jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo memberikan motivasi dan penguatan mental kepada para Calon Siswa (Casis) Polri yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan pembinaan agar peserta tetap memiliki semangat untuk meraih cita-cita, serta tidak menjadikan hasil seleksi sebagai akhir dari perjuangan, Kamis (04/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, panitia seleksi menyampaikan arahan serta motivasi agar para casis dapat menerima hasil seleksi dengan lapang dada. Hasil seleksi diharapkan dijadikan bahan evaluasi untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Panitia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi yang dilaksanakan oleh Polda Gorontalo dilakukan secara transparan, objektif, bersih, akuntabel, dan humanis. Prinsip yang dijalankan sejalan dengan BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Jadikan Kegagalan Sebagai Motivasi untuk Bangkit
Panitia seleksi menegaskan bahwa tidak lulus pada tahun ini bukan berarti menutup peluang untuk menjadi anggota Polri di masa mendatang. Para peserta diharapkan terus meningkatkan kemampuan akademik, menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, serta mempersiapkan diri secara lebih matang untuk mengikuti seleksi pada tahun berikutnya.
“Kami mengapresiasi seluruh perjuangan dan kerja keras para peserta yang telah mengikuti setiap tahapan seleksi. Jangan pernah berkecil hati, karena setiap proses yang telah dilalui merupakan pengalaman berharga untuk menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi kesempatan berikutnya,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya menempatkan proses seleksi sebagai pembelajaran. Dengan begitu, peserta dapat mengevaluasi kekurangan dan memperkuat kesiapan agar tampil lebih optimal pada seleksi berikutnya.
Tetap Semangat Raih Masa Depan
Selain memberikan motivasi terkait hasil seleksi, panitia juga mengajak para casis untuk tetap fokus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, pelatihan, maupun kegiatan positif lainnya. Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara dinilai tetap dapat diwujudkan melalui berbagai bidang yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan motivasi ini, diharapkan para casis yang belum memenuhi syarat tetap memiliki semangat juang yang tinggi. Peserta diharapkan mampu bangkit dari kegagalan dan terus berupaya mengembangkan kemampuan diri demi meraih kesuksesan di masa depan.
Sementara itu, Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas Polda Gorontalo, Desmont Harjendro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dengan penuh semangat dan sportivitas. Ia juga menekankan agar peserta tidak kehilangan motivasi setelah tidak berhasil pada tahun ini.
“Bagi peserta yang belum berhasil pada seleksi tahun ini, jangan menyerah dan jangan kehilangan semangat. Jadikan hasil yang diperoleh sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri lebih baik lagi. Kesempatan masih terbuka di masa mendatang, dan kami berharap para peserta tetap optimis dalam meraih cita-cita,” ujar Kombes Pol. Desmont Harjendro.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Polda Gorontalo mengharapkan agar setiap peserta tetap memegang kendali atas arah perjuangan mereka. Hasil seleksi dimaknai sebagai bagian dari proses, bukan penghakiman atas kemampuan yang dimiliki.
Pada akhirnya, kegiatan motivasi ini menjadi ruang penguatan yang mendorong peserta untuk melanjutkan usaha secara lebih terarah. Pesan-pesan pembinaan diarahkan agar casis tetap siap menghadapi kesempatan berikutnya, sambil terus mengembangkan diri melalui langkah-langkah positif dan berkelanjutan.
Panitia juga mengingatkan agar para casis menjaga sikap dan mental selama menunggu kesempatan berikutnya. Pengalaman mengikuti tahapan seleksi dipandang sebagai bekal yang dapat dipakai untuk menyusun strategi belajar, meningkatkan kedisiplinan, dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Dalam pembinaan tersebut, peserta didorong untuk tetap merawat kebugaran dan mempersiapkan kondisi tubuh secara berkelanjutan. Dengan menjaga kesehatan serta menguatkan kesiapan fisik, para peserta diharapkan tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga siap menjalani proses secara menyeluruh pada tahun berikutnya.
Melalui pendekatan yang humanis dan mengutamakan sikap objektif, Polda Gorontalo menegaskan bahwa setiap evaluasi yang diterima peserta semestinya dijadikan pijakan perbaikan. Para casis diharapkan tetap optimistis, melangkah dengan semangat, dan menjadikan kompetisi sebagai proses pembentukan diri menuju masa depan yang lebih baik.











