jurnalistik.co.id – Ancaman spyware kini tidak hanya menarget komputer, tetapi juga perangkat Android yang dipakai setiap hari. Serangan semacam ini bahkan bisa terjadi tanpa pengguna menyadarinya, termasuk tanpa perlu mengklik tautan apa pun.
Untuk merespons risiko tersebut, Android menghadirkan fitur keamanan bernama Advanced Protection Mode. Tujuannya adalah meningkatkan perlindungan ketika ancaman siber sudah berada pada level yang lebih maju dan berpotensi mengeksploitasi kelemahan.
Apa itu Advanced Protection Mode
Advanced Protection Mode pada Android 16 meniru konsep Lockdown Mode yang sebelumnya diperkenalkan Apple pada iPhone. Sistem ini dirancang untuk menghadapi ancaman yang tidak lagi sekadar menebak sandi, melainkan mencari celah pada koneksi jaringan yang usang atau memanfaatkan aplikasi yang rentan.
Android juga menempatkan Advanced Protection Mode sebagai langkah yang menekankan pencegahan terhadap serangan mata-mata digital. Apple sendiri menyatakan hingga Maret 2026 belum pernah mendeteksi serangan yang berhasil menembus perangkat saat mode tersebut aktif.
Cara mengaktifkan Advanced Protection Mode di Android
Pengguna bisa mengaktifkan Advanced Protection Mode dengan mengikuti langkah di perangkat. Pertama, pastikan ponsel sudah menjalankan Android 16 versi terbaru agar fitur yang dibutuhkan tersedia.
Setelah itu, buka menu Pengaturan (Settings). Lanjutkan dengan menggulir ke bawah, lalu cari dan pilih Keamanan dan Privasi (Security and Privacy).
Dari menu tersebut, pilih Advanced Protection. Sistem kemudian akan menampilkan petunjuk di layar, yang perlu diikuti sampai pengguna tiba pada tahap konfirmasi.
Pada kotak dialog peringatan yang muncul, ketuk Nyalakan (Turn On) untuk mengonfirmasi. Perangkat mungkin meminta restart setelah fitur diaktifkan.
Catatan batasan Intrusion Logging
Perlu diperhatikan bahwa fitur Intrusion Logging masih memiliki beberapa batasan. Fitur ini hanya tersedia bagi pengguna yang mengaktifkan Advanced Protection Mode.
Selain itu, pengguna perlu memastikan perangkat menggunakan Android 16 atau versi yang lebih baru. Saat ini, ketersediaannya juga terbatas pada perangkat buatan Google, yaitu Pixel.
Masih ada prasyarat lain: perangkat juga harus terhubung dengan akun Google secara aktif. Artinya, fitur ini tidak hanya bergantung pada versi sistem, tetapi juga pada kondisi koneksi akun yang digunakan pada perangkat.
Siapa yang bisa mempertimbangkan fitur ini
Meski demikian, Advanced Protection Mode tetap dapat menjadi opsi yang relevan bagi pengguna yang terbiasa mengunduh aplikasi resmi dari Play Store. Bagi pengguna yang menggunakan ponsel untuk mobilitas kerja, layanan perbankan, serta menyimpan data pribadi, mengaktifkan fitur ini dapat membantu memperkuat keamanan perangkat.
Dengan pendekatan yang berfokus pada pencegahan terhadap skenario serangan lanjutan—terutama yang memanfaatkan celah jaringan dan aplikasi—Advanced Protection Mode hadir sebagai lapisan perlindungan tambahan di Android 16.
Setelah fitur diaktifkan, pengguna dapat kembali memeriksa statusnya di menu Pengaturan yang sama untuk memastikan Advanced Protection Mode benar-benar sudah berjalan. Bila sistem meminta restart, lakukan sesuai instruksi agar perubahan keamanan diterapkan secara penuh. Setelah itu, pengguna akan berada pada kondisi perlindungan yang lebih ketat menghadapi skenario serangan yang melibatkan celah koneksi jaringan atau kelemahan aplikasi.
Bila tujuan utama adalah memperkuat pertahanan terhadap spyware dan aktivitas mata-mata digital, Advanced Protection Mode bisa diposisikan sebagai lapisan tambahan di luar kebiasaan penggunaan harian. Pendekatan ini menekankan pencegahan sejak dini, sehingga perangkat tidak sekadar mengandalkan respons setelah insiden terjadi, melainkan meminimalkan peluang eksploitasi sebelum serangan berkembang.
Untuk Intrusion Logging, pengguna tetap perlu mempertimbangkan prasyarat yang disebutkan: fitur pencatatan hanya tersedia ketika Advanced Protection Mode aktif, perangkat harus berada pada Android 16 atau versi yang lebih baru, serta ketersediaannya saat ini terbatas pada perangkat buatan Google seperti Pixel. Selain itu, perangkat perlu menggunakan akun Google yang terhubung secara aktif, sehingga manfaatnya juga bergantung pada kondisi akses akun pada ponsel.












