Daerah

Jelang Pemadaman Aliran PAM Besok, Warga Jatipulo Jakarta Barat Stok 8 Galon Air

×

Jelang Pemadaman Aliran PAM Besok, Warga Jatipulo Jakarta Barat Stok 8 Galon Air

Sebarkan artikel ini
Jelang Aliran PAM Mati Besok, Warga Jatipulo Jakbar Stok 8 Galon Air News 4 Juni 2026
Ilustrasi: Jelang Aliran PAM Mati Besok, Warga Jatipulo Jakbar Stok 8 Galon Air

jurnalistik.co.id – Warga RW 04 Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, mulai menyiapkan penampungan air bersih menjelang penghentian sementara pasokan PAM Jaya yang dijadwalkan mulai Jumat (5/6/2026) malam.

Sejumlah warga memilih untuk memulai lebih awal karena pemulihan aliran air diprediksi berlangsung bertahap. Upaya itu diharapkan membantu mereka memenuhi kebutuhan harian ketika pasokan sementara berhenti.

Situasi ini tampak di RT 09 RW 04, tempat Yusuf (50) mengandalkan galon air mineral kosong sebagai wadah penampungan. Yusuf tidak memiliki toren atau tandon air di rumahnya.

Di dalam kamar mandi rumah Yusuf, sejumlah galon bekas dan ember terlihat disusun berderet untuk memastikan kebutuhan air tetap tersedia. Yusuf, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar, telah menyiapkan enam galon air untuk lima anggota keluarganya.

Meski demikian, jumlah enam galon itu disebut masih belum cukup untuk kebutuhan air sehari-hari. Karena itu, Yusuf menyiapkan langkah lanjutan dengan memperhitungkan pembelian galon tambahan agar ketersediaan air tidak terganggu selama masa penghentian.

Penampungan lewat galon

Yusuf mengatakan ia bersiap menambah stok galon apabila galon yang sudah tersedia habis. “Paling ya galon saja kita siapin lagi lebih banyak. Soalnya kita enggak pakai toren (tandon) ya. Kalau galonnya kosong, ya kita siapin lagi,” kata Yusuf saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6/2026).

Ia menambahkan bahwa bila stok tetap tidak mencukupi, ia akan membeli galon lagi. “Kalau enggak cukup ya beli lagi, paling dua (galon) lagi, mau enggak mau, gimana lagi. Mandi aja jadinya kadang harus pakai air isi ulang,” ujar dia.

Bagi Yusuf, persiapan tersebut juga berkaitan dengan cara pemakaian air selama penghentian pasokan. Ia mengaku akan menyesuaikan kebutuhan dengan stok yang ada, termasuk saat kebutuhan mandi harus dipenuhi menggunakan air isi ulang.

Di rumah yang tidak memiliki toren, penambahan stok galon menjadi pilihan praktis untuk menjaga agar aktivitas harian tetap berjalan. Yusuf menyiapkan persiapan bertahap dengan menaruh perhatian pada kebutuhan air yang berulang setiap hari.

Warga lain, Murtini (48), menyatakan kondisinya sedikit lebih tenang karena memiliki toren air berukuran 1.000 liter di depan rumah. Ia telah menyiapkan pengisian sejak informasi rencana pemadaman disampaikan.

Murtini mengungkapkan bahwa ia mengetahui rencana ini sejak beberapa hari lalu lewat pesan berantai di WhatsApp dan pengumuman dari pengurus RW setempat. Menurutnya, warga yang memiliki galon lebih banyak mulai melakukan pengisian sejak sebelumnya.

Toren 1.000 liter dan kebutuhan yang tetap harus dipenuhi

“Makanya kemarin juga sudah pada siap-siap ngisi galon, yang pada punya galon banyak. Nah saya punya tabung (toren) satu ini, sudah saya penuhin juga,” ungkap Murtini.

Meskipun sudah melakukan persiapan, Murtini tetap menyatakan ada kekhawatiran bahwa pasokan tidak akan mencukupi untuk seluruh kebutuhan. Ia menilai kebutuhan yang harus dipenuhi meliputi aktivitas dasar seperti mandi serta persiapan anak sekolah.

Selain kebutuhan rutin, Murtini juga sedang menjalani renovasi rumah yang sempat terkena kebakaran. Kondisi tersebut membuat ia perlu mengatur penggunaan air dengan lebih ketat selama masa penghentian.

Untuk urusan mencuci pakaian, Murtini menyebut ia akan menyerahkannya sementara kepada jasa penatu atau laundry. Dengan cara itu, ia berusaha memastikan stok air yang ada dapat diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Secara umum, persiapan warga RW 04 Jatipulo menunjukkan upaya yang dilakukan menyesuaikan kondisi masing-masing rumah. Menjelang malam Jumat, langkah yang mereka lakukan diarahkan agar kebutuhan air bersih tetap bisa berjalan selama pasokan PAM Jaya dihentikan dan pemulihan aliran berlangsung bertahap.