jurnalistik.co.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Destry Damayanti, menegaskan fokus utamanya pada penguatan kerja sama lintas pihak selama periode kepemimpinan 2026-2031. Ia menyampaikan komitmen untuk mengoptimalkan sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam menjalankan kebijakan bank sentral.
Menurut Destry, gagasan yang ia bawa adalah “Sinergi Merah Putih”. Baginya, sinergi menjadi kunci karena persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya oleh bank sentral seorang diri.
“Karena saya kan temanya sinergi merah putih ya, untuk kesejahteraan rakyat. Jadi memang kita akan mengoptimalkan sinergi yang bisa kita lakukan, tapi tentunya tanpa juga mengabaikan mandat dan kewenangan dari masing-masing lembaga yang melakukan sinergi itu,” tegas Destry saat ditemui awak media usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Destry menempatkan koordinasi sebagai bentuk upaya agar kebijakan yang dijalankan tetap terarah dan saling melengkapi. Ia juga menekankan batasnya, yakni sinergi dilakukan tanpa menggeser tanggung jawab dan kewenangan yang melekat pada tiap lembaga.
Ia menjelaskan bahwa sinergi tidak dimaknai sebagai penggabungan peran, melainkan sebagai penyesuaian langkah agar tujuan kebijakan dapat bergerak selaras. Dalam kerangka itu, komunikasi antar pihak menjadi bagian penting dari proses.
“Sinergi” yang ia maksud, kata Destry, mencakup penguatan kerja sama dengan pemerintah serta institusi terkait. Destry menyatakan pendekatan tersebut diperlukan agar pelaksanaan kebijakan bank sentral bisa mendukung arah yang sama pada tingkat kebijakan nasional.
Dalam praktiknya, salah satu bentuk sinergi yang akan diperkuat adalah koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Destry menyebut koordinasi itu berkaitan dengan pengelolaan likuiditas.
Destry menilai hubungan antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal perlu terus dijaga agar bergerak seirama. Ia menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang terstruktur sehingga setiap kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Karena pemerintah dengan kebijakan fiskalnya, ekspansi fiskalnya mereka lakukan, nah tentunya dari Bank Indonesia kita juga mendukung itu,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa BI memposisikan diri untuk selaras dengan arah kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.
Berita Terkait
Rangkaian penegasan itu disampaikan Destry dalam konteks persiapan periode kepemimpinan BI 2026-2031. Ia menyampaikan pesan yang konsisten: sinergi harus menjadi cara kerja, sekaligus tetap menjaga mandat serta otoritas masing-masing lembaga.
Destry juga memberi penekanan bahwa pendekatan tersebut ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Ia menyebut kesejahteraan sebagai tujuan akhir dari kerangka “Sinergi Merah Putih” yang menjadi tema kebijakan.
Dengan demikian, fokus koordinasi tidak berhenti pada seruan umum. Destry menyebut adanya penguatan dalam bentuk kerja sama yang spesifik, termasuk koordinasi dengan Kemenkeu terkait likuiditas, serta pengawalan agar kebijakan moneter dan fiskal saling melengkapi.
Ia menyampaikan bahwa keharmonisan kebijakan tercapai lewat kemampuan lembaga-lembaga untuk berkomunikasi dan menyesuaikan langkah. Namun, penyesuaian tersebut tetap dilakukan dalam batas kewenangan masing-masing pihak, sebagaimana ia tegaskan dalam pernyataannya.
Di luar aspek teknis, Destry menempatkan konsep sinergi sebagai landasan cara pandang. Ia menilai bahwa persoalan ekonomi menuntut dukungan dari berbagai instrumen, sehingga peran bank sentral perlu berjalan berdampingan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah.
Pendekatan yang ia sampaikan juga menegaskan bahwa BI tidak mengambil alih peran institusi lain. Sebaliknya, BI berupaya untuk mendukung langkah yang diambil melalui kebijakan fiskal, terutama dalam kerangka ekspansi yang dilakukan pemerintah.
Dengan target periode 2026-2031, Destry memosisikan sinergi sebagai strategi utama untuk menjaga keselarasan arah kebijakan. Ia menegaskan optimasi kerja sama dapat dilakukan tanpa mengabaikan mandat dan kewenangan yang dimiliki setiap lembaga.
Dalam pernyataannya, Destry memperlihatkan bahwa “Sinergi Merah Putih” adalah kerangka yang mengikat tujuan, cara kerja, dan batas pelaksanaan. Ia menghubungkan sinergi dengan kesejahteraan rakyat, sekaligus menegaskan kebutuhan agar kebijakan moneter dan fiskal dapat berjalan seirama melalui koordinasi dan komunikasi.
Penegasan Destry pada rapat dan pertemuan dengan awak media itu menjadi sinyal arah yang akan diutamakan BI pada periode 2026-2031. Dengan memperkuat koordinasi, termasuk dengan Kemenkeu dalam pengelolaan likuiditas, ia ingin memastikan setiap langkah kebijakan berjalan dalam satu irama.












