Hukum & Kriminal

Valiexia (28) Penumpang KRL Green Line Diinjak dan Dijambak, Tak Kenal Pelaku, Baru Pertama Bertemu

0
×

Valiexia (28) Penumpang KRL Green Line Diinjak dan Dijambak, Tak Kenal Pelaku, Baru Pertama Bertemu

Sebarkan artikel ini
Penumpang KRL yang Diinjak dan Dijambak Tak Kenal Pelaku, Baru Pertama Kali Bertemu News 5 Juni 2026
Ilustrasi: Penumpang KRL yang Diinjak dan Dijambak Tak Kenal Pelaku, Baru Pertama Kali Bertemu

jurnalistik.co.id – Valiexia (28) mengaku tidak mengenal perempuan yang berselisih dengannya di dalam KRL Green Line. Ia menyatakan, pertemuan dengan perempuan tersebut baru terjadi untuk pertama kali pada Kamis (4/6/2026) pagi.

Dalam keterangannya, Valiexia mengatakan tidak ada hubungan maupun persoalan sebelumnya dengan lawan bicaranya itu. Ia juga mengaku tidak mengetahui identitas maupun asal-usul perempuan tersebut.

“Saya enggak pernah ketemu orang itu, baru kali ini aja,” ujar Valiexia saat dihubungi pada Jumat (5/6/2026).

Valiexia menuturkan, kejadian bermula ketika KRL melaju dari Stasiun Palmerah menuju Stasiun Tanah Abang. Menurutnya, perempuan tersebut beberapa kali menginjak kakinya serta menusuk-nusukkan tangan yang dikepal ke tubuhnya di dalam gerbong yang padat penumpang.

Valiexia menggambarkan rasa sakit yang ia rasakan sejak kereta mulai bergerak. Ia mengatakan upayanya untuk bersikap tenang tidak langsung menghentikan tindakan yang ia terima.

“Kalau dia enggak ngapa-ngapain pasti aku diem aja. Dari kereta baru jalan udah injak-injak sama tusuk-tusuk,” jelas dia.

Meski merasa terganggu, Valiexia sempat mencoba mengabaikan perilaku perempuan tersebut. Namun, karena tindakan itu terus berlanjut dan menimbulkan rasa sakit, ia akhirnya menegur perempuan itu.

Valiexia menyampaikan ia sempat meminta perempuan tersebut menghentikan gerakannya. Ia juga menceritakan respons lawan bicaranya saat teguran disampaikan.

“Saya suruh diem tangan sama kakinya, tapi dia masih pura-pura enggak lakuin apa-apa. Terus saya suruh dia naikin tangannya. Dia malah jawab gini ‘suka-suka gua tangan nya mau dimana’,” kata Valiexia.

Teguran tersebut, menurut Valiexia, kemudian berkembang menjadi adu mulut di dalam KRL. Keributan di dalam gerbong terus berlanjut hingga keduanya tiba di Stasiun Tanah Abang.

Valiexia menuturkan, saat hendak turun dari kereta, rambutnya dijambak oleh perempuan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui alasan perempuan itu melakukan tindakan yang memicu cekcok tersebut.

“Enggak bilang alasannya, tapi jadi dia tiba-tiba kepal tangan dia gitu, terus dia tusuk-tusuk kayak nonjok-nonjok gitu. Tapi sakit banget,” kata dia.

Peristiwa itu akhirnya dilerai setelah petugas keamanan datang dan memisahkan keduanya. Valiexia menyatakan setelah kejadian tersebut, ia memilih untuk tidak melapor.

“Saya enggak buat laporan. Cuma saya berharapnya itu cewek harusnya diamankan oleh petugas, biar enggak berkeliaran lagi sampai ada korban lagi,” ucap Valiexia.

Dengan demikian, Valiexia menegaskan bahwa ia tidak memiliki riwayat pertemuan atau persoalan sebelumnya dengan perempuan yang berselisih dengannya. Ia juga menyampaikan bahwa kejadian yang ia alami terjadi sepanjang perjalanan KRL pada Kamis (4/6/2026) pagi, dari Stasiun Palmerah menuju Stasiun Tanah Abang.

Valiexia juga menekankan bahwa ia tidak memiliki kedekatan ataupun urusan apa pun dengan perempuan tersebut. Menurut pengakuannya, ia tidak mengetahui siapa nama atau asal-usul perempuan itu, sehingga sejak awal ia merasa bingung saat tindakan yang dialaminya berubah menjadi cekcok.

Ia menyebut rangkaian kejadian berlangsung bertahap selama perjalanan KRL. Ketika kereta berangkat dari Stasiun Palmerah menuju Stasiun Tanah Abang, perempuan itu beberapa kali menginjak tubuhnya dan melakukan gerakan dengan tangan yang dikepal seolah menusuk-nusukkan. Valiexia mengatakan rasa tidak nyaman dan sakit muncul sejak kereta mulai bergerak, sehingga upaya untuk tetap bersikap tenang tidak langsung membuat situasi mereda.

Setelah beberapa waktu, teguran yang disampaikan akhirnya memicu respons yang menurutnya tidak mereda dan membuat suasana menjadi semakin memanas di dalam gerbong. Valiexia menceritakan percakapan mereka berkembang menjadi adu mulut hingga keduanya mencapai Stasiun Tanah Abang, lalu ketika hendak turun dari kereta, rambutnya dijambak. Ia mengaku tindakan itu dilakukan tanpa penjelasan alasan terlebih dahulu.

Valiexia mengatakan peristiwa kemudian dilerai setelah petugas keamanan datang dan memisahkan keduanya. Meski demikian, ia memilih tidak mengajukan laporan. Ia menyatakan harapannya agar tindakan serupa tidak berulang dan perempuan itu dapat diamankan petugas, supaya tidak ada korban lain yang mengalami hal yang sama.