Hukum & Kriminal

Ofcom Mulai Penyelidikan terhadap Married at First Sight UK

×

Ofcom Mulai Penyelidikan terhadap Married at First Sight UK

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ofcom opens investigation into Married at First Sight UK

jurnalistik.co.id – Ofcom memulai penyelidikan resmi terhadap acara realitas televisi Married at First Sight UK, menyusul munculnya pengaduan terkait perlakuan yang dinilai tidak adil sekaligus isu privasi.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin, regulator penyiaran tersebut mengatakan tengah memeriksa “a fairness and privacy complaint” yang diajukan terkait tayangan prime-time itu.

Penyelidikan ini kembali menambah sorotan terhadap format acara yang telah lama menjadi salah satu andalan Channel 4.

Pada Mei lalu, BBC Panorama menayangkan hasil investigasi yang memuat tuduhan perkosaan dari dua perempuan yang menjadi pemeran acara. Tuduhan tersebut dibantah oleh para pria yang disebut terlibat dalam perkara itu.

Ofcom menjelaskan bahwa pengaduan semacam ini dapat diajukan oleh individu yang pernah berpartisipasi dalam program televisi atau radio.

Umumnya, pengaduan diarahkan pada dugaan bahwa seseorang diperlakukan secara tidak adil atau mengalami pelanggaran privasi yang tidak semestinya saat berada dalam sebuah program.

Menurut pemahaman yang beredar, lembaga pengawas tersebut sedang mempertimbangkan adanya keluhan mengenai perlakuan yang dinilai tidak adil terhadap seorang pemeran Married at First Sight UK.

Setidaknya satu pemeran lainnya sebelumnya juga pernah mengadukan perlakuan yang diterimanya di acara tersebut kepada Ofcom. Namun, pengaduan itu ditolak karena hasil penilaian menunjukkan tidak ada kasus yang dapat dilanjutkan terhadap pihak penyiar.

Dalam pernyataan lain, juru bicara Ofcom menegaskan penanganan pengaduan dilakukan “on a case-by-case basis through a detailed and careful assessment process”, dengan proses penilaian yang rinci dan saksama sesuai konteks masing-masing kasus.

Investigasi BBC Panorama juga menyoroti rangkaian peristiwa yang digambarkan dalam episode berjudul The Dark Side of Married at First Sight Panorama, yang menyinggung kekhawatiran serius mengenai prosedur kesejahteraan (welfare) di acara tersebut.

Pemberitaan itu menyebut bahwa prosedur kesejahteraan dinilai gagal melindungi para kontributor, sehingga mereka berisiko mengalami bahaya.

Menanggapi temuan tersebut, Ofcom pada bulan Juni menyampaikan surat kepada anggota parlemen (MPs). Dalam surat itu, Ofcom menyatakan akan menelaah hasil tinjauan Channel 4 mengenai kesejahteraan di acara tersebut, sekaligus “urgently” mempertimbangkan apakah langkah lanjutan diperlukan.

Pada saat yang sama, Ofcom menyebut tuduhan yang diangkat Panorama sebagai “shocking and deeply disturbing”.

Awal bulan ini, BBC News melaporkan bahwa seorang pemeran acara telah ditangkap dengan dugaan perkosaan setelah penayangan program Panorama.

Individu tersebut tidak disebutkan namanya, begitu pula dengan dugaan korban. Dalam hukum Inggris, siapa pun yang membuat pengakuan atau tuduhan terkait perkosaan memiliki hak atas anonimitas.

Married at First Sight UK sendiri dipromosikan sebagai sebuah “bold social experiment”. Acara ini mempertemukan para lajang yang sepakat “marry” orang asing sepenuhnya, setelah bertemu untuk pertama kalinya dalam sesi “mock weddings” atau pernikahan tiruan.

Versi Inggris acara tersebut telah berjalan selama 10 musim dan menjadi salah satu program terbesar Channel 4. Dalam beberapa periode, jumlah penonton dilaporkan kerap menembus angka tiga juta.

Pada Mei, Channel 4 menarik seluruh episode acara dari layanan streamingnya hanya beberapa jam sebelum penayangan investigasi Panorama berlangsung.

Sampai kini, belum ada keputusan apakah musim terbaru acara tersebut akan tetap ditayangkan. Padahal, musim tersebut telah difilmkan lebih dahulu.

Channel 4 telah memesan sebuah peninjauan mengenai kesejahteraan kontributor dalam acara. Proses tinjauan itu dijadwalkan selesai pada akhir musim panas.

Namun, menurut rencana yang disebutkan, Channel 4 hanya berniat menerbitkan “a summary of findings”, yaitu ringkasan temuan, alih-alih memublikasikan laporan lengkap.

Sementara itu, pengacara dari CPL—perusahaan produksi independen yang membuat versi Inggris dari acara tersebut—sebelumnya menyatakan bahwa sistem kesejahteraan yang diterapkan adalah “gold standard” dan disebut “industry-leading” atau memimpin dalam industri.

Di tengah proses pemeriksaan Ofcom, status dan rangkaian tindak lanjut atas acara tersebut tetap menjadi pusat perhatian, terutama mengingat keluhan yang kini ditangani regulator terkait keadilan dan privasi.

Penyelidikan resmi yang dimulai Ofcom juga mengaktifkan kembali pertanyaan tentang bagaimana prosedur perlindungan bagi para peserta dijalankan dalam produksi televisi yang melibatkan situasi yang sensitif.

Dengan proses “case-by-case” yang ditekankan Ofcom, hasil penilaian rinci akan menentukan apakah ada dasar pelanggaran yang harus ditindak lebih lanjut terhadap pihak penyelenggara siaran.