Nasional

Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak

11
×

Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak

jurnalistik.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, terhitung sejak Senin-Selasa (18-19/5/2026) pukul 07.00 WIB. Pada periode tersebut, bencana hidrometeorologi basah, terutama banjir, masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kejadian pertama yang dicatat adalah banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (18/5). Menurut dia, wilayah yang terdampak berada di Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong.

“Adapun wilayah yang terdampak adalah Desa Tuladenggi Pantai Kecamatan Moutong. Sebanyak 66 warga terdampak atas kejadian ini,” kata Aam, sapaan Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Banjir tersebut tidak hanya memengaruhi permukiman warga, tetapi juga sejumlah fasilitas di sekitar lokasi kejadian. Tercatat 66 unit rumah terdampak, disusul 1 fasilitas kesehatan, 1 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum.

BNPB menyebut banjir yang terjadi di wilayah itu sudah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong. BPBD setempat telah melakukan asesmen untuk memetakan kondisi di lapangan sekaligus menjalankan upaya penanganan darurat sesuai kebutuhan.

Di tengah penanganan yang dilakukan, kondisi terkini banjir dilaporkan sudah mulai surut. Meski demikian, BNPB tetap menaruh perhatian pada kejadian ini karena banjir masih menjadi salah satu bencana yang dominan di beberapa daerah dalam periode pengamatan tersebut.

BNPB juga menegaskan bahwa dalam 24 jam terakhir, bencana yang muncul di sejumlah daerah di Indonesia masih didominasi oleh peristiwa hidrometeorologi basah. Pola ini menunjukkan bahwa banjir tetap menjadi ancaman yang perlu diwaspadai pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan terdampak hujan dan limpasan air.

Dalam laporan yang sama, BNPB menempatkan kejadian di Parigi Moutong sebagai bagian dari rangkaian bencana yang terus dipantau dari waktu ke waktu. Pemantauan ini penting agar informasi kejadian dan penanganannya bisa disampaikan secara cepat, sekaligus memastikan langkah darurat berjalan sesuai kondisi lapangan.

Kejadian banjir di Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, menjadi salah satu catatan penting pada periode 18-19 Mei 2026. Dengan 66 warga terdampak, 66 rumah terendam, serta satu masing-masing fasilitas kesehatan, ibadah, dan umum ikut terdampak, banjir ini memperlihatkan bagaimana satu peristiwa hidrometeorologi dapat memengaruhi kehidupan warga dalam waktu singkat.

Walau banjir dilaporkan mulai surut, situasi di lokasi tetap memerlukan perhatian. Asesmen yang dilakukan BPBD Parigi Moutong menjadi dasar bagi langkah penanganan lanjutan agar kebutuhan warga terdampak bisa diidentifikasi dengan tepat.

BNPB melalui Abdul Muhari juga menekankan bahwa perhatian terhadap bencana hidrometeorologi basah masih harus dijaga. Dalam periode 24 jam yang dirangkum lembaga itu, banjir tetap muncul sebagai kejadian yang menonjol di tengah berbagai peristiwa kebencanaan lain yang terjadi di Indonesia.

Dengan demikian, laporan BNPB pada Selasa ini menegaskan bahwa banjir di Parigi Moutong bukan kejadian yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola bencana yang masih berlangsung di sejumlah daerah. Pemerintah daerah melalui BPBD pun terus melakukan penanganan agar dampak terhadap warga dan fasilitas umum bisa ditekan semaksimal mungkin.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, terhitung sejak Senin-Selasa (18-19/5/2026) pukul 07.00 WIB. Pada periode tersebut, bencana hidrometeorologi basah, terutama banjir, masih menjadi perhatian pemerintah daerah.