran kebutuhan masyarakat di Gorontalo.