jurnalistik.co.id – Dehidrasi kerap muncul tanpa disadari, sehingga banyak orang tetap beraktivitas meski tubuh sebenarnya kekurangan cairan. Kenali tanda yang mudah terlewat, mulai dari bibir kering hingga gangguan fokus dan tubuh terasa lunglai.
Tidak sedikit orang yang tetap menjalani aktivitas sehari-hari ketika tubuh sudah menunjukkan sinyal kurang cairan. Gejala yang muncul pun sering dianggap sebagai kelelahan biasa, kurang tidur, atau bahkan tekanan darah rendah.
Menurut dr. Cut Hafiah, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik, dehidrasi memiliki beberapa tingkatan dengan gejala yang berbeda. Memahami tanda sejak dini penting agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius dan mengganggu kesehatan maupun produktivitas harian.
Hal itu disampaikan dr. Cut dalam Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA di Jakarta Selatan pada Selasa (23/6/2026). Dalam pemaparannya, dr. Cut menjelaskan bahwa dehidrasi tidak selalu menimbulkan gejala yang langsung terasa.
“Dehidrasi dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat. Kalau dehidrasi ringan memang kita enggak berasa,” kata dr. Cut. Pada tahap awal, tubuh masih dapat beradaptasi, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa kebutuhan cairannya belum terpenuhi.
Karena dehidrasi ringan tidak selalu menimbulkan keluhan yang jelas, seseorang bisa merasa tetap baik-baik saja. Ia mungkin tetap bekerja, belajar, atau menyelesaikan aktivitas seperti biasa tanpa menyadari bahwa tubuh mulai kekurangan cairan.
Namun, jika kebiasaan kurang minum terus berlangsung, kondisi tersebut berpotensi berkembang ke tingkat yang lebih berat. Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat memenuhi kebutuhan cairan secara rutin, bukan hanya ketika merasa haus.
Ketika dehidrasi memasuki tingkat sedang, tubuh mulai menunjukkan sejumlah gejala yang lebih mudah dikenali. Meski begitu, tanda-tanda ini juga kerap ditafsirkan sebagai masalah kesehatan lain, sehingga perhatian sering terlambat diarahkan pada faktor kekurangan cairan.
“Tapi dehidrasi sedang itu sudah mulai terasa dengan adanya gangguan fokus, bibir kering, merasa lunglai, atau merasa seperti darah rendah, tapi ternyata tubuh kekurangan cairan,” ujar dr. Cut. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keluhan yang mirip penyakit lain tetap bisa berakar dari asupan cairan yang kurang.
Gangguan fokus menjadi salah satu tanda yang cukup umum terjadi pada dehidrasi sedang. Seseorang dapat merasa lebih sulit berkonsentrasi saat bekerja, belajar, atau menyelesaikan tugas sehari-hari.
Selain itu, bibir yang terasa kering juga dapat menjadi sinyal bahwa asupan cairan belum mencukupi. Keluhan ini sering muncul bersamaan dengan perubahan rasa nyaman tubuh, terutama ketika aktivitas tetap berjalan seperti biasa.
Dr. Cut juga menyebutkan rasa lunglai sebagai gejala yang mengarah pada dehidrasi. Tubuh yang tampak kurang bertenaga membuat banyak orang merasa “tidak fit”, padahal pemicunya bisa terkait kurangnya cairan.
Gejala lain yang bisa muncul adalah sensasi seperti tekanan darah rendah. Pada bagian ini, orang sering menghubungkan keluhan pada kondisi yang sudah dikenal, misalnya masalah tekanan darah, meski sebenarnya yang terjadi adalah kekurangan cairan.
Gejala-gejala tersebut kerap menimbulkan kesalahpahaman karena konteksnya mirip dengan kondisi lain. Tidak sedikit orang mengira dirinya mengalami tekanan darah rendah atau sekadar kelelahan akibat aktivitas padat.
Padahal, bila sumber keluhan merujuk pada dehidrasi, pemahaman yang benar akan membantu orang mengenali penyebab utamanya. Dengan begitu, perhatian tidak hanya berhenti pada dugaan kelelahan sesaat, tetapi juga diarahkan pada kebutuhan cairan yang kurang.
Melalui penjelasan dr. Cut, tampak bahwa dehidrasi bisa berjalan dari tingkat ringan yang nyaris tanpa gejala menuju keluhan yang lebih terasa. Tahap awal mungkin “tidak berasa”, namun ketika tanda mulai muncul, tubuh memberi sinyal yang lebih jelas.
Karena itu, mengenali pola gejala menjadi langkah penting. Jika gangguan fokus datang bersamaan dengan bibir kering dan tubuh terasa lunglai, maka kekurangan cairan patut dipertimbangkan sebagai kemungkinan utama.
Pada akhirnya, pesan utamanya adalah jangan menunggu rasa haus atau menganggap keluhan sebagai gangguan lain semata. Dengan memahami tingkatan dehidrasi dan tanda yang menyertainya, orang dapat lebih cepat mengambil langkah pencegahan agar kondisi tidak berkembang dan tetap menjaga kesehatan serta produktivitas harian.











