jurnalistik.co.id – Produk jam tangan pintar dari Apple Inc. yang sempat dipandang revolusioner saat awal kemunculannya pada 2025 kini dinilai mulai kehilangan daya inovasi. Di saat teknologi wearable terus bergerak, Apple Watch justru disebut tampak seperti produk yang kian usang jika dibandingkan dengan perangkat lain yang hadir dengan pendekatan lebih sederhana. Pergeseran ini terlihat dari munculnya alternatif-alternatif baru yang lebih kuat membaca selera pengguna yang menginginkan perangkat praktis, tidak ramai, dan tetap fokus pada fungsi utama.
Sejumlah startup disebut justru lebih inovatif dalam menghadirkan alternatif perangkat pintar yang dipakai di pergelangan tangan pengguna. Dua nama yang disorot adalah Whoop Inc. dan Oura Health Oy. Keduanya tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menciptakan momentum lewat perangkat pengumpulan data yang didukung AI dengan daya baterai memadai. Dari situ, perbandingan dengan Apple Watch menjadi semakin mencolok, terutama ketika pasar mulai memberi ruang lebih besar bagi produk yang terasa ringan dan tidak rumit.
Di tengah perubahan itu, Mark Gurman dalam buletin terbaru Power On menyebut Apple berisiko tertinggal jika laju inovasi perusahaan terus melambat. Sorotan ini penting karena Apple Watch sejak awal memang hadir sebagai produk yang sangat menonjol di kelasnya. Namun, menurut pembacaan Gurman, keunggulan awal tersebut tidak otomatis bertahan ketika pesaing mulai menawarkan pendekatan berbeda yang lebih sesuai dengan kebiasaan dan preferensi pengguna saat ini.
Perangkat yang lebih sederhana justru makin diminati
Yang menjadi pembeda utama dari alternatif baru itu adalah bentuknya yang lebih simpel. Bukan layar besar, bukan tampilan yang terus meminta perhatian, melainkan gelang atau cincin tanpa layar yang mengutamakan fungsi pemantauan kesehatan dan kualitas tidur. Perangkat seperti ini tidak memberondong pengguna dengan notifikasi, sehingga pengalaman pakai terasa lebih tenang. Bagi banyak konsumen, kesederhanaan semacam ini justru menjadi nilai jual utama dibandingkan perangkat yang terlalu banyak fitur visual.
Preferensi itu semakin jelas terlihat dari cara produk-produk tanpa layar tersebut diposisikan. Fokusnya bukan pada kesan ramai atau serba tampil, melainkan pada pengumpulan data yang berjalan terus-menerus dan penggunaan baterai yang memadai. Dalam konteks ini, pengguna tampaknya tidak selalu mencari perangkat yang paling mencolok, tetapi perangkat yang paling nyaman dipakai sehari-hari. Itulah sebabnya gelang dan cincin pintar sederhana mulai dipandang sebagai jawaban yang lebih pas untuk kebutuhan banyak orang.
Situasi ini membuat Apple Watch berada dalam posisi yang menarik. Di satu sisi, perangkat itu tetap dikenal luas dan punya tempat penting dalam perkembangan jam tangan pintar. Di sisi lain, muncul kesan bahwa pasar kini bergerak ke arah yang berbeda, yaitu perangkat yang lebih minim distraksi. Ketika konsumen mulai menyukai produk yang tidak menuntut banyak interaksi visual, Apple Watch perlu berhadapan dengan pertanyaan baru mengenai arah inovasi yang akan dipilih ke depan.
Dengan kata lain, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang paling populer, melainkan siapa yang paling mampu menangkap perubahan selera pengguna. Gelang dan cincin pintar tanpa layar tampil dengan tawaran yang lebih tenang, lebih sederhana, dan lebih terfokus pada fungsi inti. Sementara itu, Apple Watch yang dulu dipandang membawa lompatan besar kini harus membuktikan bahwa ia masih bisa tetap relevan di tengah gelombang produk wearable baru yang lebih minimalis namun justru makin menarik perhatian pasar.










