jurnalistik.co.id – JAKARTA — Pergerakan saham pada Selasa (2/6/2026) kembali menunjukkan tekanan dari aksi jual investor asing. Di tengah IHSG yang sempat menguat saat penutupan, sejumlah saham justru masuk daftar net sell terbesar, dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satunya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026) tercatat menguat 1,11 persen ke level 6.195,42. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Stockbit dan Kontan menunjukkan, penguatan itu terjadi setelah 281 saham menguat, sementara 389 saham melemah dan 147 saham stagnan.
Sepanjang perdagangan hari itu, total volume transaksi mencapai 31,24 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 25,47 triliun. Angka tersebut menggambarkan aktivitas pasar yang cukup tinggi, meski di saat yang sama investor asing tetap melepas sejumlah saham unggulan.
Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,39 triliun pada Selasa (2/6/2026). Dari daftar tersebut, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling besar dilepas asing dengan nilai Rp 254,59 miliar.
Di posisi berikutnya ada PT Astra International Tbk (ASII) dengan net sell Rp 244,22 miliar. Lalu PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp 88,86 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 72,64 miliar.
Masuknya BMRI dalam daftar net sell terbesar menunjukkan bahwa saham perbankan besar juga masih berada di bawah tekanan aksi ambil untung atau distribusi asing. Setelah BMRI, ada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan net sell Rp 72,15 miliar dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp 68,65 miliar.
Investor asing juga melepas PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) senilai Rp 58,73 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 48,32 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 47,62 miliar, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 44,89 miliar.
Di sisi lain, IHSG sempat bergerak kuat sejak awal perdagangan. Pada pembukaan pukul 09.01 WIB, indeks berada di level 6.207,10, menguat 11,67 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.195,43.
Namun, laju penguatan itu tidak bertahan lama. Sekitar pukul 09.07 WIB, IHSG berbalik melemah ke level 6.151,17, turun 44,26 poin atau 0,17 persen dan mulai memasuki zona merah.
Tekanan jual kemudian semakin terasa. Pada pukul 11.11 WIB, IHSG anjlok ke bawah level 6.000 dan berada di angka 5.933,63, turun 259,20 poin atau 4,17 persen. Pada saat itu, saham-saham seperti CUAN tercatat jatuh 9,55 persen, ANTM 8,45 persen, BBCA 4,35 persen, dan BUMI 4,97 persen.
Pergerakan intraday tersebut menunjukkan bahwa meski penutupan Selasa masih hijau, pasar pada perdagangan Rabu (3/6/2026) bergerak sangat volatil. Pada pukul 11.08 WIB, IHSG sudah sempat masuk zona merah di level 5.939,32.
Dengan kondisi itu, pasar masih menghadapi sentimen yang fluktuatif, baik dari pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar maupun tekanan jual asing yang belum mereda. Di tengah situasi tersebut, BMRI menjadi salah satu emiten perbankan yang turut masuk daftar saham paling banyak dilepas investor asing pada perdagangan Selasa.
Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, IHSG sebenarnya sempat menguat ke level 6.207,10. Akan tetapi, pelemahan yang muncul setelahnya membuat pasar kembali berada dalam tekanan, dan arah pergerakan indeks masih bergantung pada sentimen lanjutan sepanjang sesi perdagangan.












