Nasional

Wakil Ketua DPR RI Temui Jemaah Haji di Mekkah, Serap Masukan soal Konsumsi dan Petugas

0
×

Wakil Ketua DPR RI Temui Jemaah Haji di Mekkah, Serap Masukan soal Konsumsi dan Petugas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Temui Jemaah Haji di Mekkah, Wakil Ketua DPR RI Tampung Masukan soal Konsumsi dan Petugas

jurnalistik.co.id – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyerap langsung sejumlah masukan dari jemaah haji asal Lombok dan Mataram, Nusa Tenggara Barat, saat mengunjungi penginapan jemaah di Mekkah, Arab Saudi. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mengawasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 sekaligus memastikan pelayanan bagi jemaah berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam pertemuan tersebut, Sari menerima beragam catatan dari jemaah yang sedang berada di Tanah Suci. Menurut dia, keluhan yang muncul belum terlalu banyak, namun ada satu hal yang paling sering disampaikan, yakni soal variasi menu makanan yang dinilai masih perlu diperhatikan agar lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan jemaah.

“Alhamdulillah, untuk kloter yang ada di sana keluhannya tidak terlalu banyak, paling terkait variasi menu makanan,” ujar Sari dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Masukan soal konsumsi itu menjadi perhatian penting karena makanan merupakan salah satu layanan dasar yang langsung dirasakan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah. Bagi para jemaah, kualitas layanan konsumsi tidak hanya menyangkut rasa, tetapi juga kenyamanan selama berada jauh dari tanah air dan tengah menjalani ibadah dengan jadwal yang padat.

Selain soal makanan, para jemaah juga menyinggung kesejahteraan petugas haji. Menurut mereka, aspek tersebut perlu mendapat perhatian agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih optimal. Aspirasi itu disampaikan dalam suasana kunjungan yang berlangsung langsung di penginapan jemaah, sehingga masukan yang diterima Sari berasal dari pengalaman nyata para jemaah selama berada di Mekkah.

Aspirasi akan dibawa ke rapat bersama Amirul Haji dan Kemenhaj

Sari menegaskan bahwa seluruh masukan yang ia terima tidak akan berhenti di lokasi kunjungan. Aspirasi itu akan dibahas bersama Amirul Haji dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk mencari solusi yang bisa meningkatkan kualitas pelayanan haji.

“Setelah ini, kami akan rapat dengan Amirul Haji dan Kemenhaj untuk mengumpulkan seluruh aspirasi dari para jemaah agar bisa dibahas bersama dan dicarikan solusi terbaik,” ungkapnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya dilakukan di level kebijakan, tetapi juga melalui pertemuan langsung dengan jemaah. Dengan mendengar keluhan dan kebutuhan mereka secara tatap muka, masukan yang diterima bisa lebih konkret dan menggambarkan situasi di lapangan.

Dalam konteks penyelenggaraan haji, masukan mengenai konsumsi dan petugas memang menjadi dua isu yang kerap berhubungan langsung dengan kenyamanan jemaah. Karena itu, Sari menilai penting bagi seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga amanah dan mengutamakan kepentingan jemaah selama proses ibadah berlangsung.

“Ketika para jemaah ikhlas dalam beribadah, maka keikhlasan itu tidak boleh dimanfaatkan dengan tidak memperhatikan kesejahteraan dan kelayakan para jemaah dalam beribadah,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pelayanan haji bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral kepada para tamu Allah yang menempuh perjalanan jauh untuk beribadah. Sari menekankan bahwa seluruh pihak perlu menjaga kualitas layanan agar jemaah dapat beribadah dengan tenang dan tanpa beban yang tidak semestinya.

Ia juga berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menunaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan tetap dalam keadaan sehat hingga kembali ke Tanah Air. Harapan itu ia sampaikan sebagai doa agar seluruh proses ibadah berjalan baik dari awal hingga akhir.

“Semoga ibadah seluruh jemaah Indonesia diterima Allah SWT, menjadi haji yang makbul, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat tanpa kurang satu apa pun,” tuturnya.

Di sela kunjungan tersebut, Sari juga menunjukkan perhatian langsung kepada jemaah asal Lombok dan Mataram. Ia memberikan buah-buahan dan uang saku sebagai bentuk kepedulian kepada para jemaah yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kunjungan itu sekaligus menjadi ruang untuk memastikan bahwa pelayanan kepada jemaah terus dipantau dari dekat. Aspirasi yang disampaikan di Mekkah, baik soal menu makanan maupun perhatian terhadap petugas haji, menjadi bahan penting untuk dibahas lebih lanjut agar penyelenggaraan ibadah haji semakin baik.

Dengan bertemunya aspirasi jemaah dan pengawasan dari wakil rakyat, perhatian terhadap kebutuhan dasar jemaah diharapkan tidak berhenti pada laporan administratif. Masukan yang muncul dari lapangan akan menjadi pijakan untuk mencari solusi yang lebih tepat, terutama pada layanan yang paling dirasakan langsung oleh jemaah selama berada di Arab Saudi.