Hukum & Kriminal

Wali Kelas RF di MAN 3 Padang: Tak Pernah Mengadu, Karena Dibully

×

Wali Kelas RF di MAN 3 Padang: Tak Pernah Mengadu, Karena Dibully

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wali Kelas Siswa Pembawa Bom di MAN 3 Padang Sebut RF Pendiam dan Tak Pernah Mengadu karena Dibully

jurnalistik.co.id – Wali kelas RF di MAN 3 Kota Padang, Nindya, menyatakan tidak pernah menyaksikan perundungan terhadap muridnya saat mendampingi di kelas XI.

Menurut Nindya, selama proses belajar di sekolah yang terlihat justru suasana bercanda antarsiswa, bukan tindakan yang mengarah pada bullying.

RF sendiri disebut diduga membawa empat bom rakitan ke sekolah dan meledakkan salah satunya di depan ruang kelas XII IPS 7 pada Selasa (14/07/2026).

Dalam keterangan kepada polisi, RF mengaku nekat melakukan aksi itu karena menyimpan dendam terhadap seorang teman sekelas yang diduga kerap membully dirinya.

Pengakuan wali kelas soal dugaan bullying

Nindya mengatakan penilaian itu didasarkan pada pengamatannya selama mendampingi RF sebagai wali kelas.

Ia menyebut RF tidak menunjukkan tanda-tanda adanya perlakuan perundungan yang bersifat menetap, setidaknya selama berada di bawah pantauannya.

“Pembullyan sih tidak ya saya rasa. Hanya bercanda-bercanda remaja saja. Mungkin sering jadi bahan untuk ditertawakan,” kata Nindya kepada Kompas.com di MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/07/2026).

Nindya juga mencontohkan bentuk “candaan” yang menurutnya sering terjadi di kelas remaja.

“Misalnya dia tidur, lalu dibercandain sama temannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan gambaran dari apa yang Nindya lihat selama periode mendampingi RF.

Namun, Nindya mengaku tidak mengetahui apakah terdapat peristiwa lain di luar pantauan guru ketika tidak berada di kelas.

Selain soal pengamatan langsung, pihak sekolah juga tidak pernah menerima laporan mengenai dugaan perundungan tersebut dari RF maupun orang tuanya.

“Pengaduan dari orang tuanya ke kami juga enggak ada,” katanya.

Karakter RF yang dinilai pendiam

Nindya menyampaikan RF dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tidak terlalu banyak berinteraksi selama mengikuti pembelajaran.

Ia menggambarkan aktivitas sehari-hari RF di kelas berjalan wajar, dengan kecenderungan banyak diam dibanding tampil aktif.

“Anaknya enggak terlalu aktif. Biasa saja. Banyak diam,” ujarnya.

Meski demikian, Nindya menyatakan RF tetap memiliki teman di kelas dan tidak mengalami kendala yang mengganggu proses belajarnya.

“Dari pantauan kami, dia ada berteman dengan teman sekelasnya. Nilainya pun alhamdulillah tuntas semua,” kata Nindya.

Nindya menambahkan, pada semester pertama ketika RF duduk di kelas XI, siswa tersebut beberapa kali tidak masuk sekolah karena sakit.

Ia juga menyebut RF sempat mengalami mimisan pada beberapa kesempatan selama di kelas.

Meski ada kondisi kesehatan yang membuat RF tidak selalu hadir, Nindya menilai proses pendidikan tetap dapat berjalan dan capaian akademiknya tercatat tuntas.

Dengan penjelasan itu, Nindya menempatkan perbedaan antara narasi RF di hadapan penyidik dan apa yang ia lihat selama menjadi wali kelas.

Bagi Nindya, yang menonjol selama pendampingan RF adalah dinamika candaan antarsiswa, bukan tindakan perundungan yang secara eksplisit ia saksikan.

Ia pun menilai tidak ada pengaduan resmi yang masuk ke sekolah terkait dugaan perundungan tersebut, baik dari RF maupun dari pihak orang tua.

Saat peristiwa ledakan bom rakitan tersebut menjadi perhatian, pernyataan wali kelas menjadi salah satu keterangan yang menjelaskan kondisi sehari-hari RF di lingkungan sekolah sebelum kejadian.

Dalam penilaiannya, Nindya menekankan bahwa sekolah tidak pernah menerima informasi resmi mengenai adanya perundungan tersebut. Baik dari RF maupun dari orang tua siswa, tidak ada pengaduan yang masuk sehingga pihak sekolah hanya mengacu pada aktivitas sehari-hari yang ia amati saat mendampingi di kelas.

Di sisi lain, Nindya menggambarkan keseharian RF cenderung tenang dan lebih banyak diam, namun tetap dapat mengikuti pembelajaran bersama teman-temannya. Ia menyebut beberapa kali RF tidak hadir karena sakit pada periode awal kelas XI serta sempat mengalami mimisan, tetapi capaian akademik RF tetap tercatat tuntas dan tidak terlihat hambatan belajar yang berdampak pada suasana kelas.