jurnalistik.co.id – Kamis (18/6/2026), Gubernur Banten Andra Soni mendampingi putranya Raffiandra Putra saat pembagian rapor di High/Scope Indonesia Bintaro, Kota Tangerang Selatan.
Andra mengatakan, kehadiran ayah pada momen pembagian rapor anak ketiganya akan terus diingat dan menjadi memori emosional yang panjang. Ia menilai perhatian tersebut dapat memupuk rasa percaya diri anak serta membentuk ikatan batin yang lebih kuat.
Menurut Andra, keterlibatan langsung orang tua pada proses pendidikan anak merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan. “Ini merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara,” kata Andra kepada wartawan, Kamis.
Dengan gagasan itu, Andra menerbitkan Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah bagi para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Andra menyampaikan gerakan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk mengubah paradigma pengasuhan di Indonesia. “Ini merupakan upaya kita membentuk generasi emas yang didukung oleh keluarga berkualitas,” ujar Andra.
Ia juga berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai seremonial satu kali saja, melainkan tumbuh menjadi budaya baru. Perubahan besar, kata Andra, sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten, ketika seorang anak merasa benar-benar dianggap penting oleh ayahnya.
“Bagi seorang anak, merasa penting di mata ayahnya adalah salah satu hadiah terbesar dalam hidup,” ujar dia.
Penilaian tersebut juga mendapat dukungan dari Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra. Yuda menilai sikap Andra menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai pemimpin daerah dan kewajiban sebagai orangtua dapat berjalan beriringan.
Yuda menekankan bahwa keterlibatan ayah adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Banten yang unggul. “Keterlibatan orangtua, terutama ayah, dalam kehidupan dan pendidikan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas,” kata Yuda.
Dengan adanya surat edaran tersebut, Andra berharap gerakan ayah mengambil rapor dapat mendorong pola pengasuhan yang lebih kolaboratif. Selain menjadi pemicu di lingkungan ASN Pemprov Banten, inisiatif ini diharapkan memberi pengaruh yang lebih luas kepada masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Andra kembali menegaskan bahwa konsistensi keterlibatan ayah di momen-momen penting anak akan membangun pengalaman emosional yang melekat. Ia menargetkan gerakan yang ia gagas dapat berkembang dari tindakan yang sederhana menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
Pada acara pembagian rapor tersebut, Andra hadir bersama Raffiandra Putra, sekaligus memberi ruang bagi anak untuk merasakan dukungan langsung dari sosok ayah. Kehadiran itu ditekankan bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk keterlibatan yang dapat ditransfer menjadi energi positif dalam proses belajar anak.
Dalam surat edaran yang diterbitkan, Andra mengarahkan para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten agar terlibat melalui gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah. Langkah ini dimaksudkan agar peran ayah tidak berhenti pada dukungan umum, tetapi hadir pada momen pendidikan yang menjadi penanda perkembangan anak.
Andra juga menempatkan gerakan tersebut sebagai dorongan perubahan cara pandang keluarga dalam mengasuh. Ia memandang pengasuhan yang lebih kolaboratif dapat membantu anak membangun keyakinan pada diri sendiri, karena ada perhatian dari pihak orang tua yang hadir dan memberi penguatan saat anak mendapatkan hasil belajar di sekolah.
Dukungan dari Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra, turut memperkuat arah kebijakan ini. Yuda menilai keterlibatan ayah merupakan bagian penting dari fondasi keluarga berkualitas, sehingga ikut berperan dalam membentuk generasi yang unggul di Banten. Dengan demikian, gerakan ayah mengambil rapor diharapkan berkembang menjadi kebiasaan yang terus dijaga dari waktu ke waktu.












