Hukum & Kriminal

117 Anjing Tewas Ditemukan di Penampungan “No-kill” California, Banyak Alami Luka Tembak

×

117 Anjing Tewas Ditemukan di Penampungan “No-kill” California, Banyak Alami Luka Tembak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 117 dead dogs found at 'no-kill' animal rescue - many with gunshot wounds

jurnalistik.co.id – Pihak berwenang di California sedang memperdalam penyelidikan terkait dugaan kekejaman terhadap hewan, setelah menemukan bukti jasad hewan di lokasi yang disebut sebagai penampungan “no-kill”. Proses penggalian dilakukan di kawasan properti yang berada di Fortuna, wilayah Humboldt County, dan hasilnya kini terus diperiksa untuk menguatkan dugaan pelanggaran yang lebih luas.

Humboldt County Sheriff’s Office menyatakan, investigasi berfokus pada lahan terbuka yang diduga menjadi tempat hewan-hewan dikuburkan dalam jumlah besar. Penemuan ini muncul setelah otoritas menerima informasi yang dianggap kredibel mengenai dugaan penyalahgunaan yang berujung pada tindak kekejaman hewan.

Dalam temuan terbaru, tim penegak hukum melaporkan bahwa sisa-sisa 117 ekor anjing ditemukan dalam berbagai kondisi pembusukan. Banyak di antaranya dilaporkan ditemukan dengan luka tembak, yang kemudian menjadi bagian penting dari pemeriksaan penyebab kematian.

Penemuan tersebut terkait dengan Miranda’s Rescue Animal Sanctuary, sebuah fasilitas yang disebut sebagai penampungan “no-kill” di wilayah utara California. Untuk mengumpulkan bukti, pihak berwenang menggali area-area di properti tersebut, termasuk ladang terbuka yang dinilai menyimpan jejak sisa kuburan massal.

Selain jasad hewan, penyelidik juga menemukan sekitar 600 kalung anjing di lokasi penggalian. Otoritas setempat menilai keberadaan perlengkapan identifikasi itu relevan untuk melacak data hewan dan menghubungkannya dengan catatan yang selama ini dimiliki fasilitas.

Kasus ini berawal pada bulan April, ketika penyelidikan dimulai setelah menerima “credible information” terkait dugaan kekejaman terhadap hewan, penganiayaan, penipuan, dan konspirasi yang disebut berhubungan dengan Miranda’s Rescue. Laporan dari media lokal menyebut proses penyelidikan dipicu setelah seorang tetangga mengaku memasuki properti tanpa izin pada April dan menggali apa yang ia yakini sebagai anjing-anjing yang dikuburkan.

Dari hasil pemeriksaan, Sheriff William Honsal menyatakan bahwa fasilitas tersebut diduga membawa masuk 900 hewan sejak awal tahun 2025, tetapi hanya tercatat 116 kali adopsi. Otoritas kemudian menyebut lebih dari 700 hewan lain “unaccounted for”, sehingga memunculkan pertanyaan besar mengenai keberadaan hewan-hewan tersebut.

Pada hari Jumat, kantor sheriff mengumumkan bahwa sisa-sisa anjing yang masih utuh ditemukan di dua area yang telah digali. Lokasi fasilitas disebut berada di Fortuna, California, sekitar 288 mil (463 km) di utara San Francisco.

Pemeriksaan di lahan seluas 50 acre (sekitar 20.000 m2) juga menghasilkan temuan tambahan. Tim menyebut menemukan 21 tengkorak anjing lagi serta ratusan tulang lainnya setelah melakukan pencarian di area tersebut.

Di titik penggalian lain yang berada dekat dengan lokasi penemuan sisa-sisa, otoritas juga melaporkan ditemukannya enam microchip yang masih lepas. Sejumlah tubuh hewan juga diperiksa melalui proses rontgen: 70 tubuh dilaporkan diperiksa dan ditemukan adanya serpihan peluru pada hasil pencitraan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, pihak berwenang menyatakan bahwa penyebab kematian untuk banyak hewan diduga berkaitan dengan luka tembak. Sheriff juga menambahkan, saat penggalian berlangsung di area utara pada bidang yang sama, tim menemukan anjing-anjing lain yang kondisinya sudah berada pada tahap pembusukan tingkat lanjut.

Selain itu, departemen sheriff mengatakan mereka menemukan sebuah kandang (barn) yang diyakini menjadi tempat “the dogs were likely killed”. Temuan ini menjadi bagian dari rangkaian bukti yang tengah disusun untuk memahami alur kejadian di properti tersebut.

Sementara itu, Miranda—yang disebut tidak menghadapi tuntutan pidana dalam penyelidikan ini—menyampaikan pernyataan sebelum temuan baru diumumkan. Ia mengatakan fasilitasnya adalah “a ‘no-kill rescue’” dan menolak tuduhan yang disebut masuk dalam pemberitaan media maupun penilaian otoritas.

Dalam pernyataannya, Miranda juga menyebut narasi yang berkembang tidak mencerminkan gambaran utuh. Ia meminta publik untuk “consider all the facts before reaching conclusions”, serta menegaskan bahwa liputan media dan komentar daring sebelumnya “have presented an incomplete and, in some cases, inaccurate picture” mengenai fasilitas tersebut.

Miranda juga menyatakan bahwa fasilitasnya mengklaim tetap mempertahankan status “no-kill”. Ia mengungkapkan bahwa penampungan lain sering kali menyerahkan hewan kepada penampungan seperti miliknya sebagai pilihan terakhir untuk hewan yang lebih sulit diadopsi.

Dalam bantahannya, Miranda menegaskan bahwa Miranda’s Rescue “has only euthanised animals in rare circumstances, not ‘simply to make space’”. Ia menambahkan bahwa euthanasia dilakukan hanya ketika hewan berada dalam kondisi terminal atau ketika hewan menimbulkan bahaya serius yang berlangsung terhadap manusia atau hewan lain.

Pihak sheriff meminta publik untuk bersabar sambil penyelidikan masih berjalan. Menurut mereka, perkara ini bersifat kompleks dan ada banyak bukti yang harus diproses, terutama karena sebagian besar anjing yang ditemukan disebut bertanda microchip.

Oleh karena itu, analisis data microchip tengah dilakukan untuk mengidentifikasi anjing-anjing yang terhubung dengan chip tersebut. Pemeriksaan dan pencocokan data diharapkan dapat membantu menentukan keterkaitan antar temuan di berbagai titik penggalian.

Saat ini, belum ada dakwaan yang diajukan dalam penyelidikan yang berlangsung selama dua bulan terakhir. Kantor sheriff menyampaikan, “If there is sufficient evidence to support violations of animal cruelty, fraud, or other applicable laws, the case will be submitted to the prosecution team for review and consideration of criminal charges,” sebagaimana tercantum dalam pernyataan departemen tersebut.

Dengan masih berlangsungnya penggalian dan analisis bukti, pihak berwenang mengindikasikan bahwa penemuan terbaru—mulai dari jumlah jasad, kalung, microchip, hingga hasil rontgen—akan menjadi dasar untuk menilai apakah ada pelanggaran yang memenuhi syarat hukum. Proses ini juga berpotensi memperluas kajian terhadap dugaan penipuan maupun aspek lain yang telah disebut dalam laporan awal.