jurnalistik.co.id – Vinicius Junior tampil sebagai penyelamat Timnas Brasil saat menghadapi Maroko pada laga pertama Grup C Piala Dunia 2026. Golnya memastikan Selecao tidak kalah sekaligus membuatnya menyamai catatan gol Ronaldinho di ajang Piala Dunia.
Pertandingan Brasil vs Maroko yang digelar di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, pada Minggu (14/6/2026) waktu Indonesia berakhir dengan skor 1-1. Brasil harus menjalani laga yang ketat karena Maroko tampil disiplin dan terus memberi tekanan sepanjang pertandingan.
Secara statistik, Brasil memang sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dengan angka 54 persen. Namun, tim tersebut tidak mampu tampil dominan dalam hal menciptakan peluang, sementara Maroko lebih sering mengancam pertahanan lawan.
Maroko melepaskan 13 tembakan sepanjang pertandingan, sedangkan Brasil hanya mencatat delapan percobaan. Alur permainan berubah ketika Maroko membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-21 melalui Ismael Saibari.
Gol pada menit ke-21 membuat Brasil berada dalam tekanan. Lini tengah Selecao kesulitan menciptakan peluang karena rapatnya pertahanan Maroko, sehingga serangan yang dibangun tidak langsung berbuah peluang berarti.
Vinicius Menjawab dengan Gol Penyeimbang
Di tengah situasi itu, Vinicius Junior muncul sebagai pembeda bagi Brasil. Pada menit ke-32, ia mencetak gol penyeimbang lewat aksi individu dari sisi serangan Brasil.
Vinicius menerima bola di area penyerangan sebelum bergerak melewati pemain lawan dan masuk ke kotak penalti. Setelah menemukan ruang tembak, ia melepaskan sepakan keras melengkung yang tidak mampu dihentikan kiper Maroko, Yassine Bounou.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan menyamakan kedudukan bagi Brasil. Setelahnya, kedua tim tetap berjuang untuk menambah gol, tetapi hingga pertandingan berakhir mereka tidak mampu menciptakan tambahan gol lagi.
Skor Tetap 1-1 hingga Peluit Akhir
Hingga laga usai, Brasil dan Maroko harus puas berbagi satu poin. Hasil imbang 1-1 ini sekaligus mengukuhkan peran Vinicius Junior sebagai penyelamat yang menjaga peluang Brasil di Grup C Piala Dunia 2026.
Dengan tembakan yang berimbang dalam peluang-peluang kunci, permainan memperlihatkan bahwa Maroko tidak mudah menyerah ketika berada dalam situasi tertinggal. Meski begitu, Brasil juga membuktikan daya responsnya melalui gol Vinicius pada menit ke-32 yang sekaligus menyamai catatan Ronaldinho di Piala Dunia.
Meski Brasil tercatat lebih sering menguasai bola, pertandingan tidak berubah menjadi panggung dominasi. Perolehan penguasaan itu lebih banyak berujung pada upaya membangun serangan tanpa menghasilkan peluang yang benar-benar berbahaya. Ketika Maroko berhasil lebih dulu unggul, rapatnya struktur permainan mereka membuat ruang gerak Brasil semakin sempit, sehingga transisi dari lini tengah ke area akhir berjalan lambat dan tidak mudah diterjemahkan menjadi tembakan.
Perubahan paling terasa datang dari momen ketika Vinicius Junior mengambil alih situasi. Pada menit ke-32, ia melakukan pergerakan dari area serangan, melewati pemain lawan, lalu masuk ke kotak penalti sebelum menuntaskan kesempatan yang muncul. Sepakannya yang dilepaskan dengan tenaga dan laju melengkung membuat bola sulit dibendung Yassine Bounou, sehingga Brasil langsung menyamakan kedudukan dan memulihkan keseimbangan permainan.
Setelah skor menjadi 1-1, kedua tim tetap mengejar gol tambahan, namun kesulitan yang sama kembali muncul: peluang yang ada tidak cukup matang untuk mengubah hasil. Maroko tetap bermain dengan disiplin sambil terus mengancam, sementara Brasil mencoba menekan untuk merebut keunggulan lagi. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol susulan yang tercipta, dan laga pun ditutup dengan pembagian satu poin yang sama-sama penting bagi langkah keduanya di Grup C Piala Dunia 2026.












