Daerah

Anggaran Hari Jadi Kudus Rp 3,9 Miliar, Bupati Tegaskan Tak Membebani APBD

×

Anggaran Hari Jadi Kudus Rp 3,9 Miliar, Bupati Tegaskan Tak Membebani APBD

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Perayaan Hari Jadi Kudus Digelontor Rp 3,9 Miliar, Bupati Sebut Tak Bebani APBD

jurnalistik.co.id – Pemerintah Kabupaten Kudus menganggarkan dana untuk memeriahkan Hari Jadi ke-477, dengan total yang disebut bupati “kurang lebih Rp 3,9 miliar” dan komposisi pembiayaan yang tidak membebani APBD. Sam’ani Intakoris mengatakan, sekitar Rp 3,6 miliar disiapkan untuk rangkaian perayaan, sementara bagian APBD hanya sebesar 7%.

Dalam penjelasannya, Sam’ani menyebut mayoritas pembiayaan berasal dari sponsor, sehingga kolaborasi pemerintah daerah dan pihak swasta dinilai tidak menambah beban anggaran daerah. Pernyataan itu ia sampaikan usai acara di Pendopo Kudus pada Rabu (5/8/2026).

“Anggarannya kurang lebih Rp 3,9 miliar, 7 persen hanya dianggarkan Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani.

Menurut bupati, mekanisme tersebut memungkinkan pelaksanaan agenda hari jadi tetap berjalan, tanpa menjadikan APBD sebagai sumber utama biaya. Dengan demikian, pendanaan yang terhimpun diharapkan dapat dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan perayaan sesuai rancangan.

Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-477

Sam’ani menjelaskan, rangkaian perayaan Hari Jadi Kudus diperkirakan dimulai pada 22 Agustus. Sejumlah agenda telah disiapkan, termasuk pertunjukan Wayang Kulit, Kenduren Masal, Festival Karnaval Budaya, serta Kudus Expo UMKM dan rangkaian lain yang juga masuk dalam daftar acara.

Ia menyampaikan bahwa tema perayaan tahun ini adalah “Urup nguripi Kudus”, dengan makna kurang lebih bahwa “selama industri rokok hidup pasti akan menghidupi masyarakat Kudus.” Tema tersebut, menurut arahannya, menjadi landasan penyusunan program agar kegiatan hari jadi memiliki benang merah dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Sesuai jadwal, rangkaian acara akan ditutup pada 23 September melalui upacara resmi di Pendopo Pemkab Kudus. Pada bagian akhir perayaan, kegiatan juga diiringi ziarah para bupati terdahulu sebagai bentuk penghormatan dan rangkaian penutup agenda.

Persiapan sudah hampir final

Sam’ani menyebut penyiapan acara telah mencapai tingkat kesiapan tinggi. Ia mengatakan sebagian besar kegiatan telah dipastikan, sementara masih ada penyesuaian kecil pada beberapa bagian.

“Sudah 97 persen fix , 3 persen masih ada perubahan-perubahan,” ungkapnya.

Bupati meminta masyarakat memanfaatkan momentum Hari Jadi Kudus sebaik-baiknya, terutama bagi pelaku UMKM. Ia menekankan agar acara dan momen yang digelar tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau lebih banyak pengunjung.

“Mohon kepada masyarakat event dan momen ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk UMKM untuk hiburan untuk meningkatkan destinasi wisata di Kabupaten Kudus,” tuturnya.

Harapan tersebut, lanjut Sam’ani, sejalan dengan upaya mendorong peningkatan pendapatan di sektor pariwisata. Ia berharap rangkaian panjang perayaan dapat memberi dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi dan dukungan bagi ekosistem wisata di Kudus.

“Sehingga Kabupaten Kudus dalam angka pendapatan pariwisata maupun support tourism bisa naik,” katanya.

Dengan jadwal mulai 22 Agustus hingga penutupan 23 September, perayaan Hari Jadi ke-477 Kudus diarahkan agar berjalan terencana, sekaligus menjadi wadah budaya, hiburan, dan penguatan peran UMKM dalam mendukung destinasi wisata setempat.

Untuk memperkuat kelangsungan agenda tersebut, bupati menegaskan bahwa komposisi pembiayaan disusun agar belanja utama tidak bergantung pada APBD. Dengan pola dukungan dari pihak sponsor, rangkaian perayaan diharapkan tetap terlaksana sesuai rencana, sekaligus menjaga agar ruang anggaran daerah tidak menyempit untuk kebutuhan lain.

Dalam persiapan menuju hari pelaksanaan, Sam’ani menyatakan sejumlah tahapan sudah berada pada fase akhir, sehingga pelaksanaan acara dapat berjalan lebih tertib. Ia menyebut perubahan yang tersisa hanya bersifat penyesuaian kecil, sementara sebagian besar rangkaian telah dipastikan. Hal ini ditujukan agar seluruh kegiatan yang termasuk dalam daftar acara dapat diselenggarakan dengan koordinasi yang matang.

Bupati juga menempatkan Hari Jadi Kudus sebagai momen yang bernilai strategis bagi pelaku UMKM. Ia mengharapkan kegiatan-kegiatan yang tersaji tidak berhenti pada aspek hiburan, tetapi mampu menjadi titik pertemuan bagi UMKM agar lebih dikenal, menarik pengunjung, dan berkontribusi pada peningkatan aktivitas ekonomi, termasuk upaya menaikkan pendapatan sektor pariwisata dan dukungan wisata di Kabupaten Kudus.