jurnalistik.co.id – JAKARTA — Apa yang semula diniatkan untuk mendalami agama dan menjadi pribadi yang lebih baik, justru berubah menjadi pengalaman yang membuat rumah tangga Allea terasa mencekam. Dalam podcast Bisikan Gaib bersama Robby Purba, Allea menceritakan rangkaian kejadian yang masih membekas di ingatannya sejak sang suami mengikuti sebuah perguruan di kawasan Pangandaran.
Allea mengatakan, sejak momen itu, kehidupan di rumah tidak lagi terasa sama. Bukan hanya hubungan rumah tangga yang berubah drastis, tetapi juga muncul berbagai kejadian aneh yang datang satu per satu. Menurut pengakuannya, perubahan itu bermula dari hal-hal kecil yang sulit dijelaskan, tetapi cukup untuk membuat suasana di rumah terasa berbeda.
Ia menyebut suasana rumah mendadak terasa lain dari biasanya. Sejumlah benda aneh mulai dibawa pulang, sementara kebiasaan-kebiasaan baru sang suami juga membuat dirinya tidak nyaman. Allea menuturkan, perubahan itu tidak datang dalam bentuk satu peristiwa besar, melainkan dari penumpukan hal-hal kecil yang terus terjadi dan membuatnya semakin gelisah.
Salah satu pengalaman yang paling membekas di ingatannya adalah saat ia menemukan sebuah batu putih berbentuk segitiga di ruangan tempat suaminya biasa melakukan wirid. Temuan itu menjadi salah satu momen yang sulit ia lupakan. Meski sempat berusaha menganggap semua itu biasa saja, Allea mengaku firasat buruknya justru semakin kuat dari hari ke hari.
Firasat yang kian menguat
Rasa takut Allea disebut semakin besar ketika ia ikut dalam sebuah perjalanan ziarah bersama rombongan perguruan sang suami. Di sana, ia melihat sebuah ruangan khusus yang disebut tidak bisa dimasuki sembarang orang. Momen itu semakin membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak ia ketahui selama ini.
Sejak melihat ruangan tersebut, Allea mengaku firasat buruknya semakin kuat. Ia merasa banyak hal telah disembunyikan darinya. Perasaan itu membuatnya terus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik perguruan yang diikuti sang suami. Dari situlah, kegelisahan yang ia simpan mulai berubah menjadi ketakutan yang sulit diabaikan.
Konflik rumah tangga mereka kemudian memuncak ketika sebuah benda yang selama ini dianggap Allea hanya sebagai souvenir biasa tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Benda yang tampak sepele itu justru memicu reaksi yang menurut Allea membuat dirinya benar-benar ketakutan. Dari peristiwa itu, ia semakin merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam rumah tangganya.
Allea menegaskan, hidupnya berubah total sejak sang suami mengikuti perguruan tersebut. Sikap suaminya berubah drastis, gangguan-gangguan aneh mulai muncul, dan rumah tangga yang dibangunnya perlahan berada di ujung kehancuran. Semua itu, menurut pengakuannya, terjadi secara beruntun dan meninggalkan rasa takut yang sulit hilang begitu saja.
Namun di balik semua kejadian itu, Allea mengaku justru belajar banyak tentang hidup dan pilihan seseorang. Ia mencoba memaknai apa yang dialaminya sebagai pelajaran, meski pengalaman tersebut tetap terasa berat dan membekas. Dari sana, muncul pertanyaan yang belum terjawab: benarkah semua yang dialaminya hanya kebetulan semata, atau memang ada sesuatu yang lebih besar di balik perguruan itu?
Kisah selengkapnya dapat disaksikan di channel YouTube @robbypurbaofficial. Dalam percakapan itu, Allea membuka cerita tentang pengalaman yang membuatnya terus teringat pada perubahan sang suami, batu putih berbentuk segitiga, perjalanan ziarah, serta rangkaian kejadian yang membuat rumah tangganya berada dalam suasana mencekam.
Bagi Allea, rangkaian pengalaman itu bukan sekadar cerita yang lewat begitu saja, melainkan jejak panjang yang terus menempel dan membuatnya sulit benar-benar tenang. Setiap perubahan yang ia saksikan seolah saling terhubung, sehingga rasa curiga, cemas, dan takut perlahan menumpuk menjadi beban yang semakin berat dipikul sendirian.
Karena itu, pengalaman tersebut juga meninggalkan kesan bahwa sebuah perubahan kecil dalam hidup bisa membawa dampak yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Dari pengakuannya, yang paling menyulitkan bukan hanya peristiwa-peristiwanya, tetapi ketidakpastian yang menyertainya, sebab hingga kini masih ada banyak hal yang menurutnya belum benar-benar terjawab.






