jurnalistik.co.id – Pakar penataan rumah Dilly Carter membagikan panduan untuk merapikan berbagai area—mulai dari dapur dan pakaian hingga mainan dan tumpukan berkas. Menurutnya, banyak kekacauan muncul bukan karena kurangnya niat, melainkan karena beberapa kesalahan yang berulang.
Dalam program BBC One “Sort Your Life Out”, Carter dikenal sebagai sosok yang membantu orang menata barang dan ruang agar terasa lebih teratur. Ia bahkan pernah membantu seorang mantan yang meminta bantuan mengurus dan mengorganisasi rumah ibunya setelah sang ibu meninggal.
Carter menceritakan bahwa bantuan itu membawa kedekatan yang kemudian berkembang. “It was a way that I could help him,” Carter says. “And in doing that, we ended up getting back together.”
Kini, Carter sudah menjadi pasangan suami-istri. Ia juga membentuk kebiasaannya saat tumbuh di rumah yang kacau—dengan dua orang tua yang bekerja—sehingga ia sejak awal memilih untuk hidup lebih tidy dan terorganisir.
Dalam video podcast BBC “Sort Your Life Out Unpacked”, Carter mewawancarai sejumlah wajah terkenal, termasuk Sophie Ellis-Bextor dan Lorraine Kelly, untuk membahas benda favorit mereka dan cara menjaga rumah tetap bebas dari kekacauan. Pada sesi itu, ia ditanya tentang empat kesalahan penumpukan yang paling sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya.
Kesalahan pertama: dapur terlalu “penuh” di meja utama
Menurut Carter, meja dapur sering menjadi ruang yang terlalu ramai karena dianggap tempat paling praktis. Ia menyebut dapur layaknya area investasi. “I like to think of kitchens as real estate,” says Carter. “Everything in your kitchen has to earn its place in there.”
Ia sering melihat gadget yang jarang dipakai justru menempati “prime real estate”. Barang seperti itu seharusnya disimpan di laci, lemari, atau bahkan di loteng jika memang jarang digunakan dan cenderung hanya mengumpulkan debu.
Caranya, lakukan evaluasi berkala: “Go through your kitchen regularly and check what you need, see what you use regularly and [what] you don’t.” Dengan cara ini, kebiasaan menaruh barang akan lebih terkendali karena didasarkan pada kebutuhan nyata.
Carter juga menekankan agar tidak membeli terlalu banyak peralatan dapur sejak awal. Jika memang ingin membeli, pastikan produk tersebut bersifat multi-use. Sebagai contoh, ia membandingkan blender dan juicer: blender lebih serbaguna, karena untuk membuat jus dari hasil blender, Anda bisa mengambil cairan dari pulp buah dan sayur menggunakan saringan atau kain cheesecloth—tanpa perlu alat khusus yang hanya bekerja satu fungsi.
Kesalahan kedua: pakaian terlalu “dipaksa” agar rapi, tapi justru menyulitkan
Untuk pakaian, Carter mengingatkan bahwa menggulung kaus mungkin efisien untuk masuk ke laci, tetapi tidak membantu saat memilih baju untuk hari itu. Masalahnya, orang sulit melihat isi koleksi jika tampilan luar tidak mudah dibaca.
Ia menjelaskan pilihan file folding agar warna kaus terlihat. “We only roll or fold when we’re trying to maximise the space of a drawer,” says Carter, namun ia mengingatkan agar berhati-hati saat memilih pakaian yang cocok untuk file fold.
Carter menyarankan melihat usia dan jenis bahan kemeja, blus, serta kaus sebelum memutuskan cara penyimpanan. Ia menegaskan, kemeja dan blus “definitely need to be hung”, sedangkan kaus “definitely can be file folded.”
Kesalahan ketiga: mainan anak ditaruh dalam satu kotak besar
Untuk keluarga dengan anak kecil, kekacauan sering datang dari mainan yang berserakan. Namun Carter menilai menyatukan semuanya dalam satu kotak besar yang diletakkan di sudut ruang bukanlah solusi yang baik.
Ia menjelaskan alasan praktisnya: ketika anak mencari satu mainan tertentu, mereka harus membuang barang lain terlebih dulu. “When your child is trying to look for that one toy, how are they going to find that toy? They’re not going to find it easily because they have to chuck out everything else [in the box] to find it,” she explains.
Akibat berikutnya bukan hanya berantakan, tetapi juga stres. Carter menambahkan bahwa situasi itu membuat semua mainan akhirnya bertebaran lagi. “And then you’re going to be stressed because all the other toys are now all over the place.”
Solusinya adalah menggunakan beberapa kotak mainan yang lebih kecil dan terpisah berdasarkan kategori. “Whether it’s cardboard boxes, baskets, clear containers – it has to be a system that makes sense for you and so that your children can find their toy.”
Kesalahan keempat: berkas dan tagihan dibiarkan menyebar
Kesalahan terakhir berkaitan dengan administrasi rumah tangga. Carter menyebut bahwa kertas-kertas seperti tagihan utilitas, pajak daerah, TV licence, dan hal-hal yang harus dibayar sering memicu rasa tidak nyaman karena dianggap beban.
Ia menjelaskan bahwa masalah muncul ketika berkas tidak dikumpulkan. “For a lot of people, paperwork [is something] negative… it’s bills, it’s invoices, it’s things you have to do,” she explains. Ketika berkas tersebar—di meja dapur, di samping meja, di kamar tidur, atau bahkan di tas—itu terasa seperti “15 different piles of things that you have to deal with.”
Menurut Carter, mengumpulkan semuanya di satu tempat justru membantu dari sisi mental karena terasa lebih terjangkau. “It feels like, OK, well, I’ve only got this one box of paperwork to deal with now – so I’m going to sit and just go through it. It makes it much easier.”
Baginya, manfaat positif dari rumah yang tertata terlihat jelas. Namun bila kebersihan dan kerapian ditinggalkan, Carter menutup dengan pengamatan singkat: “Well, all clutter does is look back at us – doesn’t it?”




