jurnalistik.co.id – Kota Gorontalo — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menghadiri talkshow peringatan hari lahir ke-10 Komunitas 1000 Guru Gorontalo yang berlangsung di Oceana Resort & Resto, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan itu menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, relawan, dan pegiat pendidikan yang selama ini ikut mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap pendidikan di wilayah pedalaman Gorontalo.
Acara tersebut mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah dan NGO dalam Meningkatkan Minat Pendidikan Generasi Muda di Pedalaman Gorontalo”. Tema ini menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan generasi muda.
Dalam sambutannya, Idah Syahidah menyampaikan apresiasi atas konsistensi Komunitas 1000 Guru Gorontalo yang telah satu dekade bergerak dan memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Menurutnya, keberadaan komunitas ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak hanya dimiliki oleh tenaga pendidik, tetapi juga oleh relawan dari beragam latar belakang profesi yang memiliki semangat pengabdian tinggi.
Idah menilai, dukungan dari berbagai unsur masyarakat menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pendidikan, terutama di daerah yang aksesnya masih terbatas. Kehadiran komunitas relawan seperti 1000 Guru, kata dia, memperlihatkan bahwa pendidikan adalah urusan bersama yang memerlukan perhatian terus-menerus, bukan sekadar program sesaat.
“Pendidikan yang paling penting bukan hanya soal pengetahuan yang diperoleh dari buku, tetapi bagaimana membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Idah.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pendidikan, dalam pandangan Wakil Gubernur, tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Lebih jauh dari itu, pendidikan juga harus menjadi proses pembentukan kepribadian agar anak-anak dan generasi muda Gorontalo tumbuh dengan daya tahan, integritas, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Idah menambahkan, pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam menyiapkan generasi muda Gorontalo menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai, kecerdasan memang dapat diperoleh melalui proses belajar, namun pembentukan karakter membutuhkan pengalaman, keteladanan, serta proses panjang yang harus dijalani secara berkelanjutan.
Menurutnya, proses pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap hidup yang baik. Karena itu, berbagai inisiatif yang menggabungkan pendekatan pendidikan, pengabdian sosial, dan kepedulian terhadap daerah pedalaman layak terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Regional 1000 Guru Gorontalo Muhammad Azhari Harahap mengenang perjalanan organisasi yang telah berdiri sejak 2016. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk kehadiran langsung Wakil Gubernur pada sejumlah kegiatan sosial dan pendidikan yang dilaksanakan hingga ke wilayah perbatasan.
“Bagi kami, kehadiran Ibu Wakil Gubernur di lokasi kegiatan hingga ke daerah perbatasan merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti dan menjadi motivasi bagi para relawan untuk terus mengabdi,” ungkap Azhari.
Ucapan itu menggambarkan bahwa hubungan antara komunitas relawan dan pemerintah daerah telah terjalin dalam semangat saling menguatkan. Bagi para relawan, kehadiran pimpinan daerah di tengah kegiatan lapangan bukan hanya simbol dukungan, tetapi juga dorongan moral agar gerakan pendidikan yang dijalankan tetap hidup dan konsisten.
Memasuki usia ke-10 tahun, Komunitas 1000 Guru Gorontalo diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, menumbuhkan semangat belajar generasi muda, serta memperkuat pendidikan karakter di berbagai wilayah pelosok Gorontalo. Perjalanan satu dekade ini menjadi penanda bahwa pengabdian yang dilakukan secara konsisten dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak di daerah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar dalam dunia pendidikan.
Dengan dukungan pemerintah, relawan, dan berbagai pihak yang peduli, upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Gorontalo diharapkan terus bergerak maju. Komunitas 1000 Guru Gorontalo sendiri, lewat kiprah yang telah dibangun sejak 2016, tampil sebagai salah satu contoh bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial bisa menjadi jalan penting untuk membuka lebih banyak peluang pendidikan bagi generasi muda di pedalaman.












