Daerah

Waspada Perbaikan di Sejumlah Ruas Tol Jakarta dan Sekitarnya hingga 12 Juni

0
×

Waspada Perbaikan di Sejumlah Ruas Tol Jakarta dan Sekitarnya hingga 12 Juni

Sebarkan artikel ini
Hati-hati, Ada Perbaikan di Sejumlah Ruas Tol Jakarta dan Sekitarnya hingga 12 Juni News 9 Juni 2026
Ilustrasi: Hati-hati, Ada Perbaikan di Sejumlah Ruas Tol Jakarta dan Sekitarnya hingga 12 Juni

jurnalistik.co.id – Pengguna jalan tol yang melintasi Jakarta dan wilayah sekitarnya perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, sejumlah pekerjaan perbaikan jalan dan pelebaran masih berlangsung di beberapa ruas tol hingga pertengahan Juni 2026.

Berdasarkan informasi lalu lintas PT Jasa Marga yang disampaikan pada Selasa (9/6/2026) pagi, pekerjaan rekonstruksi jalan dan pelebaran ruas tol dilakukan di Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Tol Jakarta–Tangerang (Janger), serta Tol Jagorawi. Keberadaan proyek tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk.

Rekonstruksi rigid di Tol Jakarta–Cikampek (Japek)

Di ruas Tol Jakarta–Cikampek, pekerjaan rekonstruksi rigid berlangsung di beberapa titik. Perbaikan jalan dilakukan di Cibitung KM 27+130 arah Jakarta dan Bekasi Timur KM 15+400 arah Jakarta pada periode 8–12 Juni 2026.

Untuk kedua lokasi tersebut, pekerjaan berada di lajur 1 atau lajur kiri. Kondisi ini dapat mengurangi kapasitas lajur, sehingga pengemudi diminta mengatur kecepatan dan jarak aman sesuai pengaturan di lapangan.

Selain itu, rekonstruksi rigid juga berlangsung di Cikarang Pusat KM 37+900 hingga KM 38+000 arah Cikampek pada 7–12 Juni 2026. Pekerjaan menggunakan lajur 2 atau lajur tengah selama masa pelaksanaan.

Jasa Marga mencatat kepadatan sempat terjadi di sekitar Cikarang Pusat KM 36 hingga KM 37+900 arah Cikampek pada Selasa pagi. Kepadatan tersebut dikaitkan dengan adanya pekerjaan yang sedang berlangsung di area sekitar titik pengerjaan.

Perbaikan di Tol Jakarta–Tangerang (Janger)

Pekerjaan perbaikan jalan juga berlangsung di Tol Jakarta–Tangerang. Rekonstruksi rigid dilakukan di Tangerang KM 17+600 hingga KM 18+000 arah Bitung pada 8–11 Juni 2026.

Selanjutnya, pekerjaan serupa juga berlangsung di Bitung KM 24+120 hingga KM 24+025 arah Tomang. Dengan adanya pekerjaan pada segmen-segmen tersebut, arus lalu lintas berpotensi mengalami perlambatan, terutama ketika volume kendaraan meningkat.

Pada Selasa pagi, kepadatan lalu lintas terpantau di sejumlah titik Tol Jakarta–Tangerang. Titik yang disebutkan meliputi Karang Tengah KM 12 hingga Kunciran KM 13, Karawaci KM 22 hingga KM 19 arah Tomang, serta Tangerang KM 18 hingga Kunciran KM 14 arah Tomang.

Pengguna jalan diminta berhati-hati dan mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku selama masa pekerjaan. Perhatian ini diperlukan agar perpindahan lajur berjalan tertib dan pengemudi tetap dapat menjaga konsistensi kecepatan sesuai kondisi jalan.

Pelebaran masih berlangsung di Jagorawi

Sementara itu, proyek pelebaran jalan masih berlangsung di ruas Tol Jagorawi. Pekerjaan dilakukan di kawasan Ciawi KM 44 hingga KM 43 arah Jakarta dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2026.

Meski demikian, arus lalu lintas dari Cawang menuju Ciawi pada Selasa pagi terpantau lancar. Kepadatan hanya terjadi di ruas TMII KM 07 hingga KM 04 arah Cawang dan ruas Cililitan menuju Cawang, yang disebut dipengaruhi tingginya volume kendaraan.

Dalam situasi seperti ini, pengemudi disarankan untuk tidak hanya memperhatikan perubahan lajur, tetapi juga mempertimbangkan waktu tempuh. Bila memungkinkan, perjalanan dapat direncanakan lebih awal atau disesuaikan dengan estimasi kondisi lalu lintas di sekitar area pekerjaan.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum bepergian, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta mengantisipasi waktu perjalanan saat melintasi area pekerjaan jalan. Dengan mengikuti arahan tersebut, pengendara diharapkan dapat mengurangi risiko keterlambatan dan menjaga kelancaran arus selama proyek berlangsung.

Perubahan arus lalu lintas di sekitar titik pekerjaan membuat kecepatan perjalanan cenderung turun dibanding kondisi normal, terutama pada jam sibuk. Karena itu, pengemudi sebaiknya menyesuaikan gaya berkendara sejak mendekati area proyek dan tetap mengikuti arahan petugas maupun rambu di lapangan.

Pada beberapa segmen, aktivitas rekonstruksi berlangsung di lajur tertentu sehingga kapasitas yang tersedia tidak seluas biasanya. Kondisi ini dapat membuat kendaraan perlu melakukan penyesuaian lebih bertahap, agar perpindahan lajur berjalan tertib tanpa mengganggu kendaraan lain.

Ketika kepadatan mulai terlihat di sekitar titik pengerjaan, pengendara dianjurkan untuk tidak menunggu hingga kondisi benar-benar padat. Dengan memperkirakan waktu tempuh dan menjaga kestabilan kecepatan, risiko keterlambatan serta potensi perlambatan beruntun dapat dikurangi selama melintasi ruas tol yang sedang dikerjakan.