jurnalistik.co.id – Di Swansea Crown Court, juri mendengar kesaksian Vicki Williams, seorang guru di Milford Haven Comprehensive School, tentang serangan mendadak yang melibatkannya dengan seorang murid berusia 16 tahun.
Williams menyampaikan bahwa murid tersebut mengikuti dirinya ke dalam ruang kelas, lalu meminta bantuan terkait pelajaran sejarah. Setelah itu, ia menggambarkan bagaimana situasi berubah menjadi serangan dengan pisau besar dapur.
Jaksa menjelaskan bahwa terdakwa kemudian “lunged” pada Williams menggunakan pisau, menembakkan serangan ke bagian kepala, sebelum mendorongnya kembali hingga jatuh ke kursi.
Williams mengatakan kepada juri bahwa ia yakin dirinya akan meninggal. Ia mengingat pikirannya saat itu, termasuk kalimat: “I’m dying. I’m not going to see my daughter again”.
Menurut keterangannya, murid yang tidak dapat disebutkan identitasnya karena usianya itu membantah tuduhan percobaan pembunuhan serta dakwaan melukai dengan niat dan melukai secara melawan hukum. Kendati demikian, ia sebelumnya mengaku memiliki pisau.
Pada hari kedua persidangan, Williams juga menjelaskan bahwa ia sempat mengajar terdakwa pada sesi pelajaran yang sama sebelum kejadian. Ia mengatakan murid tersebut “absolutely fine” selama pelajaran dan tidak melihat tanda-tanda masalah sebelum insiden.
Williams menilai ada hal yang “unusual” ketika terdakwa datang ke kelasnya hanya untuk mengklarifikasi tugas. Ia menyebut terdakwa sebagai “low work ability child”, tetapi mengakui kemungkinan ia mendapat “wake up call” setelah ujian latihan (mock exams).
Kesaksian sebelum serangan
Williams merinci momen-momen sebelum serangan. Ia menyebut terdakwa berkali-kali meminta pertolongan, sambil menunjuk buku pelajaran dan berulang kali menanyakan, “is that right?”.
Ia mengatakan terdakwa terlihat tidak menatap buku: “All the time, he’s ruffling in his bag, he’s not looking at [the book]”. Williams menambahkan bahwa gerakan itu, menurut penilaiannya, dimaksudkan untuk menjaga percakapan tetap berjalan.
Dalam kesaksiannya, Williams juga menggambarkan upaya terdakwa bergerak perlahan untuk berada di belakangnya: “It’s a tactic to keep me talking. He’s then trying to creep. It’s a slow movement to try and get behind me.”
Berita Terkait
Williams menjelaskan bahwa terdakwa “pulled ‘something out of the bag’” dan kemudian menjatuhkannya ke kursi. Saat Williams menoleh, ia menyatakan ujung pisau mengarah ke arahnya, dengan kutipan: “I look up and the knife is point-end down.”
Ia menggambarkan tekanan yang dirasakannya saat serangan berlangsung, menyebutnya terasa sangat berat “like a lot of pressure”. Ketika terdakwa membuat gerakan tikaman, Williams mengatakan ia meraih pisau.
Dalam bagian ini, Williams menuturkan kesan visual yang ia tangkap saat itu: “The look was pure hatred. The eyes, it was pure hatred, they were definitely not vacant.”
“I need help” dan respons saat kejadian
Pihak pembela, melalui Matthew Roberts KC, menanyakan apakah Williams meminta terdakwa mengeluarkan senjata dari dalam tas. Williams menegaskan bahwa tidak demikian, mengatakan kepada juri: “that is absolutely not what happened”, dan membantah adanya “a scuffle”.
Ia mengaku mengingat momen ketika sadar bahwa ia telah ditikam di kepala: “I know that I’ve been stabbed in the head.” Ia menambahkan bahwa ketakutannya muncul bersamaan dengan penglihatan pisau, sehingga yang ia pikirkan saat itu hanya: “I need help”.
Williams menuturkan bahwa serangan itu “came out of nowhere” dan menilai insiden tersebut “categorically an attack on me”. Ia juga mengatakan bahwa pengalaman itu menjadi beban batin yang harus ia hadapi setiap hari: “This is something I have to relive every day”.
Juri sebelumnya mendengar bahwa Williams melawan terdakwa dengan memegang lengan sekaligus pisau. Mereka juga disajikan rekaman CCTV yang menunjukkan terdakwa berlari keluar dari ruang kelas sekitar dua menit setelah serangan.
Setelah peristiwa tersebut, polisi dan layanan darurat dipanggil. Sekolah kemudian diberlakukan penutupan sementara (temporary lockdown), dan pada hari berikutnya sekolah ditutup.
Williams mengalami beberapa luka, termasuk luka sepanjang 7 cm (2.8 in) di punggung bawah. Ia kemudian dibawa ke Withybush Hospital di Haverfordwest.
Pihak berwenang kemudian menangkap terdakwa di rumah neneknya. Persidangan dilanjutkan pada tahap berikutnya.












