Pendidikan

Usai Jawaban Disalahkan di Lomba MPR, 10 Siswa SMAN 1 Pontianak Terima Beasiswa Kuliah Penuh ke China

×

Usai Jawaban Disalahkan di Lomba MPR, 10 Siswa SMAN 1 Pontianak Terima Beasiswa Kuliah Penuh ke China

Sebarkan artikel ini
Usai Jawaban Disalahkan di Lomba MPR, 10 Siswa SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China Regional 26 Juni 2026
Ilustrasi: Usai Jawaban Disalahkan di Lomba MPR, 10 Siswa SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China

jurnalistik.co.id – Sepuluh siswa SMA Negeri 1 Pontianak yang tergabung dalam Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR akhirnya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke China lewat program beasiswa internasional.

Pengumuman beasiswa ini muncul setelah tim SMAN 1 Pontianak sebelumnya gagal menjadi juara LCC 4 Pilar MPR yang digelar di Pontianak pada Sabtu, 9/5/2026.

Dalam lomba tersebut, dewan juri MPR menyalahkan jawaban salah satu siswa, Josepha Alexandra, meski jawabannya disebut sama dengan jawaban peserta lain yang justru mendapat tambahan poin.

Kendati demikian, program beasiswa untuk sepuluh siswa kemudian diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, dan PT Semen Conch Indonesia.

Acara penyerahan beasiswa sekaligus penandatanganan kerja sama berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Pontianak pada Kamis, 25/6/2026.

Kegiatan itu diharapkan dapat memperluas akses pendidikan internasional bagi pelajar berprestasi dari Kalimantan Barat.

Salah satu penerima beasiswa, Josepha Alexandra, mengaku bersyukur atas tawaran yang diberikan kepada dirinya bersama sembilan rekan tim lainnya. Ia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang mendorong jalan beasiswa ini.

“Kami mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan kepada kami, terutama kepada Pak Rifqinizamy Karsayuda selaku Ketua Komisi II DPR RI sekaligus inisiator program beasiswa ini. Dukungan tersebut membuka peluang besar bagi pendidikan kami di masa depan,” kata Josepha.

Josepha juga menegaskan bahwa meski menerima tawaran, para penerima belum mengambil keputusan akhir untuk menjalani program tersebut. Menurutnya, mereka masih diberi waktu untuk mempertimbangkan pilihan pendidikan masing-masing.

“Untuk pengambilan beasiswa ini akan kami putuskan nanti. Kami diberikan waktu untuk memilih sesuai dengan jalan kami masing-masing sehingga jawabannya akan kami sampaikan kemudian,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut tetap akan dibahas dengan dukungan keluarga.

“Orangtua kami sangat mendukung dan apa pun keputusan yang kami ambil nantinya akan tetap didukung,” sambungnya.

Di sisi lain, siswa lainnya yang juga mendapat tawaran beasiswa, Almira Khairunnisa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada siswa berprestasi. Ia menyinggung peran Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 Pontianak.

“Kami berterima kasih kepada Bang Rifki yang juga alumni SMANSA. Beasiswa ini tentu akan kami manfaatkan sebaik mungkin, namun pilihan akhirnya tetap akan kami diskusikan dan koordinasikan kembali bersama orangtua,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama yang ditandatangani, beasiswa ini tidak hanya menjadi kesempatan belajar ke luar negeri, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi pendidikan antara pihak daerah, institusi pendidikan di China, serta perusahaan mitra.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan tim LCC 4 Pilar MPR dari proses lomba pada 9/5/2026 hingga penyerahan beasiswa pada 25/6/2026 membawa tahapan baru bagi para siswa untuk merencanakan masa depan akademik mereka.

Kontinuitas kesempatan belajar luar negeri untuk sepuluh siswa ini berawal dari dinamika penyelenggaraan LCC 4 Pilar MPR di Pontianak pada 9/5/2026, yang kemudian berlanjut pada proses pematangan kerja sama pendidikan oleh para pihak terkait.

Pada tahap berikutnya, penandatanganan MoU oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Yangzhou Polytechnic Institute dan PT Semen Conch Indonesia menegaskan keseriusan kolaborasi lintas institusi, sekaligus menjadi landasan arah program beasiswa internasional bagi para pelajar berprestasi.

Meski tawaran sudah diterima, para penerima menekankan bahwa langkah selanjutnya masih melalui pertimbangan bersama. Mereka menyatakan akan menuntaskan diskusi dengan keluarga, menyelaraskan keputusan pribadi, dan berkoordinasi agar pilihan pendidikan yang ditempuh sesuai dengan jalan masing-masing.